Another Person Life

Another Person Life
Nona Trending Topik


__ADS_3

"Apa yang harus aku lakukan sekarang?, dia berubah menjadi orang yang sangat kejam. Kenapa dulu aku tidak membunuhnya saja" gumam Calis dengan memukul pintu itu berulang kali.


Calis mengeram marah ketika mengingat perkataan Quirin "sial!, sial!, aku harus meminta pertolongan pada siapa?" gumam Calis dengan berderai air mata.


...****************...


Quirin keluar dari ruang bawah tanah, ia pun tidak menggantung kunci itu melainkan mengambil kunci itu dan memasukkannya kedalam sakunya.


"Aku harus mengamati pergerakan ayah, aku tidak ingin orang tua bodoh itu memiliki kesempatan menemui istri tercintanya itu" gumam Quirin sambil melenggang pergi.


Di sisi lain, Beymi meminta cuti beberapa hari dari Grizo, ia tengah mengunjungi anaknya yang berada di rumah sakit.


Melihat kondisi sang anak membuat Beymi mengeram marah "Aku akan membalas mu Quirin!, jika nona Lura masuk kedalam keluarga itu, maka dia akan menendang mu keluar dari rumah alister" gumam Beymi sambil mengepalkan kedua tangannya.


Beymi tengah menjalankan rencana yang sudah di atur nya dengan Calis, ia menyebarkan rumor mengenai tuan muda Max yang telah melecehkan Lura tapi dirinya tidak mau bertanggung jawab.


Sedangkan Lura, justru menjalankan rencananya sendiri, ia tidak menjalankan rencana yang sudah Beymi atur, yaitu menyebarkan rumor bahwa Quirin telah menyiksa ibunya dengan cara yang kejam, bahkan mengusir dirinya dari rumah Alister.


Rumor itu tersebar dengan sangat cepat, Quirin yang baru saja kembali, memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Tiba-tiba ponsel Quirin berbunyi.


"Ting"

__ADS_1


Quirin memeriksa ponselnya dan melihat sebuah pesan yang dikirim oleh Zee


"Kau sungguh hebat, baru beberapa jam keluar dari rumah sakit kau sudah menjadi trending topik"


Isi pesan itu membuat Quirin mengernyitkan dahinya "trending topik?" gumam Quirin tidak mengerti.


Quirin pun mencari trending topik yang di maksud oleh Zee, ternyata ada dua rumor yang beredar.


"Haha ...ini sangat menyenangkan, yang satu menginginkan nona nya masuk kedalam keluarga kaya raya, dan yang satu lagi justru tidak mendengarkan rencana pelayannya dan mencoba menjatuhkan ku. Apa mereka tidak berpikir bahwa kedua rumor itu tidak akan membantu dan justru bisa menghancurkan mereka?." gumam Quirin tersenyum smirk.


"Sejak aku masuk kedalam tubuh ini, aku bahkan tidak memiliki waktu untuk bersantai" lanjut Quirin sambil menghela nafasnya.


Quirin bangkit dan keluar dari kamarnya, ia mulai berjalan melewati kamar Grizo ada rasa khawatir di hatinya "aku merasa kecewa dengan sikapmu, kau yang sebagai kepala keluarga justru tidak bisa mengambil sikap tegas, aku akan membiarkan racun itu menggerogoti mu agar kau tau bagaimana sebuah rasa sakit yang tidak tampak tapi begitu menyakitkan" gumam Quirin menepis rasa cemasnya dan keluar dari mansion.


"Baiklah, aku akan memulainya dari Beymi terlebih dahulu, karena kau tidak mendengar peringatan ku dan sangat menginginkan kehancuran, maka aku akan mengabulkannya dengan senang hati." gumam Quirin sambil membunyikan seluruh jari-jarinya.


Saat Quirin melangkah masuk kedalam rumah sakit, mereka melihat Quirin dengan tatapan mencemooh, tapi Quirin tampak tidak perduli, ia justru berjalan dengan santai memasuki lift untuk menuju lantai VVIP.


Setelah lift terbuka, benar saja, Quirin bisa melihat bahwa semua orang tengah berkumpul di sana.


Semua mata orang-orang itu tertuju pada suara lift "Lihatlah, nona yang sedang trending topik tengah menghampiri kita" ucap Staren sambil tertawa kecil.


Quirin yang berjalan semakin mendekat mendengar ejekan Staren, ia pun menatap Staren dengan tajam.

__ADS_1


Sedangkan Staren yang melihat tatapan itu langsung menutup mulutnya dengan rapat.


"Zee, aku membutuhkan 3 orang ini, apa kau memberi izin?, dan aku juga ingin membawa orang yang bernama Max, bisa kah kau menghubunginya dan menyuruhnya untuk datang ke mansion Alister?" tanya Quirin lagi.


Zee mengangguk dan langsung mengeluarkan ponselnya dan mengirim sebuah pesan untuk mendatangi mansion Alister.


Seseorang yang duduk jauh dari mereka menatap Quirin dengan tajam, pikirannya masih di selimuti oleh rasa bencinya terhadap Quirin, ternyata perkataan temannya tidak mempengaruhi pikirannya.


Quirin merasakan tatapan itu, ia seolah tidak memperdulikannya "Staren, Vano, dan Arnius ikut denganku, lalu untuk yang lain tolong bantu aku menjaga Xia" ucap Quirin sambil melipat tangannya hingga kedua telapak tangannya menyatu.


"Baiklah nona, untuk urusan Xia, nona bisa serahkan padaku" ucap Gavin sambil tersenyum.


"Tapi nona ... " Vano ingin membantah dan lebih memilih untuk menjaga Xia, tapi Quirin justru menoleh kearah Vano dan melorotkan matanya "baiklah nona" jawab Vano dengan senyum terpaksa.


Vano bahkan masih mengingat pembalasan Quirin padanya, jadi ia tidak ingin kejadian itu terulang lagi padanya.


"Aku akan ikut padamu," sarkas Zee secara tiba-tiba.


"Terserah padamu" ucap Quirin dengan santai.


Mereka keluar dari rumah sakit dan tatapan orang-orang kembali menatap Quirin. Zee yang berada di belakang Quirin menoleh kearah orang yang menatap wanita di depannya itu.


Seketika, orang-orang itu terkejut dan mengalihkan pandangannya kearah lain.

__ADS_1


Setelah sampai di parkiran, Quirin mengatakan tujuannya membawa ketiga orang itu "aku membawa Vano untuk memberitahu rumah sakit mana yang di tuju oleh anaknya Beymi, lalu dua orang lainnya membantu mengangkat gadis itu, dan kau ... " diakhir kalimatnya yang masih menggantung, Quirin menunjuk Zee "kau hanya perlu menonton saja, tidak perlu melakukan apapun" lanjut Quirin lalu memasuki mobilnya.


Bersambung ...


__ADS_2