Another Person Life

Another Person Life
Waktuku Tidak Banyak


__ADS_3

Mendengar tawa yang seakan mengejek, para pria itu terlihat sangat kesal "Diam!, kau tidak berhak berbicara disini!" teriak pria itu didepan wajah Quiran


Quiran segera mengehentikan tawanya "mulutmu sangat bau, menjauh dariku!" ucap Quiran sambil mengangkat kepalanya


Para pria itu melihat mata berwarna merah dan juga tampak menyeramkan


Kedua tangan Quiran dipegang oleh seorang pria yang bertubuh besar, sedangkan didepan Quiran adalah bos mereka


Setelah mendengar ucapan Quiran, semua pria itu tampak diam "Aku akan memulainya" ucap Quiran dengan datar sambil tersenyum smirk


Tanpa aba-aba, Quiran menghempas tangan pria yang ada dibelakangnya hingga pria itu terjatuh ketanah, pria berbadan besar itu sangat terkejut "Kau!, aku tidak akan mengasihanimu!" ucap pria itu dengan marah


Quiran tidak memperdulikan ucapan pria itu, ia kembali menyerang orang yang ada di hadapannya, pria itu sama sekali tidak siap hingga mendapat tendangan keras dari Quiran


BRUKKK


ARGHHH


Bos mereka berteriak dengan kuat, karena tendangan itu mengenai dada pria itu, ia merasakan tulang dadanya seakan remuk


"Aku merasa tulang dadaku hancur, ini sangat menyakitkan" batin pria itu sambil memegangi dadanya, ia mencoba berdiri tapi saat mulai bergerak, rasa sakit itu menjalar kemana-mana hingga membuatnya tidak mampu lagi berdiri


"Sial!,sial!, Aku ini bos mereka, hanya satu kali tendangan dari wanita sudah tidak mampu membuatku berdiri lagi!, sangat memalukan!" batin bos pria


Quirin melihat keduanya tampak tidak berkutik kembali "Haha ... apa hanya itu kemampuan kalian?, aku baru saja mengeluarkan seperempat kekuatanku, tapi kalian langsung terjatuh seperti itu, dimana kesombongan kalian tadi?" tanya Quiran disela tawanya


Kedua pria itu sangat kesal, sedangkan pria yang memegang tangan Quiran tadi juga sudah sangat jengah mendengar kesombongan Quiran "Aku tidak akan sungkan lagi denganmu!" ucap pria yang memegang tangan Quiran


Pria itu berbadan besar, tapi hanya sekali hempasan dari wanita kurus mampu membuatnya jatuh ketanah. hal itu sangat memalukan baginya.


Ia bangun serta ingin menangkap tangan Quiran dari belakang sekali lagi, tapi nyatanya Quiran lebih dulu menangkap tangan besar itu lalu memutar tangan pria itu hingga berbunyi suara yang sangat mengerikan


KREKKK


ARGHHH


Tulang pria itu berbunyi dengan sangat kuat


Teman-temannya menganga dengan lebar, mereka tidak percaya wanita kecil dihadapan mereka mampu memutar tangan teman mereka, jika di katakan pria itu adalah pria kedua yang sangat di takuti mereka karena memiliki badan yang besar dan juga mempunyai tenaga yang sangat banyak.


Bunyi tulang itu mampu membuat teman pria itu bergidik ngeri, sedangkan sang pria meronta meminta melepaskan tangannya


"Lepaskan!, wanita sialan!" teriak pria itu sambil menahan rasa sakit di tangannya


"Bukan kah kalian sangat ingin mencicipiku serta tidak akan melepaskanku?, maka dengan aturan yang sama, aku juga tidak akan melepaskanmu dan teman-temanmu" ucap Quiran dengan senyum smirk


"Haha ... ini sangat menyenangkan, jika saja aku yang hidup, maka aku akan selalu mendapat kesenangan di setiap waktu" ucap Quiran dengan tertawa


"Daritadi kau hanya tertawa, apa kau sudah gila?!" tanya teman pria lainnya


Keenam lainnya saling memandang dan mengangguk bersama, mereka maju bersamaan untuk melawan Quiran.


Diantara mereka ada yang membawa kayu dan pisau, Quiran menatap dengan tajam, Ia langsung melepaskan tangan pria berbadan besar itu, dan langsung melawan keenam pria lainnya


BRUKKKK


Satu telah jatuh, Quiran menendang wajah pria itu , setelah selesai Quiran beralih melawan sisanya


KREKKK


ARGHHH

__ADS_1


Quiran mematahkan salah satu kaki pria itu hingga membuat pria itu berteriak sekuat-kuatnya.


Saat berusaha melawan empat lainnya, pria yang Quiran tendang wajahnya bangkit dan ingin menyerang dari belakang.


DOR


Disaat yang bersamaan, sebelum mengenai Quiran kepala pria itu sudah tertancap peluru, hingga membuatnya terjatuh


Mereka semua terkejut mendengar suara tembakan, dan secara bersamaan mereka menoleh kearah suara tembakan.


Quiran tidak menoleh, ia mengetahui jika orang-orang itu adalah orang yang di kenal dan sudah dipastikan akan menolongnya "Sungguh terlambat, aku sudah menjatuhkan empat orang, dan kalian baru saja tiba?, menggelikan" ucap Quiran dengan suara menyeramkan


Quiran melihat kedua orang yang ada dihadapannya sedang termenung kearah lain, ia langsung tersenyum "Aku lupa memberitahukan pada kalian, jika berhadapan dengan musuh, jangan pedulikan hal lainnya" ucap Quiran sambil menendang perut pria itu


ARGHHH


"Ini sangat menyakitkan, aku merasa sekarang perutku ada di belakang" batin pria itu


Tidak berhenti sampai disitu, saat Quiran ingin melancarkan aksinya lagi, dari kejauhan 3 tembakan mendarat tepat dikepala ketiga pria yang ada di hadapan Quiran


DOR


DOR


DOR


"Kau hanya membuang-buang waktu" ucap pria itu dengan dingin sambil berjalan mendekati Quiran


"Aku hanya bersenang-senang saja" ucap Quiran sambil menaikkan kedua bahunya


"Jika aku tidak datang, maka yang jatuh saat ini adalah dirimu" ucap pria itu lagi


"Haa ... kau benar-benar meremehkan aku, aku sangat berbeda dengan manusia" ucap Quiran sambil berbalik dan menatap pria tinggi itu


Quiran menyampingkan wajahnya, ia melihat Xeno berada di belakang Zee, Quiran mengambangkan senyum menatap kearah Xeno.


Xeno yang melihat senyum itu membuatnya merinding, hingga membuat Xeno menoleh kearah lain


Zee membenarkan wajah Quiran hingga membuat Quiran menatapnya "Jangan berani-beraninya menatap pria lain dengan menggunakan mata Quirin" ucap Zee tegas


"Haha ... baiklah, baiklah!" ucap Quiran sambil tertawa "tapi kau sudah mengganggu kesenanganku!" ucap Quiran dengan cepat mengubah wajahnya


Zee menatap Quiran dengan intens "Apa kau tau?, jika tubuh Quirin terluka, maka kau tidak akan bia muncul lagi di dunia ini, dan jika Quirin mati, maka kau akan selamanya meninggalkan dunia ini, jadi aku memperingatkan mu, jangan bermain terlalu lama karena itu akan membuatmu menyesal!" ucap Zee datar


"Kau yang mengatakan jika kau itu berbeda dari manusia, jiwa yang menumpang di tubuh Quirin tetaplah penguasa tubuh dan bisa dikatakan dia adalah manusia, dan jika tubuh itu mati, kau juga tetap tidak bisa menguasai tubuh itu, karena kau hanya alter ego!, apa ucapanku benar?" tanya Zee


"Benar apa yang dia katakan, kedepannya aku harus mengurusnya dengan cepat, aku tidak mau meninggalkan dunia ini" batin Quiran


Mereka melupakan keempat pria yang ada dibelakang Quiran, mereka yang mendengar ucapan Zee sungguh sangat terkejut


"Aku telah salah menyinggungnya" batin sang bos sambil memegangi dadanya


"Alter ego?, bukankah itu sisi yang sangat mengerikan?, sial!, aku dihajar sisi lain dari wanita itu?, pantas saja kekuatannya sangat berbeda" batin pria yang sedang memegang lengannya


"Mengerikan, aku hanya berharap bisa cepat-cepat kabur dari sini" batin pria itu sambil memegangi perutnya


"Bagaimana mungkin?, itu hanya mitos dan tidak pernah ada didunia ini" batin pria sambil memegangi kakinya


Quiran menoleh kebelakang, ia melihat keempat pria itu menatapnya dengan wajah pucat pasi "Menguping pembicaraan itu sangat tidak baik" ucap Quiran sambil tersenyum lebar


Mereka semua menunduk secara persamaan, keringat mulai bercucuran diseluruh tubuh "Aku ingin bertanya, nyawa kalian tergantung pada jawaban kalian sendiri" ucap Quiran sambil memutar tubuhnya dan berjalan mendekat

__ADS_1


"Siapa yang memerintah kalian?" tanya Quiran dengan datar


"Maafkan kami, yang memerintah kami adalah William" ucap bos mereka


"Ah ... tukang kebun, pasti Calis yang menyuruhnya untuk membunuhku" gumam Quiran sambil tersenyum lebar


"Aku mmemafkn kalian atau membunuh kalian saja?" tanya Quiran dengan nada mengejek, tapi yang dirasakan oleh keempatnya justru suara mengerikan


"Mohon maafkan kami" ucap ketiganya sambil menundukkan kepala mereka


"Tidak, aku tidak suka memaafkan orang, kalian lupa siapa aku?" tanya Quiran dengan senyum lebarnya


"Ti-tidak lu-lupa" ucap sang bos sambil menggelengkan kepalanya


Sedangkan Xeno hanya bisa menganga lebar, ia sudah mengetahui tentang alter ego Quirin, tapi ia tidak menyangka jika sisi Quirin sangatlah menyeramkan


"Dia Quiran?, sekarang aku bisa membedakan antara keduanya, Quirin tersenyum seperti terlihat licik, sedangkan Quiran terlihat seperti ingin mencabut nyawa seseorang, benar-benar berbeda" batin Xeno dengan berdigik ngeri


"Bagaimana Zee bisa menaklukkan alter ego seperti Quiran?, aku bertanya-tanya soal itu" batin Xeno lagi


Setelah berfikir lama, Quiran seperti mempunyai ide yng bagus "Aku membuat penawaran, ini juga tergantung dari jawaban kalian" ucap Quiran dengan senyum khasnya


"Tolong jangan senyum seperti itu, itu benar-benar menakutkan" batin sang bos, tapi dirinya tidak berani berkutik dihadapan Quiran


Sang bos hanya mengangguk setuju, "Jadi orangku dan dengarkan perintahku, apa kalian setuju?" tanya Quiran lagi


Keempatnya saling memandang dan mengangguk secara bersamaan "Baiklah" ucap Quiran sambil berdiri dari hadapan keempatnya


Ia berjalan kearah Zee dan Xeno "Tolong rawat mereka, aku mempunyai rencana pada lura dengan menggunakan mereka, dan jangan lupa katakan itu pada Quirin" ucap Quiran sambil mengeluarkan senyum khasnya


Zee tidak mengerti arti perkataan Quiran, ia tetap akan mengatakan apa yang sudah ia lakukan pada Lura "Tanpa kau katakan, aku sudah bergerak duluan pada Lura" ucap Zee tersenyum smirk


"Apa?!" teriak Quiran terkejut, pasalnya ia tidak mengetahui jika Zee sudah bertindak pada Lura


"Kau yang mengatakan aku terlalu lama bermain-main, jadi aku memulainya dari Lura agar permainan ini cepat berakhir" ucap Zee tersenyum smirk


Quiran terlihat kesal karena Zee tidak mengerti perkataannya "Hei apa kau tidak tahu?, jika kami bertukar maka jiwa itu tidak dapat melihat apapun, sedangkan jika dia yang ada diluar maka aku bisa mengetahui segalanya, jadi sebaiknya kau mengatakan itu padanya, bukan padaku!" ucap Quiran dengan malas, ia mulai melewati Zee dan berjalan mendekati Xeno


Zee hanya diam seperti patung, ia memikirkan perkataan Quiran "Pantas saja dia mengatakan agar aku membicarakan ini pada Quirin" batin Zee


"Antarkan mereka kerumah sakit dan urus sisanya" ucap Quiran pada Xeno, sedangkan Xeno tidak bisa bergerak jika Zee tidak memberi perintah


Zee mendengar ucapan Quiran, ia juga tau jika Xeno ingin meminta persetujuannya, Zee mulai berbalik dan menatap Xeno "Lakukan saja apa yang dia perintahkan" ucap Zee


Quiran melihat kearah Zee "Aku lupa dia sangat setia padamu, tapi aku harus pergi karena waktu ku tidak banyak" ucap Quiran sambil mendekat kearah Zee


Bersambung ...


Maaf belum bisa Crazy up, doakan saja dilain waktu semoga author bisa crazy up 🙏


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment

__ADS_1


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2