Another Person Life

Another Person Life
Menolak Taruhan


__ADS_3

Jay melihat putrinya di permainkan oleh pelayan, namun ia tidak berniat untuk membantu Rea, karena dirinya ingin melihat seperti apa permainan putrinya itu.


"Apa Rea akan memberikan pelajaran seperti yang kakaknya lakukan.?" batin Jay sambil mengunyah makanan yang tersedia di atas meja.


"Apa kau perlu bertanya lagi?" tanya Rea dengan datar.


"Nona, kau sungguh tidak sopan padaku" ucap Esme sambil mengucek matanya yang sakit.


"Memangnya kau siapa sampai aku harus sopan pada orang sepertimu?" tanya Rea dengan datar dan ikut mengambil kentang goreng yang tersedia dia atau meja dan memakannya.


Kini mata Esme terlihat memerah, sakit?, tentu saja, itulah yang dirasakan oleh Esme.


"Aku maid yang terpilih untuk bekerja pada tuan muda" ucap Esme dengan bangga sambil mengedipkan matanya sesekali.


"Haha ... apa kau sangat bangga dengan pekerjaanmu itu?," ucap Rea di sela tawanya.


"Kenapa kau tertawa nona?, jika kau tertawa seperti itu, artinya kau meragukan pilihan tuan muda" ucap Esme dengan tersenyum licik.


"Hahaha ... ini sungguh menggelikan, apa kau pikir aku takut dengan tuan muda mu itu?" tanya Rea di sela tawanya dan seketika tawa itu terhenti.


Rea kini menatap Esme dengan tajam "aku sama sekali tidak takut dengan tuan muda itu" ucap Rea dengan datar.


Xeno yang mendengar itu kini menahan nafasnya, bagaimana mungkin mereka tidak takut dengan tuan muda?, kini Xeno mengingat bagaimana mereka bertemu di ruangan Zee, disana para pemegang saham menawarkan putri mereka untuk menjadi pendamping Zee. Tapi Jay dan putrinya bahkan menatap Zee dengan tatapan biasa.


Bahkan ketika Zee menolak semua proposal mereka, para pemegang saham itu langsung protes tapi berbeda dengan Jay dan Rea, mereka justru tampak biasa saja dan bahkan akan beranjak dari tempat duduknya.


Tapi karena Quirin keduanya di panggil kembali oleh Zee dan menjalin kerja sama.


"Apa keturunan Vermilion memang memiliki mental baja?, mereka bahkan tidak takut dengan tuan muda yang terkenal kejam di dunia bisnis. Tapi aku melihat sendiri tatapan keduanya, mereka seolah tampak tidak perduli setelah proposal mereka ditolak oleh Zee." batin Xeno.

__ADS_1


Max, Arnius, Staren dan Vano tampak terdiam, mereka saling memandang satu sama lain, dan dalam pikiran mereka hanya ada satu kalimat "dia wanita kedua setelah nona Quirin yang tidak takut dengan tuan muda Zee" batin mereka secara serempak.


Sedangkan Esme terkejut mendengar perkataan Rea, kini dari kejauhan ia melihat Zee tengah bejalan mendekat kearah mereka.


Esme memiliki semacam ide licik untuk menjebak Rea "nona sungguh tidak takut dengan tuan muda Zee?," teriak Esme dengan keras.


"Tentu saja, apa kau pikir aku takut dengan tuan muda mu?, bahkan jika perusahaan Vermilion memutuskan kerjasama mereka dengan perusahan Aquatic crop, aku juga tidak akan perduli" ucap Rea dengan percaya diri.


Kini kelima orang itu menahan nafas mereka secara bersamaan ketika mereka semua menoleh kearah belakang Rea, sedangkan Rea tidak tau bahwa Zee telah berada di belakangnya.


Jay yang juga tidak mengetahui keberadaan Zee itu tetap memakan makanannya dengan santai.


Esme terkejut ketika mendengar kata Vermilion, bagaimana tidak?, perusahan itu adalah perusahan terbesar kedua setelah Aquatic corp milik Zee.


"Ka-kau nona Rea?," ucap Esme terbata-bata.


"Kau mengenalku?, padahal aku tidak mengenalmu" ucap Rea sambil mengunyah makanannya.


"Kau yakin tidak takut dengan ku?" tanya Zee dengan suara baritonnya.


Rea yang mendengar suara itu tidak terkejut sama sekali, karena ia bisa memperhitungkan kapan Zee akan muncul "Haha ... Kau pikir keluarga Vermilion sangat miskin sehingga kami takut pada mu tuan muda?" tanya Rea dengan santai.


"Aku tidak mengatakan itu" ucap Zee dengan datar.


"Kau memang tidak mengatakannya tuan muda, tapi maksud dari perkataan mu itu mengarah ke sana. Apa menurutmu semua orang harus takut padamu tuan muda?," tanya Rea tanpa menoleh kebelakang dan terus mengunyah makanannya.


"Tidak!" jawab Zee dengan datar dan ia berjalan kearah sofa dan duduk di sana.


Rea yang mendengar jawaban tegas itu melirik kearah Zee "Kau hanya mengenal kami dari luar tuan muda, jadi jangan terlalu berharap kami akan takut padamu. Bahkan jika aku mau, aku bisa membawa kak Quirin jauh darimu" ucap Rea sambil menatap Zee.

__ADS_1


"Kau tidak mungkin bisa membawanya pergi jauh, karena dia memiliki banyak hutang padaku." ucap Zee sambil menatap Rea.


"Hahaha tuan muda .... apa kau masih berpikir kami miskin?, walau perusahan kami berada di bawah mu, tapi kau tidak bisa menilai orang dari luarnya saja ... " ucap Rea dengan santai namun perkataan Rea terjeda, seketika Rea memikirkan sebuah ide yang brilian "Kau ingin bertaruh dengan ku?" lanjut Rea dengan bertanya sambil seringai di bibirnya.


Semua orang hampir mengeluarkan bola antar mereka, termasuk Esme, mereka bahkan berpikir bagaimana bisa nona dari keluarga Vermilion begitu berani mengajukan taruhan pada Zee.


Lalu mata kelima orang itu mengarah pada Jay yang sedang mengunyah makanannya dengan santai.


Mereka bahkan telah melupakan seorang yang sedang tertidur dengan pulas, siapa lagi kalau bukan Al.


Sedangkan Xeno menatap Rea dengan penuh kagum, selain Quirin ternyata ada wanita lain yang bisa mengajukan taruhan pada Zee.


Zee sedikit terkejut, bagaimana bisa Rea tampak seperti Quirin, seringai itu membuktikan bahwa dirinya tidak berkata asal-asalan.


"Tidak bisa, firasat ku mengatakan jika aku melanjutkan taruhan dengannya maka kemungkinan Quirin akan benar-benar menghilang dari sisi ku" ucap Zee sedikit takut.


Namun Zee mampu menyembunyikan kepanikannya, hingga tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa Zee tengah linglung.


Ketika Zee ingin menjawab, sebuah suara mengehentikan pergerakan mulut Zee "tuan, aku sudah membersihkan tubuh nona, tuan bisa.mngeceknya terlebih dahulu" ucap Alica yang sudah berdiri di samping sofa tempat duduk Zee.


Zee yang mendengar itu langsung bangkit dari tempat duduknya, dan bergegas berlari keatas. Sedangkan Rea yang melihat itu tidak bisa tinggal diam, ia pun ikut bergerak dan berlari ke lantai atas.


Zee membuka pintu dan melihat Quirin sudah berganti pakaian, bahkan sprai tempat tidur yang di kenakan oleh Quirin tadi juga telah di ganti oleh Alica.


Zee tersenyum tipis, ia bisa melihat pakaian yang di kenakan Quirin sungguh sangat pass di tubuh Quirin.


"Beruntung Xeno membawanya, dia cukup telaten, dan sepertinya aku harus memberikannya bonus" batin Zee yang melangkah masuk kedalam.


Zee duduk di atas tempat tidur Quirin, "Aku tidak akan bertaruh padamu, karena selamanya dia akan menjadi milikku" ucap Zee dengan datar.

__ADS_1


Rea yang baru saja tiba langsung mengerti bahwa Zee tengah menolak taruhan yang di ajukannya.


Bersambung ...


__ADS_2