Another Person Life

Another Person Life
Sadarnya Max


__ADS_3

Dimeja makan, hanya terdengar suara dentingan sendok saja, disana terlihat hanya seorang wanita makan dengan mengabaikan keanggunannya.


Jika para maid melihat calon nyonya mereka, entah apa yang akan mereka katakan.


"Makanlah secara perlahan, tidak ada yang akan merebut makananmu" ucap Zee mengingatnya, ia sedikit heran bagaimana bisa wanita di depannya makan seperti tidak melihat orang lain di hadapannya


"Apa seperti ini cara makan orang terkaya seasia?" batin Zee heran


"Kau tidak tau saja, sedaritadi perutku tidak terisi, jadi wajar saja aku kelaparan" ucap Quirin sambil melanjutkan makannya


"Ada yang ingin aku katakan" ucap Zee dengan serius


"Katakan saja" ucap Quirin sambil mengunyah makanannya


"Quiran memintaku untuk menyampaikan sebuah pesan padamu, ia mengatakan untuk tidak membunuh keempat orang yang sudah menangkapmu kemarin, karena dia berfikir masih ingin menggunakan keempatnya pada Lura" jelas Zee sambil menatap Quirin


Quirin yang mendengar itu langsung tersedak, ia terbatuk-batuk karena mendengar ucapan Zee.


Zee terlihat panik dan langsung menyodorkan segelas air pada Quirin, ia berdiri dan berlari pelan kebelakang punggung Quirin "apa kau tidak bisa pelan" ucap Zee sambil menepuk pundak Quirin dengan pelan


"Salahkan dirimu karena mengatakan hal sepenting itu saat aku makan" ucap Quirin sambil terbatuk-batuk


"Quiran, mengapa kau menitip pesan penting seperti itu padanya" batin Quirin kesal


"Maafkan aku" ucap Zee merasa bersalah


"Sudahlah, aku masih harus bergegas kerumah sakit untuk menjenguk Xia, dan melihat wanita itu" ucap Quirin tersenyum smirk


"Clamy?" tanya Zee dingin

__ADS_1


"Ya, aku sangat ingin melihat keadaannya" ucap Quirin tersenyum


"Dia berada di rumah sakit lain" ucap Zee santai


"Baiklah, setelah menjenguk Xia, aku akan pergi melihat wanita itu" ucap Quirin sambil beranjak


"Gantilah pakaianmu, kita pergi bersama" ucap Zee sambil berjalan bersama


Mereka menaiki tangga bersama lalu memasuki kamar masing-masing, Quirin membuka lemari pakaiannya, disana terlihat pakaian tertata rapi dan juga mahal


"Aku harus berubah, tidak boleh tampak sama dengan diriku yang dulu" pikir Quirin


Quirin memakai pakaian dengan putih polos dan memakai rok biru sedikit pendek, ia juga mengambil sepatu kets tinggi berwarna hitam, serta tidak lupa memakai tas dengan merk ternama


Setelah selesai Quirin langsung keluar dari kamarnya "aku yakin dia belum pergi, jadi aku menunggunya disini saja" batin Quirin


Quirin menunggu didepan kamarnya sambil melihat-lihat kebawah. tidak di sangka ia melihat Max berjalan berputar sambil berpikir


Tidak menunggu waktu lama, pintu kamar Zee terbuka, Zee keluar dengan tampak sempurna, Quirin terperanjat kaget mendengar suara pintu terbuka, ia menoleh dan melihat pakaian Zee sangat serasi dengan dirinya


Zee memakai baju putih lalu di balut dengan jaket jeans serta celana jeans berwarna biru, ia memakai sepatu berwarna hitam.


"Pakaianmu!" ucap Quirin menganga lebar sambil menunjuk kearah Zee


"Ada apa dengan pakaianku?, kenapa kau terlihat kaget?" tanya Zee heran, ia melihat pakaiannya merasa tidak ada yang salah


"Sudahlah!, lupakan!, ayo kita jalan, aku tidak sabar ingin melihat Xia" ucap Quirin bersemangat, ia dengan segera melupakan pakaian mereka secara kebetulan tampak serasi


Mereka turun bersamaan hingga berada dibawah, tiba-tiba Max melihat kearah mereka.

__ADS_1


"Apa-apaan pakaian kalian berdua" ucap max dengan meninggikan suaranya


Quirin mengernyitkan dahinya, ia tidak menjawab namun menatap Max dengan tajam.


"Ganti!" perintah Max dengan nada semakin meninggi


Max tidak suka melihat pakaian yang di kenakan oleh Quirin sama dengan pakaian yang dikenakan oleh Zee, saat Max ingin memegang Quirin, ternyata Quirin terlebih dulu memegang tangannya lalu membanting Max dengan sangat kuat


Brughhh


"Aarghhhh" teriak Max


"Aku bukan wanita yang suka mengikuti perintah siapapun" ucap Quirin dengan tatapan membunuh


Orang didepannya ini sudah berkali-kali mengganggunya tanpa alasan, ia sudah cukup bersabar karena sadar dirinya sedang menumpang dimansion orang, tapi sekarang kesabarannya sungguh sudah hilang karena Max hampir memegangnya.


Max yang sudah di banting masih mencoba mencerna apa yang sudah terjadi "kekuatannya sangat besar" batin Max


Ia masih tidak menyangka seorang perempuan bisa menjatuhkannya dengan begitu mudah.


Quirin masih menatap Max dengan tajam "kau benar-benar pengganggu, jika kau masih seperti ini, maka jangan salahkan aku karena bertindak diluar batas" ucap Quirin dengan nada dingin


Lalu Quirin berjalan keluar meninggalkan max masih mematung "sepertinya kau benar-benar ingin ku tugaskan ke Afrika" ucap Zee santai sambil melirik kearah Max


Zee mengeluarkan ponselnya dan akan segera menghubungi Xeno, Max terlihat panik "jangan lakukan itu, baiklah, aku tidak akan menghalanginya lagi" ucap Max sambil mengangkat kedua tangannya lalu menggerakkan kekiri dan kekanan


"Peringatan terakhir" ucap Zee sambil memasukkan ponselnya lalu berjalan meninggalkan Max sendirian


"Benar-benar pasangan yang mengerikan, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan wanita sepertinya"

__ADS_1


"Setelah merasakankekuatannya, aku yakin dia tidak menggoda Zee dengan tubuh, melainkan dengan kekuatannya, aku yakin itu adalah daya tariknya sendiri sehingga Zee tertarik padanya" gumam Max yang masih terkapar di lantai dan telah sadar akan perbuatan bodohnya


Bersambung ...


__ADS_2