
Tawa itu terdengar sangat menyeramkan, Calis bahkan terkejut dengan perkataan Quirin, ia tidak pernah tau mengenai pemilik harta Alister, yang ia tau bahwa kepala keluarga akan memegang hak penuh atas harta milik keluarganya.
Jadi, bagaimana mungkin pemilik harta itu bukan kepala keluarga?. pertanyaan itu muncul di benak Calis
Calis terlihat seperti orang linglung, ia menunduk dan masih tidak percaya dengan perkataan Quirin "bagaimana mungkin?" pertanyaan itu spontan keluar dari mulut Calis.
Calis bahkan melupakan rasa sakit di wajah dan tangannya, fakta itu membuat jantungnya seakan ingin keluar dari tubuhnya.
Quirin tersenyum sinis, ekspresi yang di keluarkan Calis diluar ekspektasinya "kau tidak tau?, ah tentu saja, kau hanya berpikir bahwa semua ini milih ayah karena dia adalah kepala keluarga. Tapi aku tidak perduli dengan pikiranmu ... satu hal yang harus kau tau, anakmu akan hancur sama seperti yang kau lakukan pada ibuku, bahkan aku juga mengetahui bahwa kau telah memasukkan obat kedalam minuman ayah setiap hari" ucap Quirin sambil tersenyum.
Lagi-lagi Calis tidak bisa berkata-kata, semua perbuatannya telah dibongkar oleh anak yang dulu di siksanya, ia bahkan tidak bisa berpikir lagi karena Guncangan yang di berikan Quirin mampu membuat Calis tak berdaya.
"Kau tau semua itu?" Calis bertanya dengan kepala menunduk, ia sungguh tidak percaya bahwa anak yang dulunya sangat lugu dan bodoh ternyata tau perbuatannya di masa lalu bahkan sekarang dia membalas perbuatan mereka semua dengan cara yang mereka lakukan dulu.
"Haha ... terkejut?, kau masih tidak mengerti setelah apa yang sudah aku lakukan hari ini?"
Seketika Calis menengadahkan kepalanya, ia menatap Quirin dengan penuh tanda tanya "Cctv?"
Quirin yang tidak suka melihat wajah kebingungan itu, kembali mengangkat kakinya dan melayangkan sebuah tendangan di wajah itu "apa menurutmu kau tidak terlalu terlambat untuk menyadarinya?"
"Arghhhh"
Calis begitu terkejut dengan tendangan Quirin yang baru saja melayang ke wajahnya.
Ia oun memegang wajahnya yang sudah memerah bahkan dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah "bagaimana mungkin?"
__ADS_1
Calis yang biasanya selalu menjaga penampilan, kini mengabaikan wajahnya yang sudah berantakan dan justru lebih memikirkan cctv yang sudah merekam perbuatannya puluhan tahun yang lalu.
"Tidak perlu kau pikirkan bibi, karena kau selamanya tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini ... dan aku juga akan melempar tubuh Beymi kehadapan mu, lalu aku akan membuat anakmu hidup bagai di neraka. Tugasmu hanya perlu menunggu kabar dariku" gumam Quirin sambil berbalik dan melangkahkan kakinya.
Calis begitu terkejut dengan melebarkan matanya, setelah melalui berbagai hal dengan Quirin yang sekarang, ia semakin yakin bahwa Quirin akan melakukan perkataan yang sudah keluar dari mulutnya
"Tidak!, tidak!, aku mohon jangan lakukan itu pada Lura!" teriak Calis sambil memaksa menyeret tubuhnya agar bisa meraih kaki Quirin.
Ketika kaki Quirin di hentikan oleh Calis, Quirin justru tersenyum smirk "ketika aku masih kecil kau begitu sombong memamerkan kekuasaan mu padaku. Dan saat ini kau justru sedang memohon padaku?, Bukankah ini sebuah keajaiban?, aku bahkan tidak menyangka hari sial mu begitu cepat menghampirimu"
"Apa kau baru bisa merasa khawatir?, dulu sebelum kau menjebak ayah, apa kau pernah berpikir tentang kekhawatiran seorang anak pada ibunya ataupun sebaliknya?, jawabannya adalah tidak!, jadi kau tidak berhak memohon padaku!"
Quirin menarik kakinya dengan kasar hingga Calis yang tidak siap justru tersungkur dengan tidak elit.
Quirin keluar dari ruangan itu dan langsung menguncinya, ia bahkan bisa mendengar suara Calis yang berteriak untuk berhenti melakukan hal yang bisa membuat Lura hancur.
"Jangan lakukan apapun pada Lura!"
"Semua ini adalah kesalahanku!"
"Jika ingin beri hukuman, maka akulah yang pantas mendapatkannya, bukan Lura!"
"Lepaskan Lura, dia tidak bersalah atas semua ini"
"Aku mohon padamu, kau bisa melakukan apapun padaku, tapi tidak dengan Lura!"
__ADS_1
Calis terus berteriak sambil menangis, ia bahkan berusaha menyeret tubuhnya hingga mencapai pintu dan mulai memukulnya dengan tangan yang masih utuh.
Quirin yang awalnya ingin melangkahkan kakinya, kini memilih untuk berdiri dan menyandarkan tubuhnya di dinding.
"Apakah kau berpikir hanya dirimu yang berhak menindas anak orang lain?, jangan lupa apa yang sudah kau lakukan padaku dan ibuku, bahkan ketika aku tumbuh dewasa, anakmu juga ikut andil dalam rencana mu yang ingin mengeluarkan ku dari rumah ini, lalu kenapa kau berteriak agar aku tidak menyakiti Lura dan meminta pengampunan ku?, kau dan anakmu tidak layak untuk di maafkan!"
"Tolong jangan lakukan itu pada Lura, bagaimanpun dia masihlah adikmu"
Quirin tersenyum smirk "kau masih saja egois, setelah mendengar perkataanmu itu membuatku semakin bersemangat untuk menghancurkan nya, jadi persiapkan dirimu!" ucap Quirin lalau melangkahkan kakinya
Calis membulatkan matanya, ia mulai memukul pintu itu dengan sisa-sisa tenaganya.
Brukk
Brukk
"Tidak!, tidak!"
"Quirin!"
"Kau tidak boleh menghancurkan Lura!, jika kau melakukannya, maka aku tidak akan mengampuni!"
Calis berteriak dengan terus menggedor pintu itu, namun tampaknya Quirin sudah meninggalkan ruangan itu.
Bersambung ...
__ADS_1