
Di Negara Asia
Terdapat sepasang kekasih yang sedang merayakan sebuah keberhasilan atas kerja sama yang mereka lakukan.
"Hahaha... aku sangat senang sayang, akhirnya aku bisa menikmati harta kekayaan papa sepenuhnya" ucap wanita itu
#Flashback on
Xura memiliki adik berbeda ibu, walau berbeda ibu Xura sangat menyayanginya, Xura yang berumur 5 tahun yang semasa kecilnya ceria harus rela kehilangan ibunya sejak kecil akibat penyakit yang di derita sang ibu.
Hal itulah yang telah membuat Xura menjadi pribadi yang dingin dan acuh tak acuh
Setelah 2 tahun berlalu sang papa yang melihat anaknya menjadi acuh tak acuh berfikir untuk menikah lagi, sang papa membawa seorang wanita cantik dan baik
Keluarga Xavier yang awalnya menduduki posisi orang terkaya ke - 30 seasia. Kini bisa menduduki posisi ke - 5 seasia atas kekayaannya, semua berkat kerja keras papa dan mama yang selalu membantu papa di perusahaan.
Saat usia pernikahan mereka menginjak 1 tahun, mama memiliki bayi bernama Cassia Aileen Xavier
Mereka hidup bahagia,
20 tahun berlalu~
"Papa selalu saja hanya memikirkan kak Xura, aku juga ingin dilibatkan dalam perusahaan seperti kak Xura" ucap Cassi
"Bukan papa tidak ingin melibatkan mu dalam perusahaan, hanya saja kau belum pantas memegang kendali, sedangkan Xura saat umur 20 tahun sudah mampu mengembangkan perusahaan, bukan sepertimu yang hanya bisa berfoya-foya" bentak papa
"Aku sudah belajar di luar negeri, aku bisa membuat perusahaan papa lebih maju" ucap Cassi marah
"Keputusan papa sudah bulat" ucap papa langsung pergi meninggalkannya
"Aku sangat membenci papa" ucap Cassi berteriak pergi dengan keadaan marah
Xura yang mendengar mereka bertengkar pergi dengan malas, tanpa dilibatkan dalam perusahaan, Xura sudah cukup pusing dengan perusahaannya sendiri yang ia beri nama Sterfolia group.
Xura yang sudah menjadi orang nomor 1 terkaya seasia tidak menunjukkan jati dirinya, Xura selalu memakai topeng yang ia buat untuk melindungi jati dirinya
Keluarganya sendiri tidak mengetahui Xura mempunyai perusahaan bahkan melampaui kekayaan keluarganya, Xura selalu terlihat menangani perusahaan papanya.
Saat ia pergi, mama tiba-tiba muncul dan meraih tangan Xura
"Apa kau sangat ingin mengurus perusahaan?" tanya mama geram
"Ha? kenapa mama berkata begitu? apa wajahku ini terlihat seperti orang yang ingin mengurus itu? apa aku terlihat terlalu santai?" tanya Xura marah
"Kalau begitu jawab, atau biarkan adikmu yang mengurus perusahaan!" ucap mama
"Kalau dia mampu mengurus perusahaan, ya sudah ambil saja" ucap Xura acuh tak acuh
"Lagipula aku tidak menginginkan perusahaan itu aku juga sangat lelah" tambahnya
"Kau ini... kalau aku yang meminta pada papamu, dia tidak akan memberinya, harus kau yang bicara" ucap mama geram
"Itu urusan kalian, jangan libatkan aku" ucap Xura dingin
"Hah sudahlah, kau tidak membantu sama sekali" ucap mama langsung pergi
Xura tidak menyangka, mama yang dulunya selalu baik dan tidak membeda-bedakan berbagai hal apapun, kini harus berdebat dengannya karena masalah perusahaan papa.
Cassi yang tidak terima dengan perlakuan tidak adil sang papa terhadapnya, kini mencoba berbagai cara untuk membunuh papa
Cassi yang memiliki sifat yang sangat ambisius, dan licik yang selama ini di tutupi dengan kecantikan, membuatnya tak habis akal untuk membuat rencana, hingga suatu hari ia berhasil membunuh sang papa
Saat pagi tiba, papa masuk kedalam mobil dengan niat ingin berangkat ke kantor, ditengah perjalanan di daerah yang memiliki jurang yang sangat dalam, ada sebuah mobil mewah dengan kecepatan penuh menabraknya dari belakang, hingga membuat mobil yang di kendarai oleh papa masuk jurang
Cctv yang berada di jalan saat itu tiba-tiba mati selama 5 menit dan tidak dapat merekam peristiwa naas tersebut
__ADS_1
"Papa, sebenarnya aku sangat menyayangimu, tapi kau juga yang membuatku benci akan ketidakadilan mu itu padaku" gumam Cassi tersenyum smirk
Setelah mama mendapat kabar kecelakaan suaminya, mama sangat syok hingga membuat jantungnya kambuh lalu iapun pingsan.
Mengetahui hal itu, seorang pelayan merasa panik dan segera menelpon ambulance agar dapat membawa nyonya ke rumah sakit
Setelah siuman, mama justru berlari ke luar rumah sakit dan berusaha mencari papa ke rumah sakit yang telah diberitahukan
Sesampainya di rumah sakit, mama menuju ke resepsionis untuk menanyakan kamar papa
"Permisi, kamar pasien yang bernama Ravendey Xavier ada dimana ya? tolong mbak cek sebentar, saya istrinya, Victoria Carissa" tanya Victoria panik
"Eemm itu bu... " ucap resepsionis gugup setelah mengecek nama pasien
"Itu apa? cepat katakan, jangan diam saja.." ujar Victoria semakin panik
"Tuan Xavier ada di kamar...." belum selesai resepsionis menjawab tiba-tiba seorang dokter mendekat
"Maaf, ibu ingin menjenguk siapa?" tanya dokter
"Suami saya, Ravendey Xavier dok" ucap Victoria dengan cepat
"Oke, ibu ikut saya sebentar" ujar dokter
Victoria hanya mengikuti langkah kaki sang dokter, ia yang saat itu merasa cemas sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba ia dihentikan oleh dokter di depan sebuah kamar.
"Dokter, apa maksudnya ini? kenapa berhenti? kenapa saya dibawa untuk melewati kamar ini? dimana kamar suami saya? apakah di sana?" tanya Victoria tak henti-henti sambil menunjuk ke kamar di ujung koridor
"Bukan di sana bu, di sana juga merupakan kamar mayat" ujar dokter
Ya benar, mereka berhenti tepat di depan kamar mayat. rumah sakit besar itu memiliki 2 kamar mayat yang hanya memiliki sedikit pencahayaan seperti remang-remang
Dokter pun seketika menjelaskan bahwa saat ditemukan kondisi pasien sangat kritis dan pasien meninggal saat berada di ambulance
Akibat syok berat, ia mengalami serangan jantung lagi, dokter bergegas memanggil suster dan membawanya ke IGD, namum sayang, Victoria pun di nyatakan meninggal dunia
Hal ini justru membuat Cassi menangis sejadi-jadinya, sejahat-jahatnya Cassi dia sangat menyayangi mamanya sedangkan Xura hanya menatap datar, tetapi hatinya sangat sedih
Cassi yang melihat Xura tidak menangis membuatnya menjadi geram "Kenapa kakak tidak sedih? jangan-jangan ini ulah kakak" bentak Cassi berpura-pura
Xura menatap tajam Cassi, membuatnya menciut
"Bagaimana mungkin ini ulahku, dia papa kandungku" ucap Xura datar melirik Cassi tajam
Xura curiga akan adik tirinya, dia mengingat adiknya yang selalu ingin terlibat dalam perusahaan "aku akan mencari pelakunya, bagaimana bisa cctv mati saat kejadian?" ucap Xura geram
Sesampainya di pemakaman, Xura tampak terdiam di depan makam papa, lalu pergi
Pengacara menyusul ke rumah utama keluarga Xavier dengan tujuan membacakan hak waris untuk kedua putri Ravendey Xavier
Mereka berdua berkumpul dan mendengarkan perkataan pengacara sang papa atas pembagian hak waris, 70% diberikan kepada Xura termasuk perusahaan Xavier Corp milik Raven, sedangkan 30% lagi diberikan pada Cassi.
Cassi yang mendengar itu pergi dengan ke adaan sangat marah.
Penyelidikan sang papa dilakukan selama seminggu, namun tidak membuahkan hasil sedikitpun, bahkan saat itu Cassi juga menghilang secara tiba-tiba
Hal ini membuat Xura frustasi. Xura yang selama ini sudah berusaha mencari bukti pun mulai menyerah
Hingga akhirnya kasus ini di tutup dan pencarian juga di hentikan.
Ia lalu berfikir untuk terus mengelola perusahaan Xavier Corp seorang diri.
Xura yang melewati salah satu ruangan melihat seorang pria yang bekerja di bagian divisi Marketing. Xura terus memperhatikan pria itu dari kejauhan
Pria itu bekerja dengan sangat giat selama 5 bulan, karena hal itu, Xura merekomendasikan pria itu sebagai sekretarisnya
__ADS_1
Pria yang bernama Kailash Radeya itu menjadi sekretaris kepercayaan Xura. karena terus berdekatan satu sama lain ketika bekerja, malah membuat mereka menaruh hati masing - masing
Merekapun mulai menjadi pasangan. Saat berpacaran, Xura tidak memberitahu bahwa dia juga mempunyai perusahaan lain.
Pria yang dulu dia percayai, kini mulai menghianatinya.
Suatu ketika, Xura tanpa sengaja melihat sang kekasih bersama sang adik yang telah lama hilang, mereka berdua berpegangan tangan sambil bercanda gurau dengan wajah bahagia.
Ya, Kai menghianati Xura, ia berselingkuh dengan Cassi
Xura yang melihat itu berlari keparkiran, ia menaiki mobil dan pergi begitu saja.
Cassi dan Kai yang sempat melihat Xura tersenyum jahat lalu bangkit dari tempat duduk untuk mengikuti mobil Xura.
Karena penghianatan itu, pikirannya mulai kalut dan ia merasa frustasi.
Xura tidak menyadari bahwa ada sebuah mobil yang terus mengikutinya dari belakang. Namun mobil itu justru kehilangan mobil yang dikendarai Xura
Xura mempercepat laju mobilnya, ia menuju ke tempat sepi, saat ia merasa tempat itu cukup untuk menenangkan dirinya, ia menghentikan laju mobilnya
Xura keluar dari mobil dan duduk dibawah sebuah pohon yang rindang, ia memandang ke langit dengan tatapan kosong sambil sesekali menghela nafas panjang
Tidak lama kemudian, Xura kembali ke dalam mobil dan memulai perjalanan kembali. Di saat yang sama, Cassi berhasil menyusul mobil Xura
Cassi yang memiliki sifat licik, melihat itu justru mendapat kesempatan untuk membalasnya setelah menunggu selama bertahun-tahun, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu
Cassi mengeluarkan pistol yang sudah lama ia sediakan dan menembak ban mobil Xura
Xura yang berada di dalam mobil terkejut dan langsung mencoba menepi, untungnya Xura berhasil selamat
"Hay kak Xura, lama tidak berjumpa" ucap Cassi tersenyum smirk
"Kau? apa yang kau lakukan? kau ingin membunuhku?" ucap Xura berteriak
"Hahaha...benar, itu yang ingin aku lakukan" ucap Cassi tertawa keras
"Kenapa kau lakukan ini pada kakakmu?" tanya Xura geram
"Kakak? sungguh lucu, kau mengambil semua harta papa dan menyisakan sedikit untukku, kau sebut itu kakak"? teriak Cassi dengan mata yang melotot
Xura yang mendengar langsung melirik Cassi dengan tajam
"Sudahlah, jangan melirik ku seperti itu, aku tidak akan takut lagi dengan tatapan mu, sekarang bergabunglah dengan papamu dan ibu" ucap Cassi menurunkan volume suaranya sambil menodongkan pistol
"dor dor dor"
Cassi dengan senyum menembak Xura 3 kali
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1