
Keduanya tampak tidak memperdulikan Darla menangis, mereka melempar Darla dan mulai merobek bajunya, saat mereka mulai beraksi, pintu yang tertutup rapat tiba-tiba terbuka dengan lebar, hentakan pintu yang sangat keras membuat semua orang yang berada didalam ruangan terkejut
Darla yang sudah sangat pasrah dengan nasibnya, langsung menoleh kearah pintu yang terbuka lebar, wajah yang tadinya sudah kusam seketika berubah menjadi cerah, senyum merekah pun terbit dibibir Darla
"Tuan muda tolong bantu saya" ucap Darla memohon tanpa bisa bergerak
Kedua orang itu langsung menoleh dan diam tanpa bergerak karena takut, mereka berfikir jika Darla mengenalnya sudah pasti orang yang barusan masuk akan menolong Darla
Ya, pintu itu ditendang oleh Zee dengan sekali tendangan, ia masuk dengan sangat elegan dan mendominasi, berjalan sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana, siapapun yang melihat, sudah pasti sangat terpesona
Mendengar suara meminta pertolongan, ia berhenti sejenak dan melihat pemandangan di depannya, lalu ia mengalihkan pandangannya kepada Quirin yang berdiri di brankar dengan bersandar, aura yang dikeluarkan oleh Quirin tidak kalah dari Zee
Zee berjalan menghampiri Quirin tanpa berniat membantu Darla "Tatapannya, persis seperti waktu itu" batin Zee
Namun saat Zee hanya cuek dan memilih menghampiri Quirin, keduanya terlihat tersenyum sumringah
"Kau sangat mengganggu" ucap Quirin dingin sambil menatap Darla
"Lanjutkan saja" ucap Zee singkat sambil berdiri di hadapan Quirin
Keduanya sangat senang, setelah melewati ketakutan demi ketakutan, akhirnya sekarang merea bisa merasakan kenikmatan tanpa merasa ketakutan
"Minggir dari hadapanku" ucap Quirin tegas sambil menatap Zee dengan tajam
__ADS_1
Bukannya takut, Zee tetap berdiri dengan tegap, Quirin tidak menyangka jika Zee tidak takut terhadap tatapannya dan malah sebaliknya, ia yang sedikit takut dengan aura yang keluar dari Zee
Zee yang tinggi sengaja menutupi pandangan Quirin, dengan geram Quirin mencoba memberontak agar Zee bisa pergi dari hadapannya
Meskipun sudah sekuat tenaga untuk memberontak, namun tenaga Quirin tidak bisa membuat Zee bergeming dari tempatnya,
Quirin sangat marah karena tidak bisa melihat gaya apa yang akan dibuat oleh Darla, karena tidak menang melawan Zee, ia lebih memilih mengalihkan pandangannya kebawah tanpa berniat melihat wajah Zee
Zee tersenyum tipis melihat Quirin memilih mengalah "Mata Quirin tidak boleh melihat hal itu" ucap Zee berubah menjadi tatapan tajam
Quirin yang menatap kebawah, sangat terkejut setelah mendengar ucapan Zee "Sepertinya dari awal kau sudah menyadari keberadaanku" ucap Quirin dingin, ia mulai menaikkan pandangannya menatap Zee dengan sangat tajam
"Siapa kamu?" tanya Zee singkat tetap dengan gaya cool
"Apa kamu juga yang melakukannya pada maid itu" tanya Zee dingin
"Jika bukan aku, siapa lagi?, jiwa wanita itu?" jawab Quiran sambil bertanya dengan pertanyaan aneh
"Apa maksudmu?" tanya Zee lagi dengan sedikit binggung
Quiran hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan konyol Zee "Setelah kau tau, apa yang akan kau lakukan?, melenyapkanku?" tanya Quiran santai sambil mengalihkan kembali tatapannya pada Zee
Zee menatap Quiran dengan dalam, hingga tanpa sadar Zee secara perlahan berjalan mendekati Quiran, namun Quiran tidak menyadari jika sudah berdiri berhadapan tanpa adanya jarak diantara keduanya
__ADS_1
"Aku tidak akan melenyapkanmu, karena dengan adanya kamu, dendam yang dimiliki Quirin bisa berjalan dengan sangat mulus" ucap Zee dingin
menatap Quiran dengan intens
Mendengar penuturan Zee yang membuatnya sedikit tersentuh, Quiran tersenyum smirk dengan sangat mengerikan
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1