
"Dia sangat pandai dalam berkata" batin Quiran yang masih memandang Zee
Setelah Quiran sadar tidak ada jarak di antara keduanya, senyum Quiran memudar lalu memasang wajah datar
"Kau terlalu dekat, mundurlah!!" ucap Quran dingin, sambil mendorong sedikit tubuh Zee
Zee hanya menurut dan melangkah mundur beberapa langkah, tapi ia tetap menutupi pandangan Quiran dengan tubuhnya
Suara Darla yang merintih kesakitan mulai terdengar oleh Quiran dan Zee, karena terlalu fokus berbicara mereka berdua sempat melupakan kehadiran ketiga orang itu
"Apa kau menikmatinya Darla?" tanya Quiran dengan nanya mengejek
"Kau monster!!" teriak Darla dengan menangis sambil merasakan kenikmatan, kedua orang suruhannya masih menjamah tubuh Darla dengan bergantian
"Saat sudah seperti ini, mulutmu masih saja seperti racun" ejek Quiran
"Tuan muda, jangan tertipu dengan wanita murahan itu" ucap Darla yang masih mencoba menjelek-jelekkan Quirin
Zee hanya diam di hadapan Quiran, sambil menatap dengan intens, ia tidak memperdulikan teriakan Darla, suara itu bagaikan angin berlalu untuk Zee
Darla melihat ketidak pedulian Zee membuatnya merasa sangat iri pada Quirin "mengapa hanya dia yang mendapat perhatian tuan muda" batin Darla yang sangat ingin berteriak, namun ia tidak mempunyai tenaga lagi
"Hahaha....Kau wanita yang sangat tidak tau malu, apa kau tidak bisa melihat siapa yang murahan sekarang ini?" ucap Quiran sambil tertawa keras
Darla hanya diam dan menangis di bawah kekangan kedua pria sewaannya, didalam kepalanya hanya ingin membunuh Quirin
Ia yang awalnya menolak dengan cara memberontak hingga membuat luka tusukan itu bertambah parah, kini berubah seperti wanita murahan yang sangat menginginkan kenikmatan, erangan demi erangan keluar dari mulut Darla
"Sungguh wanita yang menjijikkan" ejek Quiran
"Apa kau mempunyai pistol atau benda tajam lainnya?" tanya Quiran pada Zee sambil menaikkan tangan lalu membuka telapak tangan dengan lebar
Quiran meminta dengan sangat santai, bahkan jari-jari lentik itu bergoyang, seolah yang ia minta harus ada ditangannya
Zee melihat tangan didepannya bergoyang dengan sangat lentik, langsung menyibakkan jas kebelakang dan mengambil pistol yang ada dibelakang pinggulnya, ia menyimpan itu untuk berjaga-jaga jika ada keadaan darurat
Zee menatap Quiran dengan sorot mata yang sulit diartikan, namun Zee tetap diam tanpa berniat mengeluarkan sepatah katapun, ia menaruh pistol itu ditangan Quiran
Quiran menatap pistol ditangannya dengan tersenyum senang, mata yang tadinya hanya tajam, sekarang berubah menjadi merah, seakan mata itu seperti haus akan darah
Pandangan Quiran menatap lurus kedepan dan perlahan menutup matanya, tanpa melihat target, Quiran mengarahkan pistol itu kearah kedua pemuda yang sedang menikmati Darla
Dor
Dor
__ADS_1
Arghhhhhhhhhhhhhh
Darla berteriak saat tubuh polosnya tertutupi oleh darah segar, kedua orang itu jatuh tepat diatas tubuhnya
Dua tembakan meluncur kesudut ruangan, Quiran membuka mata dan tersenyum smirk, Zee hanya diam melihat proses penembakan yang dilakukan Quiran, Zee memutar lehernya untuk melihat sasaran tembakan, Zee sangat terkejut setelah melihat hasilnya, tembakan itu tepat mengenai kepala kedua pria itu
Zee kembali melihat Quiran dengan tatapan heran "Jangan menatapku seperti itu" ucap Quiran dingin
"Kau berhutang penjelasan padaku" ucap Quiran sambil menunjuk dengan ujung pistol yang tepat mengenai dada zee
Quiran berjalan melewati Zee yang hanya diam seperti patung "Jangan membunuhnya" ucap Zee dingin, ia seakan tau saat ini Quiran sangat ingin membunuh darla
Quiran berhenti sejenak saat mendengar ucapan Zee "CK, kau benar-benar pengganggu" ucap Quiran kesal sambil melanjutkan langkahnya, ia mendekati Darla yang sudah meringkuk karena ketakutan
"Ada apa denganmu?, takut?" tanya Quiran tanpa ekspresi sambil berjongkok dihadapan darla
Darla meringkuk sambil menutup telinganya, saat mendengar ucapan Quiran, ia langsung menoleh dengan tatapan marah
"Tatapanmu tidak berlaku padaku, jadi berhentilah menatapku seperti itu, atau aku benar-benar akan mencungkil keluar kedua bola mata itu" ucap Quiran dengan datar
"Bagaimana kau bisa melakukan ini padaku?" tanya Darla disela tangisnya, ia langsung menunduk karena sedikit ketakutan dengan ucapan Quiran
"Pertanyaan konyol, sepertinya aku juga perlu mengeluarkan seluruh otakmu agar bisa mengingat apa yang telah kau lakukan padaku" ucap Quiran mulai menatap dengan tajam
mendengar itu Darla mendongakkan kepalanya, Quiran memajukan kepala untuk mendekati Darla, hingga Darla memundurkan kepalanya sampai membentur sudut dinding "mati terlalu mudah untukmu" bisik Quiran dengan senyum smirknya
Quiran berjalan mendekati Zee, ia mengembalikan pistol itu dengan cara langsung memasukkannya kedalam saku jas Zee, ia juga tentu tau Zee pasti akan membereskan sisa perbuatannya
Quiran kembali duduk dibrankar dengan menggoyangkan kakinya kedepan dan kebelakang seperti ayunan
Zee memanggil keempat bodyguard yang berdiri diluar gudang, keempatnya masuk dengan dengan cepat, lagi-lagi mereka tercengang melihat darah di sudut ruangan dengan sangat banyak serta melihat seorang wanita tanpa busana meringkuk disudut itu dengan tubuh bersimbah darah
"Bawa kerumah sakit jiwa" ucap Zee pada keempatnya, Zee mulai melirik pada Arnius
"Tuan muda, aku sungguh tidak mau memegangi tubuhnya, itu sangat menjijikkan" ucap Arnius memohon sambil memelas, ia bahkan membuat kedua telapak tangannya menyatu lalu menempelkannya didepan wajahnya sambil membungkuk berulangkali
Setelah mendengar permohonan Arnius, Zee mengalihkan pandangannya pada Staren
"Tolonglah kami tuan muda, aku tidak suka memegangi tubuh wanita yang sudah dilumuri cairan pria dengan bonus darah" ucap Staren jijik
Tatapan Zee beralih pada Gavin
"Tuan muda, aku sungguh tidak sanggup" ucap Gavin langsung berlari keluar untuk mengeluarkan semua isi perutnya
Zee menghela nafas, sebelum tatapan Zee beralih pada Vano "Bos, saat aku diluar, aku sudah menghubungi kepala pelayan agar memanggil para maid untuk segera datang kesini" ucap Vano dengan cepat
__ADS_1
Quiran menonton drama penolakan itu tertawa dengan keras, Zee langsung mengalihkan pandangannya pada Quiran
"Jangan tertawa, ini juga karena ulahmu" ucap Zee datar
"Semua para bawahanmu sangat lucu, mereka suka dengan darah tapi tidak bisa membersihkan darah" ejek Quiran tersenyum smirk
Vano, Staren menoleh kearah Quiran, mereka merinding melihat senyuman Quiran
"Nona, itu sangat jauh berbeda" jawab Arnius dengan memelas tanpa melihat Quiran, karena ia menduduk, ia masih tidak kuat melihat wanita disudut dinding
Siapapun yang melihat Darla pasti akan menolak untuk membantunya, tubuh yang dilumuri cairan kental pria serta dibalut dengan darah segar, semua orang yang melihat pemandangan itu, pastilah sangat jijik, bahkan orang yang sangat suka dengan darah sekalipun, juga tidak bisa melihat itu
"Berani sekali kau menjawab" ucap Quiran datar smabil menatap dengan tajam
Arnius tersentak, ia sungguh melupakan siapa pendamping tuan mudanya, Arnius tetap memilih menunduk tanpa melihat kearah Quiran
"Pasti nona menatapku dengan tajam, aura yang dia keluarkan sungguh bisa membuatku merinding" batin Arnius takut
"Kau sungguh berani dengan bawahanku" ucap Zee datar
"Haha...melihat mereka takut, sedikit membuatku terhibur" ucap Quiran tertawa dengan keras, sambil melihat keatas dan menggoyang kedua kakinya
Vano dan Staren sungguh takjub melihat perubahan nona mereka, saat Quiran melihat Arnius dengan tatapan tajam disertai aura membunuh yang sangat kental, aura itu bisa dirasakan mereka, dan dalam sekejap nonanya bisa berubah seperti anak kecil
Setelah para maid datang, mereka langsung disuruh masuk kedalam oleh Gavin yang berada didepan pintu, Gavin tidak berniat untuk masuk kedalam lagi
Para maid yang melihat, membuat ekpresi yang sama seperti keempat bodyguard, mereka tidak bergerak dari tempat masing-masing
"Gaji kalian 2x lipat" ucap Zee cuek
Setelah mendengar itu, mereka saling pandang dan mau tidak mau para maid langsung melaksanakan perintah Zee, gudang itu memiliki satu kamar mandi, meski terlihat kotor namun masih bisa mereka gunakan
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏