
Sewaktu menjadi hacker, Xura tidak pernah menunjukkan wajah nya, sama seperti dirinya ketika menjadi pemimpin perusahaan Sterfolia.
Karena itulah orang-orang terus mengejar perusahaan itu karena mereka yakin bahwa sang hacker adalah pemimpin perusahaan Sterfolia.
Ketika mendapat tawaran wawancara, Xura bahkan terus membantah bahwa dirinya adalah seorang hacker, ia juga menegaskan bahwa dirinya hanya pebisnis biasa, Xura menjelaskan kepada media bahwa karena sebuah insiden yang mengharuskan nya memakai topeng kemana pun dia pergi.
Walau sudah mempertegas seperti itu, orang-orang bahkan tidak mudah mempercayai perkataan Xura, sedikit demi sedikit jumlah yang mencoba meretas perusahaan Sterfolia semakin berkurang, namun tetap ada yang terus mencoba membobol nya. Tapi, Xura membiarkannya kerena diri nya terlalu sibuk mengurus 2 perusahaan.
Tapi sekarang tidak lagi, ia harus menunjukkan siapa diri nya dan membuktikan pada dunia bahwa ia bukan orang yang bisa diincar begitu saja.
"Dulu aku membiarkan kalian terus mengejar ku, tapi sekarang aku sedang tidak memegang kendali atas perusahaan Sterfolia ataupun Xavier. Karena itu sekarang adalah waktu nya untuk membasmi kalian sampai ke akar-akar nya. Dan untuk adikku tercinta, bersiaplah untuk hancur, bahkan aku akan membuatmu hidup segan mati tak mau. Dan aku juga akan menghancurkan orang yang ada di belakang mu" gumam Quirin sambil tersenyum smirk.
Quirin sudah mengingat wajah orang yang ada di cctv itu, "pertama-tama aku harus mencari tau tentang kalian dulu" gumam Quirin ambil mengotak-atik laptop yang ada di depannya.
"Dapat!" ucap Quirin tersenyum smirk.
Quirin mengidentifikasi wajah mereka, dan tiba-tiba muncul seluruh data yang di inginkan nya.
"Benar perkataan Zee, perusahaan mereka kecil, lalu untuk apa mereka mencari data ku?, .... " cukup lama Quirin berpikir, akhirnya ia memikirkan hal yang diri nya gunakan "atau jangan-jangan mereka juga memiliki identitas tersembunyi?" lanjut Quirin sambil memikirkan diri nya sendiri.
"Haha ... ini semakin menarik" gumam Quirin dengan jari yang terus bergerak tanpa henti.
Xeno yang berada di ujung sana, merinding mendengar Quirin berbicara sendiri, bahkan ia juga melihat wanita itu tengah tersenyum smirk.
Xeno sudah sedari tadi turun karena merasa perutnya sangat lapar, tapi ia justru melihat yang tidak seharusnya ia lihat, Xeno melihat interaksi Zee dan Quirin, bahkan ia juga mendengar semua pembicaraan mereka.
"Dia wanita terpintar sekaligus menyeramkan yang pernah aku temui" batin Xeno.
__ADS_1
Xeno pun melangkahkan kaki nya ke dapur, ia mencoba mengabaikan Quirin dan menarik kursi yang bersebrangan dengan Quirin, tapi Xeno mengambil tempat duduk yang berada di ujung.
Awalnya Quirin mengabaikan keberadaan Xeno, tapi ketika Xeno ingin memasukkan roti itu ke dalam mulutnya, tiba-tiba suara Quirin menghentikan tangan Xeno.
Quirin mengingat bahwa ada satu masalah yang harus di tanyakan ya pada Xeno.
"Xeno!"
"Ya, nona" jawab Xeno dengan cepat dan menaruh roti itu di piring yang ada di depan nya.
"Apa kau memiliki hubungan dengan adik ku?" tanya Quirin yng terus menggerakkan jarinya tanpa menoleh kearah Xeno.
"Tidak ada, nona!"
Xeno menjawab dengan cepat, tapi dihatinya, ia sangat ketakutan jika salah menjawab pertanyaan itu.
"Apa kau menyukai adikku?" tanya Quirin lagi.
"Nona, pertanyaan itu sudah melanggar privasi ku, maaf jika aku lancang, tapi aku tidak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaan itu." ucap Xeno sambil memundurkan kursinya lalu berdiri dari kursi itu dan membawa piring yang ada di depan nya.
Quirin yang mendengar itu langsung menghentikan tangan nya, ia mulai melihat kepergiaan Xeno, "aku tau kau menyukai Rea, tapi kau tidak pernah mengakui nya" gumam Quirin.
"Rea, maaf aku tidak bisa menepati janji ku, seperti nya perjalanan cinta mu tidak akan berjalan dengan mulus. Dia sangat keras dan hal itu membutuhkan usaha yang sangat besar. Selamat berjuang, Rea" batin Quirin sambil memejamkan matanya.
Saat pertama kali bertemu Rea, Quirin pernah berjanji untuk mendekatkan diri nya dengan Xeno, tapi nyata nya, janji itu tidak bisa di Depati oleh Quirin.
...****************...
__ADS_1
Sedangkan di mansion satunya, mereka tengah berpikir keras siapa si hacker nomor 1 itu, bahkan ia mengetikkan sapaan yang tidak penting untuk mereka.
Mereka tampak tenggelam dengan pikiran masing-masing "Bos, kenapa dia bisa muncul di waktu yang tidak tepat seperti ini?" ucap orang yang ada di depan laptop.
Pria tampan itu sedari tadi memegang kopi di tangan nya, awalnya ia bahkan sangat terkejut ketika mendengar bawahan nya membaca ketikan Quirin.
Setelah berpikir panjang akhirnya pria itu membuka suaranya "Seperti nya dugaan kita selama ini benar" ucap pria tampan itu.
Anak buah nya pun emngertikan dahi nya "Tidak mungkin bos, kita sudah mencari nya bertahun-tahun lama nya, tapi tidak pernah ada tanda bahwa pemilik perusahaan sterfolia adalah sang hacker yang terus kita cari." ucap anak buahnya.
pria tampan itu pun kini menatap anak buahnya "Apa otakmu sudah tidak berfungsi lagi?, bagaimana mungkin dia muncul secara tiba-tiba ketika kita sedang meretas data perusahaan Sterfolia" ucap pria tampan itu.
Seketika anak buahnya pun membenarkan perkataan pria tampan itu "Benar bos, bagaimana pun, di dunia ini tidak ada yang nama nya sebuah kebetulan seperti itu" gumam anak buah nya.
pria tampan itu pun menganggukkan kepala nya "Beruntung kita menggunakan identitas ini, jika tidak, maka semuanya benar-benar kacau" gumam pria tampan itu dengan menggeretakkan sedikit gigi nya.
"Bos, apa kita menyerah saja?, sampai kapanpun kita tidak pernah bisa menang dari nya, bahkan kita saja tidak bisa menemukan identitas aslinya. Walau dia pemilik perusahaan Sterfolia, tidak ada yang tau wajah aslinya, bahkan sekretaris pribadinya pernah mengaku bahwa tidak pernah melihat wajah asli bos nya itu." jelas anak buah itu.
Ia ingin sekali menyerah dengan membobol data perusahaan Sterfolia, tapi apa daya, pria tampan itu tidak mengizinkannya untuk menyerah.
Pria itu terus menyuruh nya tiada henti, sang anak buah bahkan sudah bosan melakukan hal yang sama setiap hari.
"Jika kau lelah, maka kau bisa meninggalkan surat pengunduran diri mu diatas mejaku" ucap pria tampan itu sambil beranjak dari tempat duduk nya.
Anak buahnya itu bahkan terkejut mendengar perkataan bos nya "jangan seperti itu bos, maafkan aku" ucap nya.
Ketika pria tampan itu ingin melangkahkan kaki nya, tiba-tiba saja laptop anak buahnya itu berbunyi "bos gawat, seluruh data perusahan bocor" teriak anak buahnya.
__ADS_1
Ia berusaha mencoba menghentikan pembocoran data-data itu. Namun, semuanya sudah terlambat.
Bersambung ...