Another Person Life

Another Person Life
Tidak Sebanding


__ADS_3

Quirin melihat kondisi lura yang tampak seperti orang kehabisan akal, hal itu tampak membuat senyuman terbit di bibir Quirin, ia bahkan sangat senang melihat Lura hancur.


"Bawa dia kembali ke rumah Alister, aku akan membereskan semuanya hari ini juga" bisik Quirin.


"Vano, bawa dia .... " lalu Zee menoleh kearah max "dan kau ... ikut kami, kau harus menjelaskan semua ini" ucap Zee dengan mata yang melotot.


Max tampak terkejut, padahal semua ini adalah rencana Zee, "kenapa tuan muda dingin itu marah kepadaku?, apa yang salah?" batin Max binggung


Walau tidak menoleh kebelakang, tapi Zee sangat tau bahwa yang baru saja datang adalah orang-orangnya.


Zee pun berbalik dan membawa Quirin pergi, sedangkan Vano maju dan membawa megang tubuh Lura dan memaksanya berjalan.


Mereka semua pun pergi dari cafe itu. Tapi di sudut cafe, terdapat seseorang yang tengah ketakutan "habis sudah, aku tidak melihat Jeslyn di antara mereka, bahkan nona sudah di permalukan sampai seperti ini" gumam Beymi yang sedari tadi melihat Quirin yang sedang berakting.


Beymi sampai di cafe tepat saat Quirin sedang membisikkan sesuatu, dan ia melihat Lura tengah mengamuk dan semua orang terus memojokkannya.


Ia merasa kasihan, namun ketika matanya menelusuri orang-orang Quirin, ia tidak melihat Jeslyn dan hal itu membuat jantungnya terus berdegup kencang.


Di dalam mobil, Quirin tampak tersenyum bahagia "hubungi Xeno dan suruh dia membersihkan kekacauan itu" perintah Zee pada Quirin.


Quirin pun tersentak kaget dan mulai mengeluarkan ponsel Zee yang masih ada padanya, dengan cepat Quirin mengirimi Xeno sebuah pesan.


"Aku sangat berterimakasih padamu, maaf sudah merepotkan mu terus menerus," ucap Quirin sambil menoleh kearah Zee.


Zee hanya melirik sekilas lalu mengangguk sebagai jawabannya.


...****************...

__ADS_1


Lura berada di mobil Vano dan yang lain, keadaannya terlihat sangat buruk, ia terus bergumam bahwa dia tidak melakukannya.


Ketiga orang itu sangat menyukai keheningan, dan sekarang di dalam mobil mereka terdapat seorang yang sepanjang perjalanan terus bergumam tiada henti.


Vano dan yang lainnya cukup kesal mendengar ocehan dari Lura, namun mereka semua harus menahan amarah itu karena ini adalah sebuah misi yang sangat penting.


"Nona, kau pasti sengaja melakukan ini karena ingin membalas kami" batin Vano kesal


Mereka benar-benar sangat kesal tapi apa boleh buat karena yang sadar atas keadaan yang mereka alami hanyalah Vano seorang.


...****************...


Quirin tiba-tiba mengingat bahwa Vano dan yang lainnya sedang membawa Lura, sekarang ini Quirin berpikir mereka pasti sedang merasa sangat kesal.


"Aku tau kalian akan merasa sangat kesal, itu adalah balasan yang pantas untuk kalian" batin Quirin tersenyum smirk


Quirin juga berpikir bahwa sifat mereka semua sangatlah bagus untuk kehidupan di masa depan. Karena sekarang ini banyak wanita yng ingin naik ke posisi tertinggi untuk mendapatkan apapun. Jadi jika para lelaki ini bersifat dingin maka sedikit kemungkinan mereka akan tertarik pada wanita-wanita seperti itu.


Quirin mengingat saat Cassi menusuknya dari belakang, hal itu sangatlah menyakiti hatinya, bahkan rasa sakit itu seperti menggerogoti tubuhnya.


"Di kehidupan ini aku tidak membutuhkan cinta dari kaum pria, mereka benar-benar sangat menjijikkan" batin Quirin sambil melihat keluar kaca mobil.


Setelah sampai di mansion Alister, para penjaga justru terkejut karena ada 3 mobil yang ingin masuk kedalam mansion.


Quirin menurunkan kaca mobil "buka!" perintahnya.


Para penjaga itu pun tersentak kaget dan langsung membuka pintu gerbang.

__ADS_1


Ketiga mobil itu masuk dengan berjejer, para penjaga yang lain menoleh kearah mereka "mobil siapa itu?," tanya salah satu penjaga.


"Entahlah, mansion ini memiliki banyak rahasia, lebih baik kita diam dan tidak usah mencampuri urusan mereka" ucap penjaga lainnya.


Sejak tragedi meninggalnya Jean, Grizo merekrut 5 orang penjaga, mereka bertugas menjaga di luar mansion sedangkan penjaga gerbang hanya memanglah berjumlah 2 orang.


Para penjaga itu sangat mengetahui apa saja kejadian di dalam mansion, namun mereka justru setia memilih untuk diam, karena tugas mereka hanyalah satu, yaitu menjaga mansion Alister.


Quirin turun dari mobil dan langsung masuk kedalam mansion, di sampingnya terdapat Zee yang berjalan beriringan dengannya.


Vano dan yang lainnya memegang Lura dan membawanya masuk kedalam mansion, Quirin menoleh kebelakang dan melihat wajah ketiga orang itu.


"Haha ... aku sudah menduganya" batin Quirin sambil tersenyum puas.


Vano yang melihat senyum itu sudah tidak terkejut lagi, tapi yang terkejut adalah Staren dan Arnius "ada apa dengan nona?, kenapa dia tersenyum seperti itu" gumam Arnius yang masih bisa di dengar oleh Vano.


"Bukankah kalian mengejek nona saat di rumah sakit?, inilah balasan yang kalian terima, karena dia sengaja menyuruh kita membawa wanita ini agar kita kesal dan marah. artinya diia sangat tau apa yang tidak kita sukai dan apa yang kita sukai" jelas Vano sambil melihat kearah Arnius dan Staren.


"Astaga, sungguh wanita pendendam, aku sampai menahan amarah karena wanita ini" ucap Staren sambil mengusap kasar wajahnya.


Lura bahkan tidak mendengar perkataan mereka, ia terus bergumam dan seperti tidak perduli dengan sekelilingnya. Matanya tampak kosong dan dan ia terus menunduk kebawah.


Max yang berada paling belakang kini melangkahkan kakinya kedalam mansion "mansion Alister tidak ada apa-apanya di bandingkan mansion ku, apakah dengan harta ini dia ingin masuk kedalam keluargaku?, menjijikkan!, dia bahkan tidak sebanding dengan nona itu" batin Max dengan mata yang terus menelusuri setiap sudut mansion


Para penjaga yang melihat itu mengernyitkan dahinya, mereka sungguh sangat penasaran, namun semua itu bukanlah urusan mereka.


Mereka pun masuk kedalam dan menjatuhkan tubuh Lura ke atas sofa.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2