Another Person Life

Another Person Life
Kembalikan Kunci Mobilku!


__ADS_3

Al menghela nafas kasar, sedangkan Zee hanya melihat keduanya "Gantilah pakaianmu, aromanya sama seperti kau tidak mandi selama satu minggu" ucap Zee sambil melirik Al


Al membelalakkan matanya "Kau sangat menyebalkan!" ucap Al kesal


"Aku tidak mandi satu minggu tapi masih tetap memiliki aroma khas!" balas Al dengan sombong


"Sudahlah kau membuat suasana hatiku semakin buruk" ucap Al sambil berlalu pergi


Vano diam tak bergeming, ia seperti tidak memperdulikan celotehan dokter Al


Sedangkan Zee hanya mengangkat bahunya, lalu ia beralih menatap seseorang yang sedang duduk dikursi "Vano, pergilah beli makanan, aku akan berjaga disini" perintah Zee


Vano hanya termenung tanpa menjawab pertanyaan Zee "Kali ini aku memaafkan kesalahanmu" ucap Zee dengan datar


Vano tersentak kaget, ia baru menyadari jika tuan muda berada bersamanya "Maaf tuan muda, aku hanya kelelahan" ucap Vano dengan menunduk


"Aku tidak habis pikir dengan dokter Al, dia tidak menyelesaikan masa lalunya, tapi sudah bersama dengan Xia dan membuatnya seperti ini" ucap Vano dengan menunduk


Zee mengerutkan dahinya "Apa pedulimu?, dia adalah pacar Al, untuk apa kau mengurusinya" ucap Zee dengan tegas


Zee ingin membuat Vano mengerti dengan perasaannya, namun perkataan Zee sudah disalah artikan oleh Vano


"Benar, untuk apa aku marah pada dokter Al?, aku tidak ada hubungannya dengan Xia" batin Vano yang sudah mulai tersadar


"Aku akan pergi membeli makanan tuan muda" ucap Vano mulai berdiri lalu meninggalkan Zee seorang diri disana


"Keras kepala!, sampai sekarang dia masih tidak mengakuinya, aku sudah membantumu sampai ketahap ini, untuk selanjutnya semua terserah padamu" gumam Zee sambil melihat punggung Vano yang pergi menjauh


Zee yang berhati dingin pelan-pelan mengerti arti cinta karena semenjak kedatangan Quirin, ia bisa merasakan kehangatan jika sedang berdekatan dengan Quirin.


Namun caranya menyampaikan kasih sayang sangatlah berbeda dari yang orang lain lakukan, ia tidak romantis dan juga tidak bisa berkata manis, hanya orang-orang terdekat saja yang mengerti sikapnya itu.


***


Setelah pintu lift terbuka Quirin pergi ke toilet rumah sakit, ia membasuh wajahnya dengan air agar tidak terlihat kusam.


Quirin seperti melupakan sesuatu yang paling penting, ia mulai meriksa tas jinjingannya "Bagaimana aku bisa pulang?, aku lupa meminta kembali kunci mobilku" gumam Quirin sangat kesal


"Jika terburu-buru selalu saja ada yang aku lupakan" ucap Quirin sambil melangkah keluar


Quirin keluar dari rumah sakit, ia melihat mobilnya terparkir disana "Huh!, sudahlah aku harus pulang dan mengambil mobil yang lainnya dan juga laptopku, aku harus mencari pembunuh itu" gumam Quirin sambil berjalan keluar dari parkiran dan mencari taksi

__ADS_1


Quirin melewati beberapa orang yang berlalu lalang, saat melewati seseorang, Quirin tersentak kaget, ia seperti merasakan aura membunuh yang sangat kental dari seseorang.


Quirin menoleh dan mencari dari mana aura membunuh itu, hingga matanya tertuju pada seorang yang memakai hoodie berwarna hitam


Ia mengerutkan dahinya "Ini rumah sakit, jika dia mengeluarkan aura membunuh seperti itu artinya dia ingin mencelakai seseorang" gumam Quirin


Quirin melangkah pelan mengikuti orang itu dari belakang, orang itu sama sekali tidak sadar jika Quirin mengikutinya


Aura membunuh itu seakan-akan memudar "permisi, apa aku bisa bertanya?" tanya seseorang itu dengan lembut


"Silahkan nona" ucap resepsionis itu sopan


"Apa ada seorang wanita korban kecelakaan masuk ke rumah sakit ini?" tanya seseorang itu lagi


Setelah resepsionis itu berfikir sejenak, ia baru saja mengingat jika itu adalah pasien dokter Al "Ah ... Ada, dia dirawat dilantai atas" ucap resepsionis itu lagi


Quirin tersentak kaget, Ia tidak terlalu jauh dari orang itu hingga bisa mendengar pembicaraan keduanya "Dia mencari Xia?, jika mendengar suaranya, dia seperti seorang wanita, dalam ingatanku Xia tidak memiliki teman jangan-jangan dia ... ?" batin Quirin bertanya-tanya


"Ah ... jika itu memang dirimu, maka kau datang diwaktu yang sangat tepat, karena sekarang tanganku benar-benar sudah gatal" gumam Quirin sambil tersenyum smirk sambil mengepalkan tangannya


Seseorang itu langsung menuju kelantai atas dengan berjalan sangat cepat, sedangkan Quirin mengikutinya dnegan sangat santai agar orang itu tidak menyadari keberadaannya


Setelah sudah di lantai atas, orang itu keluar dan tidak mendapati seorang pun di lorong, ia berjalan dan mengintip dari satu ruangan ke ruangan lain, semua tampak kosong hingga membuatnya terheran-heran


"Dimana wanita ****** itu" gumam orang itu dengan kesal


Setelah lift kedua terbuka, Quirin langsung bersembunyi dibalik dinding, ia celingak-celinguk mencari keberadaan Zee dan dokter Al "Sial, disaat genting seperti ini mereka berada dimana?, apa mereka berada didalam ruangan Xia?, aku tidak mungkin berjalan kesana, karena wanita itu pasti akan melihatku" gumam Quirin kesal


Pintu lift berbunyi orang itu spontan menoleh kebelakang "Tidak ada orang, tapi bagaimana bisa lift berbunyi?" gumam orang itu dengan heran


Melihat tidak ada seorangpun, ia melanjutkan pencariannya, setelah mendapatkan ruangan Xia, orang itu tertawa senang "Haha ... wanita ****** ini sudah sekarat, sekarang kesempatanku membuatmu meninggalkan Al untuk selamanya" ucap orang itu dengan tertawa keras, karena terlalu senang membuat penutup kepalanya terjatuh hingga Quirin bisa melihat wajah orang itu


"Aku yakin dia adalah Clamy!" gumam Quirin sambil mengepalkan tangannya,dari kejauhan ia menatap wanita itu dengan tajam


Clamy langsung memasuki ruangan Xia dengan tersenyum ceria "Sial, apa yang ingin dia lakukan terhadap Xia" ucap Quirin langsung keluar dari persembunyiannya lalu berlari pelan agar tidak menimbulkan suara


Quirin sedikit mengintip, disana terlihat Clamy sedang melepas selang infus, oksigen serta mencekik Xia


Melihat itu Quirin tidak tinggal diam, ia langsung menghentakkan kakinya dengan kuat agar menimbulkan suara, hingga membuat Clamy yang berada di dalam tersentak kaget


"Sial, aku sangat yakin tadi tidak ada orang, jika seperti ini aku harus pergi sekarang, pasti dia juga sudah tidak tertolong lagi" ucap Clamy tersenyum ceria

__ADS_1


Ia melihat Xia sulit bernafas dengan mata terbuka "Aku sangat senang melihatmu seperti ini, selamat jalan" ucap Clamy sambil tertawa senang


Clamy memakai kembali penutup kepalanya, ia keluar dengan terburu-buru hingga tidak melihat keberadaan Quirin, sedangkan Quirin langsung masuk kedalam ruangan dengan wajah yang penuh penyesalan "Maaf aku sedikit terlambat" ucap Quirin lirih sambil memasang kembali semua peralatan yang sempat dilepas oleh Clamy


Quirin terlihat sangat menyesal telah membiarkan Xia menderita "Aku akan mewakilimu membalaskan semua perbuatannya" gumam Quirin sambil meneteskan air matanya


Setelah keadaan Xia kembali normal, Quirin benar-benar sangat marah "Kau salah berurusan dengan orang terdekatku" gumam Quirin dengan mata yang sudah ingin keluar dari tempatnya


Saat Quirin ingin keluar, ia melihat Zee berada diambang pintu "Darimana saja kau?, kau tidak menjaganya disini?" teriak Quirin menatap Zee dengan tajam


"Pelankan suaramu, ini rumah sakit bukan hutan" ucap Zee dengan datar


"Aku tidak perduli!, Kau tau apa yang terjadi?, Clamy datang dan melepas semua peralatan Xia, dan kau baru datang sekarang?, jika aku tidak datang maka nyawa Xia sudah melayang keudara" teriak Quirin kesal


"Aku tau" ucap Zee santai


Mendengar jawaban Zee yang terlihat santai membuat Quirin sangat geram "Kau tau tapi tidak berniat menolongnya?" tanya Quirin dengan berteriak


"Apa kau tidak bisa tenang, kami juga butuh mengumpulkan bukti" ucap Zee lagi


"Jika permainanmu sangat lambat, aku yakin orang-orang yang berada disekitarmu bisa meninggalkanmu untuk selamanya" ucap Quirin sambil berjalan mendekati Zee


Zee yang mendengar ucapan Quirin termenung sejenak, Quirin melihat Zee termenung namun dia tidak memperdulikan itu "Kembalikan kunci mobilku!, aku akan mengurus semua masalah Xia!" ucap Quirin dengan percaya diri sambil menaruh telapak tangannya dihadapan Zee


Bersambung ...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2