Another Person Life

Another Person Life
Peringatan Untuk Beymi


__ADS_3

Setelah kepala pelayan pergi, Quirin meraih ponsel yang berada di sampingnya, ia melihat sebuah pesan singkat lalu membacanya "aku sudah membereskannya dan kau tidak perlu bersihkan mayat itu, biarkan ini menjadi awal dari pembalasan dendam kita" gumam Quirin


Quirin sambil mengernyitkan dahinya, pesan singkat itu mengingatkannya pada satu orang "Quiran" pikir Quirin


Ia sempat melupakan kejadian tadi malam dikarenakan kepala pelayan masuk secara tiba-tiba.


"Benar juga, aku tidak pernah melihat seperti apa bentuk mayat yang sudah dibereskan oleh Quiran" gumam Quirin penasaran, ia bertekad untuk melihat seperti apa hasil karya dari alter ego seperti Quiran.


Quirin bergegas menyiapkan pakaiannya dan pergi ke kamar mandi, setelah setengah jam berlalu Quirin keluar dan memakai pakaian dengan rapi.


Sebelum keluar kamar, Quirin menarik nafas dalam-dalam lalu berjalan santai, ia turun dengan elegan dan berjalan kearah meja makan, semua mata tertuju pada Quirin "ada apa?" tanya Quirin sambil menyeret kursi lalu mendudukinya.


Nenek sedari awal sudah memasang wajah menakutkan "apa yang kau lakukan pada Beymi?" tanya nenek dengan wajah kesal


Quirin melirik kearah nenek, ia memutar bola mata dengan malas, baginya wajah itu tidaklah semenakutkan dari wajah Quiran "aku melakukan apa?" tanya Quirin sambil melirik kearah Beymi yang berada di belakang nenek.


Beymi bersitatap dengan Quirin, ia langsung mengalihkan pandangannya kearah lain, karena tatapan Quirin membuatnya ketakutan dan berkeringat dingin "kenapa dia melihatku seperti itu" pikir Beymi


Sang nenek kesal mendengar pertanyaan Quirin "setelah keluar dari kamarmu, kami melihat bekas merah dileher Beymi ... " ucap nenek mulai menaikkan nada suaranya namun perkataan itu belum selesai karena Quirin langsung menyela perkataan nenek


"Lalu?" tanya Quirin santai sambil mengoles selai diatas roti.


"Dia sungguh sangat berani menyela perkataanku" pikir nenek sambil mengepalkan tangannya


"Itu pasti ulahmu, benar kan?" tanya nenek lagi karena Quirin mengajukan pertanyaan lainnya.


Quirin memutar bola matanya malas "kau tanya saja padanya, kenapa bertanya padaku?, apa aku tidak punya pekerjaan untuk meladeni pelayan seperti dia?" ucap Quirin dengan acuh tak acuh


Nenek merasa kesal karena Quirin tidak menghormatinya lagi "jaga bicaramu!" bentak nenek kesal


Quirin mengabaikan suara neneknya, ia cukup jengah mendengar suara menjengkelkan itu, tapi menurutnya pasti akan ada hal menarik lainnya yang akan terjadi "apa yang kulakukan?, apa dirumah ini derajat para pelayan begitu tinggi daripada aku yang anak sah?" tanya Quirin sambil sambil melirik kearah Calis lalu beralih melirik kearah Lura


Grizo yang sudah tidak tahan melihat kelakuan putrinya langsung menggebrak meja dengan kuat "jaga sopan santunmu!, dia itu nenekmu!" bentak Grizo dengan menatap Quirin dengan tajam.


Semua orang yang ada di meja makan terkejut mendengar gebrakan meja yang sangat kuat, mereka melihat kearah Grizo lalu melihat kembali kearah Quirin.


Calis tersenyum mendengar perdebatan keluarga kecil itu, tapi begitu Quirin menyebut anak sah, Calis yang juga ikut terkejut tidak sengaja menjatuhkan pisau yang ada di genggamannya, lalu senyum yang sempat merekah dibibirnya luntur dalam sekejab.


Semua yang ada dimeja makan mengalihkan pandangannya pada Calis. tapi tidak untuk Quirin, ia justru tersenyum smirk sambil memakan roti yang ada di tangannya dan sudah pasti menikmati pertunjukan yang akan segera dimulai.


"Ada apa?" tanya nenek menurunkan nada bicaranya


"Kau sakit?" timpal Grizo panik


"Ibu istirahat saja di kamar, tidak perlu bekerja keras lagi, karena pelayan Beymi sudah berada disini" ucap Lura karena merasa khawatir pada Calis.


"Ti-tidak, aku hanya terkejut mendengar perkataan Quirin" ucap Calis sambil tersenyum canggung


Sang nenek merasa lega karena tidak terjadi apa-apa pada menantunya "perkataan yang keluar dari mulutnya selalu membuat semua orang terkejut" ucap nenek sambil melirik kearah Quirin


Orang yang dilirik tengah santai mengunyah makanannya tanpa memperdulikan perkataan sang nenek.


"Tidak ada yang salah dalam kalimat yang aku ucapkan" jawab Quirin santai sambil menaikan kedua bahunya


"Bukan hanya kau saja anak sah, tapi Lura juga anak sah dari keluarga ini" ucap Calis sambil tersenyum lembut yang dibuat-buat

__ADS_1


Grizo terpancing dengan perkataan Calis "kau mengatakan Lura bukan anakku?" tanya Grizo dengan mengeram marah


Quirin semakin senang melihat kepanikan dari Calis "siapa yang mengatakan dia bukan anakmu ayah?, pantas saja orang mengatakan semakin tua umur kita maka pendengaran pasti semakin berkurang, contohnya adalah bibi" tanya Quirin santai sambil tertawa kecil


Dibawah meja, tangan Calis sudah terkepal dengan kuat seakan ia ingin memukul wajah Quirin, tapi Calis masih memiliki akal sehat karena sekarang mereka masih di tengah-tengah keluarga yang masih mendukungnya.


Grizo semakin tidak mengerti jalan pikiran, perkataannya bisa membuat orang lain salah paham, ia harus menghentikan anaknya "QUIRIN!" bentak Grizo


Quirin yang sudah tidak tahan ikut menggebrak meja hingga membuat semua orang yang ada diruangan terkejut "apa lagi sekarang?!, dimana letak kesalahanku?!" tanya Quirin dengan nada tinggi.


Grizo tidak menyangka, Quirin bisa meninggikan suaranya di hadapannya sendiri, anak yang dia didik untuk bertutur kata lembut kini setelah beranjak dewasa perkataannya semakin tajam dan tak terkendali "berani kau meninggikan suaramu?" tanya Grizo dengan urat yang sudah menonjol di lehernya.


Quirin semakin tidak suka pada ayahnya, ia benar-benar kesal melihat ayahnya berani membentaknya di depan semua keluarga "kenapa aku tidak berani?, kau sendiri berani membentakku di depan banyak orang" geram Quirin


Di kehidupannya sebagai Xura, ia tidak pernah dibentak oleh siapapun terutama kedua orang tuanya, bahkan ibu tirinya juga tidak pernah membentaknya, karena itulah Quirin tidak pernah mendengar orang lain membentaknya, tapi setelah pindah ke tubuh orang lain, justru ia selalu mendapat cacian dan bentakan dari orang-orang yang berada disekitar pemilik tubuh.


Grizo semakin tidak terkendali, amarah kini sudah menguasainya, wajah yang awalnya masih terlihat biasa kini sudah berubah menjadi merah padam "aku ini ayahmu!, kau tidak menghormatiku?!," bentak Grizo sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


"Bagus ayah, marahi saja dia, jika perlu sekalian usir wanita menyebalkan ini dari rumah untuk yang kedua kalinya" batin Lura sambil tersenyum kearah Quirin


"Ayah?, Haha..." Quirin mengucapkan kata ayah sambil tertawa terbahak-bahak


Semua orang yang berada di meja makan melihat kelakuan Quirin, mereka terheran karena apa yang di ucapkan Grizo tidaklah lucu, tapi kenapa Quirin tertawa?.


Seketika Quirin menghentikan tawanya "kau tidak cocok disebut ayah, semua perbuatanmu tidak mencerminkan sosok seorang ayah, aku sudah memberimu kesempatan tapi kau membuang kesempatan itu, jadi jangan lupa dengan perkataanku ini, setelah semua yang terjadi hari ini, aku tidak menerima permohonan maaf dari siapapun, termasuk kau a-y-a-h" lanjut Quirin sambil mengeja kata ayah.


Deg


Jantung Grizo seakan berhenti berdetak, ia terpaku mendengar perkataan Quirin, karena perkataan itu seperti membuatnya sulit bernafas.


Tiba-tiba Quirin melangkah kearah Beymi, ia menepuk pundaknya lalu berkata "aku punya hadiah untukmu, datanglah kegubuk, kau pasti akan tau hadiah seperti apa yang aku berikan" bisik Quirin pada Beymi.


Lalu Quirin beralih pada sang nenek "kupastikan kau akan terkena serangan jantung dan disaat itu juga kau akan menyesal karena telah membela orang yang salah, bahkan orang yang kau anggap cucu bukanlah cucu aslimu nyonya Jeane Alister" bisik Quirin sambil beberapa kali menepuk pelan pundak sang nenek.


Sebelum pergi meninggalkan meja makan, Quirin memberikan tatapan menusuk pada Grizo, lalu meninggalkan ruangan tersebut.


Sedangkan Jean terpaku mendengar ucapan Quirin, ia melihat punggung Quirin yang sedang berjalan menjauh, kini perkataan itu benar-benar mempengaruhi Jean, namun Jean tidak mengerti maksud dari kata-kata yang di lontarkan oleh Quirin.


Setelah berpikir, rasa penasaran Beymi semakin membesar, ia pun berpamitan pada majikannya "nyonya besar, saya pamit untuk membereskan taman" bisik Beymi


Jean mengangguk setuju "pergilah" ucap Jean


Calis sedikit binggung karena setelah berbicara dengan Quirin, Jean termenung tanpa menyentuh makanannya lagi "ada apa bu?" tanya Calis sambil memegang tangan Jean


"Quirin mengatakan padaku tentang cucu asli, apa maksudnya itu?" tanya Jean tanpa melihat eskpresi Calis


Calis benar-benar syok mendengar apa yang dikatakan ibu mertuanya "apa Quirin tau identitas Lura yang sebenarnya?" batin Calis


Calis mencoba menenangkan ibu mertuanya "jangan pikirkan itu ibu, aku tidak tau dia berkata apa tapi yang pasti dia hanya mengada-ngada, ibu tau sendiri dia sudah berubah" ucap Calis mencoba mengalihkan pikiran mertuanya.


"Jangan sampai wanita tua ini tau identitas Lura, jika dia mengetahui semuanya maka masa depan lura adalah taruhannya" batin Calis


"Aaaahhkkk Nyonya...." teriak Beymi


Jeritan Beymi membuat semua orang spontan langsung berlari kearah taman

__ADS_1


Mereka berbondong-bondong berlari kearah gubuk, Grizo, Calis dan Lura terfokus pada Beymi yang terduduk gemetar sambil menangis "kenapa kau berteriak?" tanya Grizo dengan nafas tersengal-sengal


Calis dan Lura bersamaan menatap kedepan, mereka berdua melebarkan kedua mata masing-masing seolah mata itu ingin keluar dari tempatnya.


Aaaaahhhkkkk


Kali ini Lura dan Calis yang berteriak bersamaan sehingga membuat Grizo menutup telinganya "kenapa kalian juga ikut berteriak?" tanya Grizo kesal


Calis dengan cepat memeluk dan menutup mata Lura, tidak terasa cairan bening mulai membanjiri pipi Calis.


Lura menunjuk kearah belakang Grizo "lihatlah dibelakang ayah" ucap Lura yang menangis dan masih dalam dekapan Calis.


Grizo berbalik dan betapa terkejutnya melihat sebuah mayat yang sangat mengenaskan "apa semua ini?" teriak Grizo yang masih tidak percaya


Setelah Grizo melihat dengan seksama ia baru mengingat wajah orang itu, ia mengerti heran "bukankah dia Wiliam?, dia sudah berhenti bekerja bertahun-tahun tapi bagaimana bisa dia mati ditempat ini?" gumam Grizo sambil menetralkan keterkejutannya.


Mendengar ucapan itu Beymi langsung mengingat perkataan Quirin "semua ini ulah nona Quirin tuan" ucap Beymi yang masih menutup wajahnya dan menangis


Calis tidak mendengar apa yang diucapkan pelayan Beymi, karena ia masih sangat syok dengan kematian Wiliam.


Grizo terkejut "a-apa?!, ti-tidak mungkin!, kau menuduh putriku!" teriak Grizo marah


Beymi menggelengkan kepala, saat ini ia benar-benar tidak mau membuka wajahnya, karena bagi Beymi ini pemandangan menyeramkan pertama yang dilihat olehnya, biasanya ia hanya menonton didalam televisi, tapi kali ini sungguh berbeda


Grizo mencari disekelilingnya dan menemukan Quirin tepat berada di belakang Calis. ia melihat dengan seksama dan ternyata reaksi yang di keluarkan Quirin sangat sesuai dengan yang di harapkan oleh Grizo.


Grizo bernafas lega karena melihat reaksi putrinya yang berkeringat dingin sambil memegang perutnya. itu tandanya putrinya bukan lah pelaku yang seperti dituduhkan oleh pelayan Beymi.


"Aku yakin dia tidak melakukannya, karena anak itu sangat lemah" batin Grizo tersenyum tipis


Tiba-tiba Quirin berlari keluar, Grizo yang melihat itu langsung mengejar Quirin, ia melihat Quirin mengeluarkan isi perutnya "kau tidak apa-apa nak?" tanya Grizo sambil memegang punggung Quirin


"Lepaskan tanganmu!" bentak Quirin sambil menghempas tangan Grizo


"Bagaimana bisa orang yang sudah lama berhenti sekarang mendadak muncul, bahkan sudah berubah menjadi mayat, apa penjagaan keluarga Alister melemah?" tanya Quirin pada Grizo


Grizo menggeleng pelan "ayah juga tidak tau, tapi yang jelas, orang yang melakukannya bukan lah manusia melainkan monster, apa dia tidak tau orang yang dia bunuh pasti memiliki keluarga dan pasti mereka akan menangis mendengar kabar ini" ucap Grizo sambil menunduk sedih


"Jika kau tau orang yang telah menghancurkan keluargamu adalah orang yang sedang kau kasihani, apakah kau sanggup berbicara seperti itu?, aku juga penasaran seperti apa reaksimu ayah" batin Quirin tersenyum miris


Setelah selesai mengurus perutnya Quirin kembali masuk kedalam dan meninggalkan Grizo "cepat keluar dari sini!" perintah Quirin


Namun tak satupun dari ketiga orang itu bergerak, mereka tengah menangis sambil menutup matanya, tapi tidak berlaku untuk satu orang.


Calis terpaku menatap mayat Wiliam, cairan bening itu tidak berhenti mengalir.


Quirin menyadari betapa hancur hati Calis, karena bagaimanapun Wiliam adalah pria yang sangat dia cintai bahkan pria itu adalah ayah dari putrinya.


Quirin tersenyum tipis, kini ia mendekati Calis dan menuntun kedua orang itu untuk keluar "ini belum apa-apa, aku akan membuatmu lebih hancur lagi, tunggu dan nantikanlah" batin Quirin


Setelah mengantar Calis dan Lura keluar, kini masih ada satu orang lagi yang masih terduduk di dalam.


Quirin masuk dan mengangkat tubuh Beymi "bagaimana hadiahku?, bukankah bagus?, ini sebagai peringatan untukmu, ingat!, aku bisa melakukan apa saja yang aku mau, berhati-hatilah" bisik Quirin sambil memegang pundak Beymi


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2