
Xeno masuk kedalam restoran, ia tidak menduga bahwa perintah Quirin adalah membawa tubuh Cassi keluar dari restoran.
Xeno sempat berdiri mematung di depan tubuh Cassi, ia melihat kearah Quirin dan Zee. disana terlihat Quirin tengah tersenyum padanya.
"Cih, Sungguh merepotkan" gumam Xeno sambil berdecih kesal.
Xeno masuk kedalam dengan memakai masker, ia tidak ingin wajah tampan nya terkenal hanya karena membopong tubuh Cassi. Walau pakaiannya juga ikut kotor, namun Xeno tetap mengangkat tubuh Cassi dengan bergumam kecil di balik masker nya.
"aku tidak menyangka bahwa dia meyiapkan segalanya, tapi aku tetap akan membalaskan perbuatanmu dengan cara ku" batin Quirin yang tersenyum smirk melihat alis Xeno yang sudah berkerut.
Mereka pun langsung keluar dari restoran, lagi-lagi Xeno membawa korban Quirin menggunakan mobilnya.
"Nona pasti sengaja melakukan ini padaku" gumam Xeno.
Awalnya Quirin dan Zee pergi tanpa membawa Xeno, lalu tiba-tiba saja, Xeno mendapat panggilan dari Quirin bahwa dirinya harus segera tiba di restoran yang di tunjuk oleh Quirin.
Xeno memiliki firasat yang buruk tentang itu, ia pun tidak lupa menyiapkan perlengkapan nya seperti masker dan pakaian ganti.
Seperti dugaan Xeno, pekerjaan yang di perintahkan pasangan itu cukup membuat Xeno kerepotan.
"Beruntung aku membawa perlengkapan, tapi aku harus mencuci mobilku kembali" gumam Xeno dengan kesal.
Merekapun keluar dari restoran itu, lagi-lagi mobil Zee yang memimpin mobil, sedangkan Xeno mengikuti mobil atasan nya dari belakang.
Xeno sudah tidak heran lagi dengan kelakuan kedua atasan nya "mereka pasti akan bermain bermain dengan dia" gumam Xeno lalu membawa tubuh Cassi keluar dan masuk
ke dalam gudang yang terbengkalai.
Di sana Xeno melihat Feryun dan Kiryu sudah menunggu mereka.
"Kalian?" ucap Xeno sambil menjatuhkan tubuh Cassi begitu saja.
Kiryu yang melihat Xeno hanya bisa tersenyum kikuk, sedangkan Feryun berwajah datar.
"Kakak!" sapa Quirin sambil mengembangkan senyum nya.
Lalu Quirin berjalan mendekati Feryun "Terimakasih kakak sudah memberitahu ku" ucap Quirin sambil mengejek sang kakak.
__ADS_1
Feryun yang awalnya tidak tersenyum tiba-tiba saja ikut ter senyum lalu ia pun langsung mengusap pucuk kepala Quirin.
"Tidak perlu berterimakasih, karena kakak akan melakukan apapun untuk mu" ucap Feryun yang terus mengacak-ngacak rambut Quirin.
#Flashback On
Feryun yang saat itu memberesi sisa perbuatan adiknya mendengar suara ponsel berdering terus menerus, lalu ia pun langsung memberikan itu ponsel itu pada Kiryu.
"Periksa isinya" perintah Feryun.
Kiryu pun mengangguk lalu ia membuka laptopnya dan membongkar isi ponsel Vini secara menyeluruh.
"Tuan, lihat lah" ucap Kiryu sambil menunjukkan laptop nya.
Feryun melihat video dimana Vini menyewa beberapa orang untuk membunuh kekasih Alpha.
Lalu juga Feryun melihat video Alpha menemukan seorang wanita dengan wajah yang sudah tidak dapat di kenali lagi.
Dan video ketiga menunjukkan Vini kembali menyewa beberapa orang untuk menabrak Xura yang di ketahui adalah kekasih Alpha.
Lalu saat ponsel itu berdering kembali, Kiryu dan Feryun saling berpandangan "apa yang akan aku lakukan boss?" tanya Kiryu.
"Ubah suara mu dan katakan untuk bertemu di sebuah restoran" ucap Feryun dengan nada datar.
Feryun yang sudah melihat segalanya langsung memberikan arahan pada Kiryu untuk mengatur pertemuan antara Quirin dan Cassi.
Setelah masalah itu selesai, dengan kemampuan Kiryu, mereka dengan mudah mendapatkan nomor ponsel Quirin dan menceritakan segala nya.
Lalu mereka bertemu dan Quirin bertanya tempat sepi yang tidak di kunjungi siapapun, Feryun pun langsung memberikan petunjuk sebuah gudang terbengkalai yang ada di tengah hutan pada Quirin.
#Flashback Off
Sedangkan Xeno masih tampak terkejut mendengar sapaan yang di berikan Quirin, ia tidak tau apa pun tentang situasi itu, lalu Xeno langsung berjalan kearah Zee dan mencoba bertanya.
"Zee, ada apa ini?, apa kalian terus bergerak tanpa melibatkan aku?, lalu kenapa nona Quirin memanggilnya dengan sebutan kakak?." tanya Xeno sedikit kesal.
Namun, bukan nya menjawab, Zee justru memberikan tatapan tajam pada Xeno, sedangkan Xeno yang melihat itu justru merinding ketakutan.
__ADS_1
"Sial!, ini pasti karena nona mendekati pria itu" batin Xeno sambil melihat kearah Quirin yang sedang bermanja pada Feryun.
"Kakak pasti lelah telah, lebih baik kakak pulang dan beristirahat saja, aku akan mengurus sisa nya" ucap Quirin
"Tidak!, kakak akan melihat seperti apa langkah yang akan kamu ambil" ucap Feryun yang sudah berubah menjadi dingin.
Quirin yang melihat itu merasa terkejut, "apa mereka sungguh manusia? kenapa wajah mereka cepat sekali berubah?," batin Quirin.
"Baiklah kak" ucap Quirin tersenyum smirk sambil melirik kearah Cassi yang sudah tergeletak di lantai.
Walau dalam kebingungan, Feryun tetap membantu sang adik, ia tidak bertanya apapun dan tetap ingin melihat permainan sang adik.
"Aku tidak tau mengapa kau membunuh mereka, apa karena mereka telah melakukan sesuatu pada teman mu?, tapi tidak mungkin hanya karena alasan seperti itu kau membunuh mereka. Sepertinya satu-satunya jalan adalah aku hanya bisa menunggu penjelasan dari mu" batin Feryun sambil melihat kearah Quirin.
Quirin mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang, setelah panggilan itu tersambung Quirin tersenyum smirk.
"Apa kau ingin kekasih mu selamat?, maka datang ke alamat yang aku berikan" ucap Quirin sambil tersenyum smirk sambil mematikan panggilan itu.
Zee yang sedari tadi diam kini mengeluarkan suara nya "Apa rencana mu?" tanya Zee penasaran.
Tampaknya bukan Zee saja yang penasaran, tapi Kiryu, Feryun dan Xeno juga penasaran dengan apa yang akan di lakukan Quirin.
"Tentu saja mengajaknya berduel" ucap Quirin dengan santai.
Zee, Xeno, Feryun dan Kiryu terkejut mendengar perkataan Quirin. Bola mata mereka semua seolah ingin melompat keluar dari tempat nya.
"Tidak bisa!" ucap Feryun dengan tegas.
Quirin bahkan melupakan bahwa keluarga dari pemilik tubuh yang sedang di tempatnya adalah keluarga yang sangat kuat, dan tentu saja ucapan Feryun bukanlah kata-kata semata, melainkan kata yang tidak bisa di bantah dengan apapun, jadi ia harus berhati-hati dengan kakaknya itu.
"Tentu saja tidak kakak, aku hanya bercanda hehe ... " ucap Quirin dengan tertawa kecil
Kiryu, Xeno dan Zee menghela nafas lega, namun kedua orang itu tidak menyangka ternyata Quirin juga bisa takut pada Feryun.
Sedangkan Kiryu hanya bisa menggelengkan kepala nya dengan pelan.
Bersambung ...
__ADS_1