Another Person Life

Another Person Life
Rasa Bersalah


__ADS_3

Semua orang yang ada dibelakang orang itu terkejut mendengar panggilan yang di keluarkan oleh orang itu.


Sedangkan Quirin mengenal suara itu, ia membalikkan badannya dan melihat kearah sumber suara, betapa terkejutnya Quirin melihat seseorang yang sangat ingin di jauhi kini memanggil nama Quiran.


Bahkan Quirin melihat sangat ramai disekeliling orang itu, ia tidak habis pikir, orang itu membongkar rahasianya begitu saja.


"Dia mengetahui Quiran" batin Quirin yang masih dalam keterkejutannya


Quirin merasakan sesak didadanya, ia benar-benar terkejut dan berusaha menetralkan rasa keterkejutannya, orang yang tidak disangka-sangka kini mengetahui rahasianya.


Wajah Quirin terlihat pucat pasi, ia dengan cepat menetralkan reaksi wajahnya sambil menutup mata dan menghela nafas panjang lalu membuka mata itu "Aku sangat suka melihat darah yang sangat banyak" ucap Quirin tersenyum smirk berusaha mencoba meniru gaya Quiran


Orang itu terkejut, ia sangat tidak ingin Quiran mengotori tangan Quirin dengan noda darah "Quiran, kau tidak perlu mengotori tanganmu, masukkan saja dia kerumah sakit jiwa sama seperti Darla" ucap orang itu sambil berjalan mendekati Quirin


Deg


Deg


Jantung Quirin seakan melompat keluar "Ternyata firasatku selama ini benar, dia mengetahui semuanya, tapi bagaimana bisa dia mengetahuinya?, Aku sudah menyimpan rahasia ini dengan sangat rapat dan mengapa dia tidak menceritakannya padaku" batin Quirin menatap orang itu dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya


"Dari kapan kau mengetahui keberadaan dia?" tanya Quirin yang sudah meneteskan air matanya


Setelah mendengar pertanyaan itu langkah kaki orang itu terhenti, ia langsung tersadar dan juga terkejut.


Orang itu menatap Quirin dengan intens "Kau Quirin?" tanya orang itu yang tidak lain adalah Zee


#Flashback On


Saat itu, bertepatan Zee sedang bersama dengan Xeno, mereka berada di dalam apartemen sambil melihat-lihat dokumen perusahaan.

__ADS_1


Ting


Bunyi ponsel Zee.


Keduanya langsung menoleh kearah ponsel yang berada di atas meja, Xeno merasa heran karena tidak sembarang orang bisa mempunyai nomor ponsel Zee.


Jika itu anggota keluarga maka mereka akan menelpon, tapi kali ini bunyi ponsel Zee hanya sekali.


Zee meletakkan dokumen itu dan mengambil ponselnya, ia melihat pesan masuk lalu membukanya


Isi pesan


"Ikuti GPS ponselku" tulis Quirin


Zee sedikit heran dengan isi pesan itu dan langsung mencari GPS ponsel Quirin, ia membulatkan matanya karena melihat GPS itu berhenti di tengah-tengah hutan.


"Hutan?, untuk apa dia kehutan?" ucap Xeno heran, ia tetap mengikuti langkah Zee serta langsung mengeluarkan ponsel untuk memanggil Vano


Zee bergegas memasuki mobil dan diikuti oleh Xeno, lalu Xeno menatap Zee terus menerus sebagai meminta penjelasan.


Zee merasa risih dengan tatapan Xeno, ia langsung menjelaskannya agar Xeno tidak menatapnya seperti itu lagi "Quirin mengirimkan GPS, Setelah mencari GPS-nya, aku melihat terdapat di tengah hutan, sepertinya dia butuh pertolongan" ucap Zee sambil membawa mobilnya dengan kecepatan penuh


#Flashback Off


Zee melihat tatapan Quirin, lalu Zee mengedarkan pandangan ke sekelilingnya"Aku lupa jika mengajak mereka" batin Zee merasa bersalah pada Quirin


"Maafkan aku" ucap Zee pelan sangat merasa bersalah, padahal dirinya sendiri tidak ingin membongkar identitas Quirin.


Semuanya menatap Zee dengan ketidakpercayaan mereka, Xeno dan Keempat bodyguard lainnya terkejut mendengar ucapan pelan yang keluar dari mulut Zee.

__ADS_1


"Pertama kalinya aku mendengar Zee meminta maaf, dan Hanya dia juga yang bisa mengirim pesan dan langsung di baca oleh Zee, jika saja itu keluarga besarnya, maka Zee langsung menghapus pesan itu" batin Xeno


"Nona Quirin benar-benar luar biasa, dia bahkan bisa membuat tuan muda Zee meminta maaf padanya" batin Vano


"Dia sangat cocok menjadi pasangan tuan muda" batin Arnius


"Untuk pertama kalinya aku mendengar kata maaf dari tuan muda" batin Gavin


"Nona muda kami sangat keren" batin Staren dengan mata yang berbinar


Kelima orang itu tidak berfokus pada panggilan Zee pada Quirin, tapi mereka terfokus pada ucapan maaf yang keluar dari mulut Zee


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2