Another Person Life

Another Person Life
Menghargai Usaha


__ADS_3

Saat sedang memikirkan Xura, tiba-tiba saja ponsel Kai berbunyi, lalu Kai melihat panggilan itu, ia mengernyit heran karena di sana tidak tertera nama siapapun.


Lalu saat Kai mengangkat panggilan itu, terdengar suara wanita.


"Siapa wanita itu?, tapi kenapa dia menanyakan tentang apa aku ingin kekasih ku selamat?" gumam Kai yang mengulang perkataan orang yang ada di seberang sana.


Saat sedang memikirkan perkataan orang itu, tiba-tiba saja ponsel Kai berbunyi tanda sebuah pesan masuk.


Kai membuka pesan itu, dan ia harus di kejutkan dengan pesan orang itu. ia bahkan terkejut karena jalan itu adalah jalan yang tidak pernah di tempuhnya.


"Ini ... " gumam Kai sambil berpikir.


Lalu ponsel Kai berbunyi kembali, Kai yang sangat penasaran langsung membuka isi pesan itu, dan ia di kejutkan dengan foto Cassi dengan kondisi yang tidak baik-baik saja, yaitu kedua tangan dan kaki terikat lalu di sekeliling tubuh Cassi terdapat lilin yang sedang menyala.


Mata Kai terbelalak lebar, bagaimana tidak?, lilin yang sangat besar berada di sekeliling Cassi, bahkan tetesan lilin sudah mengelilingi tubuh kekasihnya itu.


Kai berdiri dari tempat duduk nya "Sial!, kenapa Cassi ada padanya?" gumam Kai yang mulai terlihat binggung.


Kai mencoba mencari tau tentang alamat yang tertera di ponsel nya, namun dia tidak menemukan alamat tersebut.


Kai tetap mencari walau ia tidak menemukan alamat tersebut, dengan usaha nya itu, ia tetap tidak menemukan apapun "Aku tidak pernah tau alamat ini, sial!" gumam Kai sambil menggebrak meja nya.


Lalu Kai mencoba menghubungi teman-teman nya dan bertanya pada mereka, namun jawaban yang di berikan oleh teman-teman nya juga sama, mereka tidak pernah tau dimana alamat itu.


Ting


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Kai "kau tidak bisa menemukan nya?, maka aku semakin cepat membunuh nya" Kai membelalakkan matanya, ia terkejut membaca pesan itu.


Kai langsung menghubungi nomor itu, tapi tidak pernah tersambung, ia merasa telah di permainkan oleh wanita itu.

__ADS_1


"Sialan!" gumam Kai sambil memukul meja dengan sangat kuat.


Dengan cepat Kai mengambil jacket nya dan pergi ke perusahaan, ia pun mencari ruangan IT dan


"Apa kalian tau dimana alamat ini?" tanya Kai sambil menunjukkan pesan itu pada bawahannya.


Tiga orang bawahannya pun langsung menggeleng pelan, tapi tangan mereka terus bergerak untuk membantu Kai mencari alamat itu.


"Tuan, kami tidak dapat menemukan nya" ucap Bawahannya.


"Apa hanya ini saja kemampuan kalian?, pantas saja data perusahaan kita terus bocor!" teriak Kai dengan urat yang sudah keluar.


Para bawahan itu pun langsung terdiam, mereka cukup kesal dengan atasan seperti Cassi dan Kai.


Tangan ketiganya pun sudah terkepal dengan sangat kuat, ketika mendapat amarah dari Cassi dan Kai, para bawahan itu selalu membanding-bandingkan Xura dengan kedua nya.


Apalagi mereka harus mengetahui bahwa Kai kini berpacaran dengan Cassi dan sekarang menjadi wakil atasan mereka.


Ting


[Haha ... apa begitu sulit menemukan alamat kami?, baiklah, aku memberikan sedikit clue dan sekaligus mengasihani usahamu yang sangat sia-sia itu]


Kau yang membaca itu mengeram marah, sedangkan ketiga bawahan nya ingin sekali tertawa karena Kai di permalukan tepat di depan bawahannya.


Ting


Sebuah pesan kembali masuk, para bawahan itu pun membuka nya dan terlihat di sana jalan yang menuju hutan.


"Hutan?," gumam Kai.

__ADS_1


Ting


[Hadiah untuk mu]


Ting


Sebuah gambar yang menunjukkan Cassi tengah meringkuk sambil meringis kesakitan karena kulitnya telah terbakar oleh lelahan lilin.


Para bawahan benar-benar terkejut, mereka tidak menyangka bahwa ada masa dimana Cassi di siksa orang lain, karena selama di perusahaan ia terus semena-mena dan memukul para bawahan yang lain.


Mereka pun tersenyum tipis, Kau yang memunggungi mereka tidak melihat senyuman itu, ia terus terfokus pada gambar itu untuk mencari tempat tersebut.


"Tuan, aku mengenali hutan itu, tempatnya sangat jauh dari kota, tuan hanya perlu mengikuti jalan saja dan akan sampai di sana" ucap bawahan nya.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Kai langsung bergegas pergi.


"Mereka memang pantas mendapatkan nya, aku berharap perusahan ini tidak di kelola oleh orang seperti mereka" ucap bawahan 1


"Aku tidak menyangka nona Xura secepat itu meninggalkan kita, bahkan saat dulu nona masih ada, dia sangat menghargai seluruh usaha par karyawan, tidak seperti mereka yang selalu mencari kesalahan kita" ucap bawahan 2


"Benar, apalagi sekarang kita harus memanggil Kai dengan sebutan tuan, seolah-olah dia lah yang menjalankan perusahaan ini. Sejak awal, aku sudah curiga bahwa Kai mengincar posisi yang lebih tinggi, dan sampai nona Xura meninggal, dia bahkan tidak tau bahwa Kai tidak lah sebaik yang dia pikirkan" ucapan bawahan 3


"Sudahlah, aku hanya bisa berharap kedua orang itu tidak akan pernah kembali lagi" balas bawahan 1.


Di perusahan Xavier, semenjak Cassi dan Kai mengambil alih jabatan, semua karyawan Xavier tidak ada yang menyukai mereka, namun mereka masih bertahan hanya karena mereka tidak ingin usaha keras yang selama ini mereka lakukan hilang dalam sekejap mata.


Karyawan yang ada di perusahaan Xavier adalah orang-orang lama, sejak berdirinya perusahan itu mereka telah ada di sana dan membangun perusahaan itu dengan segenap hati mereka.


Karena itulah sejak Xura menjadi atasan mereka, awalnya mereka sangat ragu dengan kemampuan remaja itu, namun siapa sangka usaha mereka bahkan sangat di hargai oleh remaja itu.

__ADS_1


Dan karena hal itu juga para karyawan sangat menyukai Xura walau dirinya jauh lebih muda dari mereka dan para petinggi-petinggi perusahaan.


Bersambung ...


__ADS_2