Another Person Life

Another Person Life
Kalian Adalah Adik ku


__ADS_3

"Apa wajahku ini terlihat sedang bercanda?, sepertinya tidak!" ucap Quirin sambil menggelengkan kepalanya.


"Memang tidak!" jawab Zee sambil mengunyah makanan dengan santai.


Setelah selesai merekapun kembali ke kamar masing-masing dan Zee membawa laptop Quirin ke kamarnya. Sedangkan Quirin tengah melupakan barang tersebut.


...****************...


Feryun pergi ke kamarnya, ia pun melampiaskan semua amarahnya di dalam kamar itu.


Setelah cukup puas melampiaskan amarahnya, Tiba-tiba saja ponsel Feryun mulai berdering.


Feryun mengatur nafasnya dan melihat nama yang tertera pada ponselnya "Adik?" gumam Feryun.


Saat itu juga Feryun mengangkat panggilan itu. "Kakak, kenapa kau lama sekali mengangkat panggilan ku?, padahal ada kabar baik yang ingin aku sampaikan" ucap orang yang ada di seberang sana dengan nada kesal.


Feryun yang mendengar itu pun tertawa kec "Maafkan kakak, bukankah kau tau bahwa kakak memiliki banyak pekerjaan?, kabar apa yang ingin kau sampaikan pada kakak?" tanya Feryun sambil mengerutkan dahi nya.


"Kami sudah menemukan petunjuk tentang mereka, ternyata dia tinggal di negara yang sama dengan kami kak" ucap seseorang itu.


Mata Feryun pun berkaca-kaca, ia pun mulai mengingat, dulu saat dirinya masih berusia 3 tahun, sang bibi begitu sangat menyayanginya.


Walau Feryun orang yang begitu galak serta keras, tapi ia tumbuh dengan memiliki hati yang baik dan diri nya begitu sangat menyayangi adik nya.


Ia bahkan sangat merindukan sang bibi, setelah lama berpisah, kini harapan Feryun akan segera terkabulkan.


Dengan mata berkaca-kaca dan berbinar, Feryun tampak sangat bersemangat "Apa kau yakin?, bukan kah kita sudah mencari nya di sana, tapi justru kita tidak menemukan apapun" ucap Feryun yang mulai mengingat bagaimana usaha mereka terus mencari keberadaan bibi nya itu.


"Aku sangat yakin kak, tapi .... "


Feryun terkejut ketika tidak mendengar suara adiknya itu, ia mengira bahwa adiknya sudah tidak di sana lagi.

__ADS_1


"Dik, Apa kau masih di sana?, Lanjutkan saja perkataan mu" ucap Feryun yang sangat penasaran dengan perkataan adiknya yang terjeda.


Feryun bisa mendengar hembusan nafas kasar di telinganya "Bibi sudah lama meninggal kak" ucap orang yang di seberang sana dengan pelan.


Feryun yang mendengar itu merasa sangat terkejut, jantungnya bahkan berdebar sangat kencang, bibi yang sangat di sayangi nya kini telah tiada.


Air mata Feryun bahkan menetes dengan sendiri nya "Apa!, kenapa bibi bisa tiada?," ucap Feryun dengan meninggikan suaranya.


"Aku tidak bisa menjelaskan nya melalu ponsel. Kakak bisa bertanya pada anak bibi secara langsung, karena dia sudah berada di Singapura, tempat dimana keluarga besar kita berada" ucap orang itu lagi.


Lagi-lagi Feryun terkejut, pasalnya seluruh keluarga besar mereka berada di Singapura.


"Kenapa dia berada di sini?!, untuk apa dia berada di sini?, bukankah itu terlalu berbahaya?, kenapa kau tidak mencegahnya?" ucap Feryun dengan sedikit meninggikan suara nya.


"Maafkan aku kak, aku dan papa tidak bisa mencegahnya pergi, dia sangat menakutkan dan dia bahkan memiliki alter ego, kami juga baru mengetahuinya dan tiba-tiba saja dia berpamitan untuk berangkat ke Singapura. Aku juga baru bisa menghubungi mu karena aku memiliki kesibukan sendiri" jelas orang itu.


Feryun menghela nafas kasar "Bagaimana ini?, akan sangat berbahaya jika dia di ketahui oleh nenek, bahkan sampai sekarang nenek belum memaafkan bibi. aku juga tidak tau wajah nya seperti apa." ucap Feryun sambil berjalan memutar-mutar.


Feryun yang mendengar itu hatinya tiba-tiba melunak "Aku akan ingat nam nya, kalian berdua adalah adik ku, tentu aku akan menjaga kalian" ucap Feryun sambil tersenyum.


"Baiklah kak, jaga diri mu sendiri, aku, ibu dan papa, baik-baik saja di sini. Beruntung kami tidak dalam pengawasan nenek lagi" ucap orang itu dengan kesal ketika mengatakan kalimat terakhir nya.


Sambungan itu terputus, dan sebuah pesan masuk kedalam ponsel Feryun.


Ting


Feryun yang melihat itu tersenyum cerah. "Dia mirip sekali dengan bibi, aku harus mencarinya, tapi tidak bisa menggunakan orang dalam keluarga besar" gumam Feryun sambil memandang foto adik nya itu.


Feryun menyimpan ponsel nya, ia pun langsung keluar dari mansion "bos, kau ingin pergi kemana?" tanya Kiryu yang terkejut karena melihat Feryun melangkah dengan cepat.


Feryun menghentikan langkah nya dan menoleh kearah Kiryu. "Kau ikutlah dengan ku, ada hal yang harus aku pastikan" ucap Feryun sambil masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Kiryu yang sedikit binggung mencoba mengikuti arahan Feryun, ia pun tidak membantah dan tetap menaiki mobil itu.


Feryun menyetir dengan kecepatan tinggi, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan adik nya itu, walau dulu bibi nya pergi tepat dirinya memasuki usia 4 tahun.


"Bibi, kenapa kau pergi secepat ini?, apa kau tidak menyayangi ku?, bahkan kau belum melihatku tumbuh dewasa" gumam Feryun yang tiba-tiba saja meneteskan air mata nya.


Kiryu duduk di samping pengemudi, ia melihat Feryun meneteskan air mata nya dan juga mendengar gumam man pria itu.


"Bos, apa kau tidak lelah mengingat bibi terus menerus?, bahkan kau sudah mencarinya ke seluruh penjuru dunia, tapi kau sama sekali tidak menemukan jejak nya, aku tidak sanggup melihat kau meneteskan air mata untuk orang yang telah keluar dari rumah keluarga besar" batin Kiryu sambil menatap keluar jendela.


Kiryu mempunyai tiga pekerjaan, ketika dia di rumah, maka pekerjaannya adalah menjadi hacker dan sekretaris pribadi. tapi, ketika berada di kantor, ia akan menjadi asisten pribadi Feryun.


Karena, nenek Feryun sangat menjaga ketat cucu nya itu, Feryun adalah cucu pria satu satunya. Dan neneknya berharap Feryun akan mewarisi kekayaan keluarganya dan menikah dengan wanita kelas atas.


Feryun bahkan tidak leluasa bergerak, karena itulah dia membuat Kiryu melakukan 3 pekerjaan sekaligus. Agar neneknya tidak curiga atas apa yang di lakukan nya.


"Nenek, semua salah mu, jika saja nenek tidak membuat pilihan seperti itu, maka bibi pasti masih berada di sisi ku" ucap Feryun sambil memukul stir.


Kiryu yang ada di sampingnya merasa terkejut. ia menoleh dan menatap Feryun "kau sudah menemukan bibi?" tanya Kiryu dengan serius.


"Dia sudah tiada" ucap Feryun yang kembali meneteskan air mata nya.


Kiryu benar-benar terkejut, bagaimana bisa orang yang mereka cari sudah meninggal dunia?.


"Bukankah kita tidak pernah menemukan nya?, lalu bagaimana bisa kau mengetahuinya bos?" tanya Kiryu heran.


"Dia ada di Inggris, dan adik ku baru saja mengabari ku bahwa anak bibi berada di Singapura" jelas Feryun.


"Maksud mu Rea?" tanya Kiryu dengan menatap Feryun dengan intens.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2