Another Person Life

Another Person Life
Bermulut Tajam dan Berani


__ADS_3

Clamy menaruh semua belanjaannya di atas meja kasir, setelah semua pakaian di hitung "Totalnya 30 juta poundsterling" ucap sang kasir sambil tersenyum


Clamy menatap sang kasir dengan tersenyum lebar, ia langsung menoleh kebelakang "Nona, kau sudah mendengar harganya?" tanya Clamy


"Aku mendengarnya, lalu?" ucap Quirin sambil menaikkan satu alisnya


Clamy membuat tubuhnya untuk menghadap Quirin "lalu?, pertanyaan apa itu nona?, tentu saja nona akan membayar semua ini bukan?" ucap Clamy tersenyum ceria


"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Quirin mengerutkan dahinya


Jantung Clamy berdetak sangat cepat, ia seperti merasakan firasat buruk, tapi Clamy menepis semuanya "sekarang bukan waktunya bercanda nona, bukankah nona ingin membelikan ku pakaian?, aku sudah memilih semua ini, jadi tugas nona adalah membayar semuanya" ucap Clamy sambil tersenyum untuk menutupi kegugupannya.


Quirin menatap Clamy dengan tajam "tugas?, dengarkan aku!, aku akan membelikan pakaian untuk mu, tapi dengan yang aku pilihkan, bukan yang dia pilih" ucap Quirin dengan tegas


Clamy terkejut, ia tidak menyangka jika Quirin mengeluarkan kata-kata menyakitkan yang bisa membuatnya malu, lalu Clamy mencoba mengalihkan pandangannya pada Zee dengan tatapan memohon


Zee tidak menoleh kearah Clamy, namun ia tau jika Clamy menatapnya "aku tidak akan mengeluarkan apapun!" ucap Zee dengan datar sambil menoleh kearah Quirin


"Karena baju itu kau yang berikan padanya, jadi itu adalah keputusanmu" ucap Quirin sambil menaikkan kedua bahunya


Clamy bertambah terkejut, ia sangat binggung bagaimana cara untuk membayar semua pakaian yang telah ia rebut "nona, aku tidak punya uang sebanyak itu untuk membayar semua ini" ucap Clamy menunduk


"Kau yang mengambilnya jadi kau yang harus bayar" ucap Quirin datar sambil berjalan pelan melihat pakaian-pakaian lainnya.


Zee tidak tinggal diam, ia berjalan menghampiri Quirin dan menemaninya melihat-lihat.


Clamy berdiri mematung sambil menunduk, kini ia mendengar suara samar hingga terdengar jelas gunjingan para pengunjung


"Dasar tidak tau malu, bisa-bisanya dia meminta nona cantik dan pria tampan itu untuk membayar semua belanjaannya"


"Dia meminta mereka membayar semuanya dengan senyum menjijikkan"


"Ah, aku ingat, saat aku memilih pakaian, wanita ini ada disampingku, ia mengambil semua pakaian yng di pilihkan oleh pria tampan itu, bahkan pria tampan tidak memiliki kesempatan untuk memberikan sebuah pakaian kepada nona cantik"


"Banyak perempuan tidak tau malu seperti dirinya, mereka selalu menggoda pria-pria tampan dan tidak menutup kemungkinan juga mereka akan memanjat tempat tidur tuannya"

__ADS_1


"Aku harap nona itu tidak mendapat perlakuan seperti yang kamu katakan" ucap pengunjung lain


Cacian dan hinaan didapat oleh Clamy, ia mengepalkan kedua tangannya sambil menunduk malu "sial!, kenapa aku mendapatkan perlakuan seperti ini?, bukankah aku adalah temannya?, aku tetap harus memintanya membayar semua pakaian ini, apapun caranya!" batin Clamy


Clamy mendongakkan kepalanya dan mencari keberadaan Quirin dan Zee, setelah melihat mereka, ia berjalan menghampiri keduanya "tuan!" ujar Clamy sambil memegang lengan Zee


Zee yang memunggunginya langsung mengatakan dengan dingin "aku peringatkan untuk yang terakhir kalinya, jangan menyentuhku!"


Clamy menegang mendengar suara dingin nan menusuk, ia kembali ditolak mentah-mentah oleh Zee


"Benar-benar wanita rendahan, dia bahkan berani menyentuh pria tampan itu meski disebelahnya terdapat nona cantik" cibir para pengunjung


Salah satu pengunjung sudah tidak tahan melihat sikap tidak tau malu Clamy "hei wanita miskin!, kau mengambil semua pakaian itu dan meminta mereka membayarnya?, sungguh menyebalkan!, aku sudah banyak melihat wanita tidak tau diri meminta di belikan sesuatu oleh tuan mereka, tapi ini pertama kalinya aku melihat pembantu tidak tau malu seperti dirimu!, jika aku menjadi mereka, sudah di pastikan aku akan mengusir mu keluar dari rumahku dan memilih untuk tidak memeliharamu lagi!" tegas orang itu


Clamy kembali menunduk, ia sudah tidak tahan mendengar kata-kata menusuk dari para pengunjung lalu ia memilih berlari keluar dari tempat itu.


"Aku mengenal suara ini" batin Quirin


Quirin langsung menoleh kearah sumber suara "hai Quirin" sapa orang itu dengan akrab


Orang itu berjalan mendekati Quirin "perkataan bagus, aku suka itu Rea" ucap Quirin sambil tersenyum


"Bagaimana mungkin kau hanya diam saja ketika wanita itu menggoda tuan Zee?" tanya Rea heran


"Mau bagaimana lagi, pacarku ini sangat mengundang perhatian para gadis, aku cukup lelah untuk melindunginya" jawab Quirin santai sambil menaikkan kedua bahunya sambil mengedipkan satu matanya.


Zee yang tadinya diam, kini mulai menatap Quirin dengan tajam.


"Menakutkan" batin Rea melihat tatapan tajam Zee


Quirin tidak memperdulikan tatapan itu "ehm ... sepertinya kita sangat cocok" ucap Quirin santai


Rea memikirkan perkataan Quirin "entahlah aku tidak tau, tapi aku merasa kita sangat dekat" ucap Rea santai


"Tapi tunggu, kenapa kau mempertahankan wanita itu disisimu?, aku mempunyai firasat yang tidak baik tentang dirinya" ucap Rea sambil menatap Quirin

__ADS_1


"Aku ingin menghancurkan wanita itu berkeping-keping" ucap Quirin dengan santai tanpa rasa takut


Rea mengernyit binggung, tapi ia tidak bertanya lebih dalam "aku mengerti, jika kau membutuhkan bantuanku, maka kau bisa menghubungiku kapan saja" ucap Rea sambil tersenyum


Quirin menganggukkan kepalanya "aku harus pergi sekarang, senang bertemu denganmu dan tuan muda" ucap Rea sambil menundukkan kepala pada Zee


"Partner yang sangat aku inginkan, bermulut tajam dan juga berani, hanya satu kekurangannya, yaitu jika berhadapan dengan Xeno maka nyalinya langsung menciut" batin Quirin menggelengkan kepalanya dengan pelan


"Terimakasih atas bantuanmu hari ini, karena perkataanmu itu pasti sangat berarti untuknya, kita akan bertemu lagi dilain waktu, sampai jumpa" ucap Quirin sambil menggandeng lengan Zee dan meninggalkan Rea


"Saat pertama kali bertemu, aku seperti benar-benar pernah melihat wajahnya, tapi dimana?, sampai sekarang aku tidak ingat dimana aku pernah melihat wajah itu" gumam Rea sambil memegang kepalanya


"Sudahlah, suatu saat aku akan mengingatnya kembali" gumam Rea sambil meninggalkan toko pakaian itu


Saat Clamy keluar dari toko, ia langsung berlari kearah toilet dan menumpahkan segala kesedihannya disana.


"Bagaimana sekarang?, aku bukan mendapat sebuah pakaian tapi justru mendapat hinaan" gumam Clamy sambil menitikkan air matanya


Quirin yang baru saja keluar dari toko langsung berjalan kearah toilet "kau tunggu disini, aku akan melihat wajah menyedihkannya dulu" ucap Quirin sambil tersenyum pada Zee


"Jangan terlalu lama membujuknya, aku masih memiliki pekerjaan yang sangat penting" ucap Zee sambil menunggu di luar toilet wanita


"Hapus air matamu, aku sudah membelikanmu beberapa pakaian, jadi kau bisa memakainya sekarang" ucap Quirin sambil menyerahkan tiga buah papperbag


Clamy menghapus air matanya "tidak perlu!, aku tidak akan menerimanya" ucap Clamy sambil membasuh wajahnya dengan kesal


"Aku tidak mempermalukanmu, tapi dirimu sendirilah yang melakukannya, bukankah kau yang mengambilnya dari tangan Zee?, tentu saja dia yang harus membayarnya, bukan aku" jelas Quirin santai


Clamy tetap tidak mendengar perkataan Quirin "jika kau tidak mengambilnya, maka aku akan mengembalikanmu kepada dokter Ethan" ucap Quirin tersenyum


Clamy menegang mendengar nama dokter Ethan "kau mengancamku?!" tanya Clamy yang selesai membasuh wajahnya


"Aku tidak sedang mengancammu, tapi aku hanya memberitahumu, aku bisa membawamu dari sana dan juga bisa ... kau pasti tau kelanjutan dari ucapanku" ucap Quirin dengan santai


"Aku memintamu menjadi temanku karena aku menyukaimu, tapi karena kau tidak menyukaiku, maka aku akan mengembalikanmu pada dokter Ethan, tentu itu hal yang sangat mudah bagiku" ucap Quirin sambil menaruh ketiga papperbag itu lalu meninggalkan toilet.

__ADS_1


Quirin tiba-tiba menghentikan langkahnya sejenak "jangan lupa, pilihannya tetap ada padamu" ucap Quirin sambil melanjutkan langkahnya


Bersambung ...


__ADS_2