Another Person Life

Another Person Life
Ucapan yang Langka


__ADS_3

Lura yang sedang sakit, berusaha mencoba menggerakkan tubuhnya, tapi tubuhnya terasa sangat berat, kepala pusing dan tubuh tidak bertenaga itulah yang di rasakan oleh Lura saat ini. Quirin yang melihat itu justru semakin ingin membuat Lura menderita.


"Aku akan menghitung sampai 3, jika aku melihat kalian masih berada di kamarku maka aku sendiri yang akan menyeret kalian keluar."


Beymi masih tidak bergeming, sebenarnya ia sangat takut terhadap Quirin, tapi demi anak semata wayangnya Beymi terus meminta permohonan pada Quirin.


"Nona, aku akan menebus semua, tapi tolong jangan ... " perkataan Beymi terjeda ketika Quirin mulai berhitung.


"Satu"


Lura tersentak kaget, ia masih terus berusaha menyeret tubuhnya agar keluar dari kamar Quirin, Namun semua dilakukannya hanya sia-sia, Tubuhnya bahkan tidak bergerak sama sekali seolah tidak mendengarkan Lura.


"Dua"


Semakin bertambah satu angka, jantung Lura berdegup sangat kencang, ia bahkan yakin jika perkataan kakaknya yang sekarang adalah hal yang mutlak.


"Sial!, kenapa tubuhku tidak bergerak?" gumam Lura sambil meraih kakinya untuk keluar dari pintu.


"Tiga"


Detak jantung Lura bahkan semakin cepat hingga melebihi batas normal.


Keringat dingin mulai terlihat di wajah Lura "ada apa dengan tubuhku?" gumam Lura sambil terus menyeret kakinya agar bergerak keluar dari kamar Quirin.


"Waktu habis, sekarang adalah giliran ku" ucap Quirin dengan tatapan tajam.


Quirin menyibakkan selimutnya lalu turun dari tempat tidur, ia melihat Beymi masih menunduk sambil memohon, karena terlalu kesal tiba-tiba saja Quirin melayang kakinya kearah perut Beymi dengan sangat kuat.


Brukkk

__ADS_1


Arghhh


Beymi kesakitan dan tubuhnya terseret sedikit jauh dari tempat tidur Quirin, Lura yang mendengar jeritan itu langsung menoleh kebelakang, ia melihat tatapan Quirin bahkan bukan seperti Quirin yang biasanya.


Lalu Lura melihat Beymi merintih kesakitan sambil meringkuk, melihat adegan kekerasan yang dilakukan Quirin dihadapannya membuat tubuh Lura semakin bergetar hebat, keringat bahkan sudah membasahi seluruh pakaiannya.


"Dia bukan kakak" gumam Lura dengan pelan.


"Menyingkir dariku pelayan rendahan, dalam perkataanku sebelumnya aku bahkan tidak mengatakan untuk menghentikan penyiksaan nya, jadi jika anakmu mati maka salahkan dirimu yang sudah berkhianat!" ucap Quirin dengan sorot mata yang tajam.


"No-na, to-long maaf ... " perkataan Beymi terjeda ketika Quirin menarik pakaiannya dengan sangat kuat dan menyeret Beymi bagaikan hewan.


"Berisik!" ucap Quirin dan langsung melempar Beymi keluar dari kamarnya.


Lalu Lura yang ada didepan pintu justru terduduk seperti patung, Quirin juga dengan ganas langsung menarik rambut Lura dan melemparnya kesamping Beymi "menjauh dariku!" teriak Quirin lalu menutup pintu kamarnya dengan sangat kuat.


Quirin masuk kedalam dan melompat keatas tempat tidurnya "sedikit lagi, aku membereskan masalah disini, beruntung aku bisa memikirkan Ini dengan cepat" gumam Quirin sambil memegang ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang.


Ting


Vano yang sedang dalam perjalanan mendengar bahwa ponselnya berbunyi. Ia yang sedang menyetir segera menepi kan mobil dan langsung memeriksa ponselnya.


[Terimakasih, berkat bantuan mu masalah disini terselesaikan dengan sangat mudah]


"Nona mengucapkan terimakasih?, ini ucapan yang sangat langka" gumam Vano dengan rasa tidak percaya.


"Tapi disamping itu, kenapa nona menyuruhku mengerjakan hal seperti itu?, satu yang aku ketahui, nona bukanlah orang yang mudah di singgung" gumam Vano sambil menggelengkan kepalanya.


#Flashback On

__ADS_1


[Vano, bantu aku mencari wanita yang bernama Jeslyn, dia bekerja di cafe kirin, lalu sewa beberapa orang untuk membuatnya masuk kedalam rumah sakit. dan jangan lupa untuk melakukan yang sama pada Clamy, aku tidak ingin dia hidup damai didalam penjara karena merasa sudah terbebas dari kita, aku mau dia mati didalam sel itu. jadi Vano, aku menunggu kabar baik darimu, jika tidak? hmm...]


"A-apa?, kenapa nona ingin aku melakukan itu?, tapi di setiap kata-kata ini memiliki arti tersembunyi, sudahlah, lakukan saja sesuai perintah nona, aku tidak ingin menjadi tumbalnya lagi, dia terlalu menggerikan untukku" gumam Vano sambil menuju cafe yang di maksud Quirin.


Vano menyewa beberapa wanita untuk membuat perkataan Quirin menjadi kenyataan.


Dari kejauhan wanita yang bernama Jeslyn dikeroyok habis-habisan oleh para wanita sewaan Vano, melihat itu Vano bergidik ngeri "itu pasti membuatnya masuk kedalam rumah sakit, mereka melakukan pekerjaan dengan sangat bagus"


Lalu ketika para wanita itu pergi, Vano segera melangkah maju dan langsung membawa Jeslyn kerumah sakit.


"Terimakasih sudah menolongku" ucap Jeslyn dengan lemah.


"Aku hanya sekedar lewat, aku akan membawamu kerumah sakit, tapi sebelum itu aku harus menghubungi keluargamu, jadi berikan aku nomor ponsel mereka" ucap Vano dengan wajah datar.


Jeslyn langsung memberikan nomor Beymi dan Vano dengan segera menghubunginya.


Setelah selesai mengantar Jeslyn kerumah sakit, Vano bergegas kekantor polisi dan mengerjakan pekerjaan yang di berikan oleh Quirin.


#Flashback Off


"Apa aku harus memberitahukan kepada tuan muda?" gumam Vano.


Tiba-tiba ponsel Vano berbunyi, ia melihat sebuah pesan masuk. Ketika membukanya betapa terkejutnya Vano.


[Cepatlah kerumah sakit, Xia sudah sadar]


Vano bahkan membulatkan matanya, ia tidak menyangka momen yang sangat ditunggunya sudah berada didepan mata.


"kuharap kau mau memaafkan ku" gumam Vano sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2