Another Person Life

Another Person Life
Hancurnya Darla


__ADS_3

Darla masih melihat Quirin memutar-mutar pisau ditangannya, Darla memutar kepala melihat pintu yang tertutup rapat, tanpa ragu ia mengangkat kakinya untuk melangkah kearah pintu itu


Belum sempat kaki kanannya mencapai lantai, pisau menancap dengan sempurna tepat di samping paha Darla


Arghhhhhhhh


Darah segar keluar dengan sangat deras, sakit yang luar biasa dirasakan oleh Darla, membuatnya ingin menangis, namun air mata itu tertahan dipelupuk mata agar tidak melukai harga dirinya


Karena kakinya tidak bisa menopang lagi, Darla langsung jatuh terduduk kelantai, ia menoleh kearah Quirin dengan mata melotot seolah-olah ingin keluar dari tempatnya


"Upsss!! tanganku sangat nakal jadi tidak perlu melihatku seperti itu" ucap Quirin sambil menutup mulut dengan jari lentiknya


"Bukankah aku sudah memperingatimu" lanjut Quirin dalam sekejab merubah ekspresinya menjadi dingin dan mata menatap dengan tajam, ia berjalan mendekati Darla yang sedang menahan kesakitan


Quirin berjongkok di hadapan Darla dengan tatapan permusuhan, dan bukannya ketakutan, emosi Darla yang sudah memuncak membuatnya juga menatap Quirin dengan penuh kebencian sambil menahan sakit karena darah yang keluar tidak sedikit


"Kau begitu senang mempermainkan orang bukan?, sekarang biarkan kau juga merasakan rasanya dipermainkan" ucap Quirin dingin, ia dengan cepat langsung mencabut pisau yang berada di paha Darla hingga membuatnya berteriak keras


Quirin berdiri dengan melirik kedua bawahan Darla yang terkapar "Jangan berpura-pura mati atau kalian ingin merasakan hal yang sama" ucap Quirin


Berpura-pura mati adalah rencana mereka berdua untuk menghindari Quirin, karena mereka kalah telak hanya melawan satu wanita, sejak Quirin beralih ke Darla, mereka berdua tidak bergerak dan hanya mendengar semua percakapan antara Darla dan Quirin, apalagi saat mendengar jeritan Darla membuat keduanya semakin takut

__ADS_1


Mereka berdua membuka mata dan langsung bangkit dari lantai dengan menunduk


"Jika mengikuti semua perkataanku, Aku akan melepaskan kalian" ucap Quirin santai


Keduanya saling memandang dan mulai berani menatap Quirin "Kami akan mengikuti semua perkataanmu" ucap keduanya dengan tegas


"Bagus!, Apa yang sudah dia perintahkan pada kalian, segera lakukan padanya" ucap Quirin tersenyum smirk


Dengan senang hati mereka menerima perintah itu, mereka berdua langsung berlari mendekati Darla


"Menjauh dariku, aku yang membayar kalian" teriak Darla, cairan bening yang sudah ia tahan kini mulai menetes membasahi pipinya


Mereka menarik kerah baju darla dan menyeretnya dengan tidak elit kesudut gudang, darah berceceran sepanjang mereka menyeret Darla


Karena Darla memberontak bukan hanya bokongnya saja yang terseret namun lukanya juga ikut terseret mengenai lantai, karena luka itu menganga lebar, benda-benda asing ikut menempel disekitar luka dan ikut masuk kedalamnya


Darla merintih kesakitan sambil menangis sesegukan, namun dihiraukan oleh kedua orang itu dan juga Quirin


Ia tidak membayangkan kejadian ini akan terjadi pada diri sendiri, padahal itu selalu ia lakukan pada orang-orang yang pernah berurusan dengannya


Darla mulai menangis sekencang-kencangnya, ia menatap Quirin yang sedaritadi hanya menonton saja

__ADS_1


"Kumohon......lepaskan aku" ucap Darla menangis sambil mulai memohon pada Quirin


Quirin tersenyum smirk "Kau pasti tidak berfikir ini bisa terjadi padamu, Apakah kau merasa sakit sekarang?, itu sudah sangat terlambat" ucap Quirin dingin


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2