Another Person Life

Another Person Life
Ruanganku Yang Dulu


__ADS_3

Quirin menunggu diluar dengan perasaan yang tidak menentu "Lama sekali!" gumam Quirin sambil melihat jarum jam yang berada didinding seberang


Setelah menunggu lama, akhirnya Zee keluar dari kamarnya "hanya mengganti baju saja, kau bisa memakan waktu selama ini" celoteh Quirin sambil berbalik melihat kearah Zee


Ketika berbalik Quirin menganga sempurna, ia tidak menyangka bisa melihat Zee menggunakan pakaian santai, ia menggunakan kaos berwarna putih dan celana jeans biru, serta rambut tampak berantakan, namun penampilan itu jauh lebih tampan jika dibandingkan dirinya memakai pakaian formal


"Berhenti menatapku seperti itu, kau bisa benar-benar jatuh cinta padaku" ucap Zee sambil berjalan melewati Quirin yang sedang kebingungan


"Hanya orang gila yang jatuh cinta pada tuan muda sepertimu" ucap Quirin sambil mengikuti langkah Zee dari belakang


Saat turun kebawah, para maid melihat interaksi Zee dan juga Quirin "Sepertinya nona sangat baik, lihat saja, bahkan tuan muda tidak marah walau nona sudah memukul punggung tuan muda serta memarahinya " batin Alica


"Dasar wanita tidak tau diri, bagaimana bisa tuan muda mengenal wanita seperti itu?, apa bagusnya dia?, pasti perempuan sepertinya hanya menginginkan status dan harta tuan muda" batin Lea kesal, ia sangat tidak suka melihat Quirin berdekatan dengan Zee


Saat sudah dibawah, Zee melihat maid sedang berkumpul, ia melirik kearah Lea dengan tajam, Lea yang menatap Quirin tersentak kaget lalu menunduk "aku membayar kalian bukan untuk berdiam diri" ucap Zee dengan dingin


Semua maid tersentak kaget, mereka langsung membubarkan diri untuk mengerjakan tugas masing-masing, berbeda dengan Alica, ia masih berdiri disana sambil menatap kearah Quirin


"Aku yakin dia ingin bertanya tentang perihal masalah tadi" batin Quirin


Saat Zee ingin membuka mulutnya, Quirin menahan lengan kekar itu, ia berjalan mendekati Alica "Ada yang ingin kau bicarakan padaku?" tanya Quirin dengan santai


Alica benar-benar terpesona melihat wanita didepannya "Ada nona" ucap Alica sambil mengangguk


"Tapi aku sedang terburu-buru, apa kita akan berbicara nanti?" ucap Quirin sambil tersenyum lembut pada Alica


"Pantas saja tuan muda terlihat lembut pada nona, lihatlah!, nona sangat lembut dan juga cantik" batin Alica


Quirin melihat Alica termenung "Bisakah kita berbicara nanti saja?" tanya Quirin untuk yang kedua kalinya


"E-eh Baik nona, maaf sudah membuang waktu nona" ucap Alica sambil membungkuk dan berlalu pergi


Quirin hanya mengangguk, lalu berbalik sambil berjalan mendekati Zee "Apa ada masalah?" tanya Zee sedikit penasaran


"Hanya masalah kecil, tidak perlu dipikirkan, aku bisa mengatasinya" ucap Quirin sambil berjalan sejajar dengan Zee

__ADS_1


"Terserah" ucap Zee datar, tapi berbeda dengan mulutnya, ia sangat penasaran masalah apa yang diperbuat oleh Quirin


Ia mengeluarkan ponselnya lalu mengirim sebuah pesan singkat pada Xeno


Zee ingin berjalan ketempat penyimpanan mobil, tapi Quirin menghentikannya "Terlalu lama jika mengambil mobilmu, gunakan mobilku saja" ucap Quirin sambil memberikan kunci mobilnya pada Zee


Keduanya masuk kedalam mobil bersamaan, Zee menggunakan kecepatan penuh hingga dalam sekejap mereka sudah sampai di depan gerbang mansionnya.


Semua penjaga dengan cepat membuka gerbang itu, Zee keluar dari gerbang langsung membawa mobil itu dengan kecepatan penuh"Tuan dan nona ingin pergi kemana?, terlihat sangat terburu-buru" batin Felix sambil menutup pintu gerbang kembali


"Kita pergi kemana?" tanya Zee pada Quirin


"Aku juga tidak tau" ucap Quirin sambil menaikkan bahunya sambil memikirkan Xia


Zee langsung menghentikan mobilnya dengan cepat "Jika tidak tau, untuk apa kita pergi?" tanya Zee sedikit kesal


Quirin tersentak kaget, Karena berhenti mendadak membuat dahinya hampir terbentur "Hei!, Aku masih belum mau mati!" bisakah berhenti dengan perlahan?" ucap Quirin dengan kesal


"Boleh saja khawatir tapi berpikirlah terlebih dahulu, sekarang kita tidak memiliki tujuan" ucap Zee dengan menatap tajam kearah Quirin


Quirin melihat tatapan menusuk seperti elang itu, ia membenarkan perkataan Zee, karena merasa sangat khawatir hingga membuatnya lupa menghubungi ponsel Xia kembali


Saat nomor itu tersambung, Quirin sedikit merasa lega "Xia kau dari mana saja?, kenapa tidak menjawab pertanyaanku?" tanya Quirin santai


"Datanglah kerumah sakitku" ucap orang diseberang sana dengan nada sedih


Quirin merasa familiar dengan suara itu, fikirannya sudah menjalar kemana-mana tapi dirinya tetap ingin memastikan "Siapa ini?, untuk apa kerumah sakit?" tanya Quirin dengan nada mulai khawatir


"Aku dokter Al, nanti akan ku jelaskan" ucap Al diseberang sana


Quirin masih terkejut mendengar siapa orang yang mengangkat ponsel Xia "Dokter Al?, apa terjadi sesuatu dengan Xia?" tanya Quirin dengan membelalakkan matanya


Zee masih melihat kearah Quirin, ia juga merasa heran, sedangkan Quirin juga melihat kearah Zee, hingga kedua mata mereka bertemu


"Segeralah kemari, aku menunggumu" ucap Al sambil mematikan sambungan ponselnya

__ADS_1


"Kerumah sakit sekarang" teriak Quirin sambil menatap Zee


Zee langsung membawa dengan kecepatan penuh, keduanya hanya diam "apa yang terjadi padamu?, Aku berharap semua yang aku pikirkan tidak menjadi kenyataan, jangan membuatku takut seperti ini" batin Quirin


"Kau sama berharganya dengan Yvon, kalian berdua juga sama pentingnya untukku, biarpun mulutmu sangat beracun dan itu sangat berbeda dengan Yvon yang sangat bijak, tapi itu adalah karakter kalian masing-masing" batin Quirin sambil menatap keluar kaca mobil


"Dia sangat khawatir pada Xia, aku berharap Xia baik-baik saja dan tidak membiarkan Quirin lelah hanya kerena memikirkannya" batin Zee sambil melirik sekilas kearah Quirin yang termenung


Biarpun Xia adalah sahabat Quirin, Zee tetap tidak rela melihat Quirin menghawatirkan sabatnya itu, karena itu bisa membuat kesehatan Quirin menurun, yang ditakutkan oleh Zee adalah ia tidak bisa membalaskan dendamnya pada keluarga Alister karena terlalu fokus mengkhawatirkan Xia.


Setelah sampai dirumah sakit, Quirin langsung berlari memasuki ruang sakit, ia meninggalkan Zee yang sedang memarkirkan mobil


"Cepat sekali larinya" batin Zee sambil melihat punggung Quirin yang sedang berlari


Quirin langsung menuju ketempat resepsionis "diruangan mana Dokter Al berada?" tanya Quirin dengan nafas tersengal-sengal


"Dilantai atas Ruang VIP nomor 1 nona" ucap resepsionis itu, ia sudah di beritahukan oleh Al jika ada yang mencarinya maka langsung menemuinya di ruangan pasien


"Ruanganku yang dulu" batin Quirin, tanpa meninggalkan sepatah kata, ia berlari menuju lift lalu menekan tombol itu beberapa kali karena rasa kekhawatirannya


Setelah memarkirkan mobil, Zee juga berlari masuk kedalam rumah sakit, semua karyawan disana membungkuk hormat, tanpa Zee membuka mulut para karyawan sudah mengetahui jika kedatangannya bermaksud untuk menemui dokter Al "Dokter Al berada dilantai atas tuan muda" ucap reception itu lagi


Bersambung ...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment

__ADS_1


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2