Another Person Life

Another Person Life
Lemparan Tepat Sasaran


__ADS_3

Quirin mengangguk dan ia mengalihkan pandangannya pada ibu dan anak itu, Quirin melangkah pelan dengan seringai di bibirnya.


Kulit Beymi terus berjatuhan, Lura melototkan matanya, rasa jijik terus menghantui isi kepala Lura, ia bahkan merasa bahwa perutnya terus bergejolak seperti ingin mengeluarkan isi perutnya itu.


"Sudah aku katakan, bahwa aku akan melempar mayat Beymi padamu, sekarang aku sudah menepati janjiku" ucap Quirin sambil melempar tubuh Beymi tepat mengenai Calis dan Lura.


"Arghhhh"


Keduanya berteriak dengan ketakutan sambil sedikit berdiri agar tubuh Beymi jatuh dari pangkuan mereka.


Darah Beymi telah mengenai keduanya, sedangkan wajah Lura sudah tampak pucat pasi, bibir dan tubuhnya terus bergetar dan langsung mengumpat di balik tubuh calis


Detik itu juga, Lura langsung memuntahkan isi perutnya, bahkan muntahan itu mengenai tubuh Calis.


Sedangkan Calis tidak mempermasalahkannya,


justru ia merasa sangat kasihan pada anaknya itu, tidak ada seorang ibu yang tega melihat anaknya seperti orang yang tidak waras. Calis merasa frustasi karena tidak bisa berbuat apapun, ia benar-benar merasa kasihan pada Lura.


Calis menoleh kebelakang dan berkata lirih "Lura"


"Apa yang harus aku lakukan, Quirin benar-benar kejam, dia pasti tidak akan menuruti perkataan ku." batin Calis sedikit termenung


"Ibu mohon, jangan lakukan ini pada kami berdua" ucap Calis dengan suara bergetar takut tanpa menoleh kearah Quirin.


Kali ini, Calis benar-benar takut, ia tidak menyangka anak yang dulu lemah, kini berdiri dihadapannya dengan aura yang menyeramkan.

__ADS_1


Quirin yang mendengar perkataan Calis langsung mengerutkan dahinya "jangan?!, kau mengatakan jangan?, kau mulai mengaturku lagi?" tanya Quirin dengan tatapan tajam.


Calis terkejut dan menoleh kearah Quirin, "bu-bukan seperti itu nak, a-apa kau tega pada kami, aku adalah ibumu dan dia adalah adikmu" bujuk Calis.


Calis masih tetap mencoba berpikir bahwa Quirin akan mudah luluh padanya, ia juga berusaha menepis pikiran yang mengatakan Quirin telah berubah itu.


"Kau benar-benar menjijikkan!," geram Quirin sambil berlari mengambil pisau yang baru saja di buangnya, kini dilempar kembali tepat pengenal tangan Calis.


"Arghhhh"


Teriakan Calis membuat Lura yang berada di belakangnya terkejut, ketika Lura mengakar wajahnya, ia melihat tangan Calis sudah menempel dengan dinding.


"Arghhhh"


Sakit!, itulah yang di rasakan oleh Calis, ia ingin mencabut pisau itu, tapi kedua tangannya telah diikat kebelakang oleh Vano dan yang lain.


Sedangkan para lelaki itu justru terkejut mendengar suara teriakan, mereka mengira jika itu adalah suara Quirin, tapi nyatanya, saat mereka menoleh mereka semua dikejutkan ketika melihat Quirin berdiri jauh tapi lemparannya tepat mengenai sasaran.


"Sial!, dia benar-benar bisa di berbagai bidang" gumam max dengan menganga lebar.


"Aku tidak bisa memberi komentar apapun lagi" ucap Vano sambil menutup wajahnya dengan satu tangan.


Sedangkan Arnius dan Staren justru langsung terduduk karena tindakan Quirin begitu keren di mata mereka.


"Nona, benar-benar luar biasa" gumam keduanya bersamaan.

__ADS_1


Al langsung menoleh kearah Xeno yang sedang membutuhkan pertolongan, ia juga terkejut tapi tidak dengan tindakan Quirin.


Setelah Al memeriksa Xeno, ia pun menghela nafas pelan "apa kau mengingat kejadian saat dirimu membunuh keluargamu?" tanya Al dengan enteng.


Walau terdengar mengejek, tapi semua yang dikatakan Al memanglah benar, jika ia teringat dengan kejadian itu, maka nafasnya akan memburu dan ia seakan susah untuk bernafas.


Kejadian itu sudah sangat lama dan tidak pernah kambuh lagi, tapi ketika melihat cara Quirin membunuh Beymi, membuat Xeno seakan berhenti bernafas.


"Lain kali, jagalah perkataan mu, setiap orang memiliki cerita yang berbeda-beda, jadi ingatlah tentang itu. Dan sudah ku pastikan, kau tidak akan pernah lolos dari balas dendam nona" ucap Al tersenyum mengejek lalu berdiri dan membiarkan Xeno berpikir dengan kepala dingin.


Vano dan dua yang lainnya ingin sekali tertawa, mereka bisa melihat wajah pucat Xeno ketika mendengar kata balas dendam. Wajahnya bahkan menunjukkan rasa takut yang sangat mudah di tebak.


Xeno yang mendengar perkataan Al langsung menelan saliva nya "habislah aku, apa yang akan nona lakukan padaku" gumam Xeno dengan melototkan matanya.


Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf kan author yang gak update beberapa hari 🙏, untuk menebus kesalahan author, besok author akan melakukan crazy up🙏


Author sedikit merekomendasikan, jika kalian membaca enaknya sambil mendengarkan music, nah kalian bisa mampir ke audio author, tinggal pilih aja🥰


Author ucapkan maaf dan terimakasih 🙏


__ADS_1


__ADS_2