
Arghhhh
"Tidak!"
Arghhh
"Jangan!"
Arghhhh
"Tolong!"
Alpha menunggu diluar sambil menghadap kearah gubuk, ia dan ketiga bawahannya mendengar jeritan Carlos.
Mereka tidak memperdulikan suara jeritan itu "kalian bertiga perhatikan dia, jangan biarkan dia bersantai, biarkan simungil menemaninya, selama ini dia selalu sendirian" ucap Alpha
"Untuk langkah selanjutkan, kau tau harus melakukan apa kan theo?" tanya Alpha sambil memunggungi Theo dan yang lainnya
"Saya mengerti tuan muda" ucap Theo sedikit membungkuk
"Baiklah, jangan mengecewakanku" ucap Alpha sambil berjalan dan menepuk pundak Theo
Alpha masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang "masalah hama sudah beres, sekarang waktunya membereskan masalah keluarga Xura" gumam Alpha sambil menyetir
****
di Negara yang sama
didalam mansion keluarga Xavier, Cassi dan Kai duduk berhadapan "apa-apaan wanita itu?, dia hanya teman kakak, tapi sudah mengatai ku seperti itu" celoteh Cassi dengan kesal
Kai yang mendengar celotehan itu membuatnya sakit kepala "Sepertinya sikapnya sangat wajar, karena dia berteman dengan Xura" ucap Kai sambil menyesap teh
Cassi menatap Kai dengan marah "kau seharusnya membelaku, bukan wanita itu" ucap Cassi dengan suara meninggi
"Hentikan!, aku hanya mengatakan itu padamu, untuk apa kau marah?" tanya Kai membalas tatapan Cassi
"Bagus sekali, sekarang kau sudah berani menantang ku seperti ini demi membela wanita itu" ucap Cassi dengan berdiri di sofa
Kai berdiri di sofa lalu pergi dari ruangan itu, ia sangat tidak tahan mendengar ocehan dari Cassi, setiap hari selalu ada yang mereka perdebatkan.
"Sangat kekanak-kanakan, jika saja Xura masih hidup, sekarang aku sudah menikah dengannya" gumam Kai sambil berjalan pelan dan merasa sangat menyesal
Kai berjalan kearah taman, setelah sampai ia berhenti dan menatap keatas "entah mengapa aku merasa kau masih hidup" gumam Kai
__ADS_1
"Aku yakin kau masih hidup, karena ketika aku mencarimu diseluruh tebing, aku tidak menemukan adanya jejak darah ataupun tubuhmu, jadi aku sangat yakin jika kau masih hidup" gumam Kai sambil menunduk
Berbeda dengan Cassi, ia tidak memikirkan sikap Kai melainkan wanita yang mengaku sebagai teman kakaknya
#Flashback On
Cassi dan Kailash sedang memasuki Cafe, ia berjalan masuk sambil melihat kekanan dan kemiri untuk mencari kursi.
Saat berjalan, tiba-tiba seorang wanita menabrak dengan sangat keras hingga membuat tubuhnya sedikit sakit "hei!, kau!, apa tidak punya mata?" teriak Cassi kesal, kini mata para pengunjung mengarah padanya
"Maaf!, maafkan aku, aku tidak sengaja" ucap orang itu masih mengibas-ngibaskan pakaiannya
Cassi membelalakkan matanya, ia terkejut mendengar suara yang keluar dari mulut wanita itu "Ini suara kakak" batin Cassi
"Tidak mungkin, ini pasti salah, aku memastikannya sendiri bahwa kakak benar-benar sudah mati" batin Cassi sambil menggelengkan pelan kepalanya
Kai yang melihat Cassi menggeleng langsung menepuk pundaknya dan bertanya "Hei ada apa denganmu?" tanya Kai heran
Cassi tersentak kaget, ia menoleh kearah Kai lalu tersenyum, tapi Cassi sangat penasaran dengan wanita yang ada dihadapannya itu "apa kau tidak mempunyai etika saat berbicara pada seseorang?, lihat aku dan bicaralah dengan keras" ucap Cassi dengan nada kasar
Wanita itu pun berdiri tegak dan mengangkat kepalanya, ia melihat kedua orang yang ada dihapannya.
Cassi melihat dari ujung rambut dan ujung kaki "postur tubuh ini sama dengan kakak, hanya membedakan cara berpakaian mereka, kakak sangat tidak suka memakai dress selutut"
Cassi menatap wanita itu dengan dalam "tatapan itu ... " batin Cassi
"Aku sudah meminta maaf padamu, apa kau tuli?" tanya wanita itu dengan menatap Cassi
"Semua gerakannya sangat mirip dengan kakak" batin Cassi sambil menatap wanita itu dengan dalam
Setelah beberapa menit ia menjadi kesal "kau!, minta maaf saja belum cukup!" ucap Cassi dengan sombong
Kai sedari tadi diam, kini membuka sura untuk menengahi keduanya "sudahlah, tidak perlu di perpanjang, sekarang kita pergi saja dari sini" ucap Kai dengan pelan
"Dia ini mengganggu saja" batin Cassi kesal, karena Cassi ingin mencari tau wanita didepannya ini.
"Tidak mau!" teriak Cassi pada Kai
"Aku harus terus berdebat dengannya" batin Cassi
Mendengar penolakan itu, Kai hanya bisa diam dan tidak ingin ikut campur dengan kedua orang yang ada dihadapannya. Biarpun ia merasa malu, ia tetap berdiri disamping Cassi
"Lalu apa maumu?" tanya wanita itu sambil melipat kedua tangannya
__ADS_1
"Sangat bagus, dengan ini aku bisa membuktikan kalau dia kakak atau bukan, aku sangat curiga jika dia itu kakak, karena semua pergerakan dan suaranya semuanya sama persis" batin Cassi
Cassi memiliki ide licik, ia ingin mempermalukan wanita yang ada didepannya "berlututlah dan minta maaf padaku" ucap Cassi sambil menunjukkan kaki jenjangnya
"Apa kau bercanda?, jika aku tidak mau lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya wanita itu dengan santai
"Kau tidak tau siapa aku?" tanya Cassi dengan nada sombong
Wanita itu menaikkan sebelah alisnya "tidak perlu kau katakan, aku bahkan sangat mengenalmu dan juga keluargamu itu, ah satu lagi, aku juga mengenal pacarmu ini" ucap wanita itu sambil melirik kearah Kai
"Hah?, benar dugaanku!, tapi ini tidak mungkin, aku yang memastikan kakak sudah mati, sekarang harus bagaimana?" batin Cassi sedikit gelisah
"Sudahlah, lebih baik cari tau dulu" batin Cassi
Kai yang mendengar itu langsung menoleh kearah wanita itu, ia terlihat sangat binggung dengan perkataan wanita didepannya ini
Cassi mengernyit binggung "apa maksudmu?" tanya Cassi heran
"Bukan apa-apa, aku hanya mengatakan jika aku sangat mengenal keluargamu, itu saja" ucap wanita itu santai sambil menatap mereka dengan remeh
"Ingin bermain kak?, baiklah" batin Cassi
Cassi yang mendengar ucapan santai dari wanita itu benar-benar sangat kesal "aku bahkan tidak mengenalmu, bagaimana kau bisa mengenal kami?" tanya Cassi dengan jelas
"Kau memang tidak mengenalku, tapi aku mengenal kakak mu yang bernama Vixura Auristella Xavier" ucap Xura sambil membungkuk ketika berbicara didepan wajah Cassi, karena Tinggi badan Cassi dan Xura sangat jauh berbeda.
Cassi yang mendengar itu langsung membulatkan matanya
"Ternyata bukan kakak, tapi kenapa aku tidak tau jika kakak punya teman?" batin Cassi
Kai juga ikut membulatkan matanya, selama yang ia tau, Xura sangat suka bekerja dan Xura tidak memiliki seorang teman "kau mengenal Xura?" tanya Kai dengan tatapan tidak biasa
Wanita itu tidak menjawab pertanyaan Kai, ia hanya menatap remeh keduanya "aku bahkan mengetahui semua perbuatan kalian" gumam wanita itu dengan pelan
Bersambung ...
Infomasi tambahan!
Yang penasaran sama mungil, tada ... ini dia mungilkan?, sangat mungil dong 🤭
Untuk informasi simungil tunggu di episode selanjutnya.... 👍
__ADS_1