Another Person Life

Another Person Life
Balasan Rea


__ADS_3

Feryun sangat fokus melihat kedepan "Sebaiknya kita cepat menyebrang" ucap Feryun yang memimpin jalan.


Mereka semua mengikuti Feryun dan berjalan dengan sejajar, semakin mereka melangkahkan kaki kedepan, semakin dalam pula rawa itu.


Bahkan air rawa itu sudah mencapai pinggang para wanita "Kak, apa ini akan semakin dalam?" tanya Rea sambil memegang pakaian Feryun.


"Tidak, ini sudah mencapai batas nya, sebentar lagi kita akan sampai di permukaan" ucap Feryun sambil berjalan dengan pelan.


Quirin yang berada di belakang Rea melihat ke kiri dan ke kanan, ia terlihat selalu waspada, karena ia takut jika musuh akan menyediakan serangan mendadak.


Tiba-tiba saja, Quirin melihat air bergerak cepat kearah mereka, ia pun langsung mengeluarkan pistolnya dan menembak tepat di air yang bergerak itu.


Dor


Semua orang berhenti dan menoleh kearah Quirin, mereka melihat arah tangan Quirin dan di sana terdapat air yang sudah berubah warna menjadi merah.


"Sepertinya dia benar-benar menyiapkan ini demi membunuh mu kak" ucap Quirin yang sedikit penasaran dan perlahan berjalan mendekati air berwarna merah itu.


Zee langsung memegang tangan Quirin dan mengikuti langkahnya.


Quirin pun mencoba meraba dan melihat hewan apa yang akan menyerang mereka. Ketika Quirin mengangkatnya, betapa terkejut Xeno, Zee, Rea dan Feryun.


Quirin pun membulatkan matanya, "Sial!, Lari!" teriak Quirin sambil membuang ular yang ada di tangannya ke sembarang arah.


Mendengar teriakan Quirin, Feryun langsung menarik Rea agar ikut berlari bersamanya, sedangkan Zee juga menarik Quirin dan Xeno juga ikut berlari sambil sesekali menoleh ke belakang.


Quirin, Zee dan Xeno melihat bahwa air rawa iru kembali bergerak, mereka pun langsung menembak dengan tepat sasaran.


Dor


Dor


Dor

__ADS_1


Ugh


Tiba-tiba saja Quirin merasa kakinya sedikit keram "menyebalkan, disaat seperti ini kenapa kaki ku terasa sangat sakit" batin Quirin sambil berusaha berlari sekuat tenaga


Feryun tidak bisa berkonsentrasi, ia hanya terfokus pada keselamatan Rea dan menarik Rea dengan sangat kuat agar berhasil mencapai permukaan.


Setelah berhasil keluar dari rawa, mereka semua tampak terengah-engah.


Berlari dalam air bukanlah hal yang mudah, Quirin dan Rea tampak sedang menahan sakit.


Feryun yang melihat itu tidak jadi duduk, ia langsung melihat kearah Rea dan Quirin yang sudah tampak terduduk "apa kaki kalian sakit?" tanya Feryun yang sangat mengkhawatirkan kedua adiknya itu.


"Luruskan kaki mu" ucap Zee mulai menarik kaki Quirin dan langsung memijatnya.


Xeno dan Feryun tampak sangat terkejut melihat tindakan Zee, sedangkan Quirin, kembali melihat ke sekelilingnya.


"Fokuslah pada sekeliling, ular tadi hanya permulaan untuk kita, jadi jangan lepaskan pandangan kalian" ucap Quirin sambil dengan teliti melihat pohon itu satu persatu.


Jika Quirin melihat keatas, maka Feryun melihat ke sekita mereka, sedangkan Xeno berjaga melihat kearah rawa.


"Lihat ke keatas" ucap Quirin yang tengah tersenyum sinis.


Sontak mata mereka semua melihat keatas, ternyata mereka sudah di kelilingi oleh orang dengan berpakaian hitam.


"Haaa ... ini menyenangkan, padahal aku sudah lama menunggu kalian, tapi kalian justru baru muncul sekarang" ucap Quirin yang menarik kaki nya dari tangan Zee lalu berdiri dan meregangkan tubuhnya.


Zee, Rea, dan Feryun mulai berdiri, sedangkan Xeno terus bersiaga, lalu tiba-tiba saja Quirin berlari sambil menembak orang-orang yang ada di atas pohon.


Dor


"Satu"


Dor

__ADS_1


"Dua"


Dor


"Tiga"


Mereka semua berpencar ke segala arah sambil menodongkan pistol, selain di atas pohon, ternyata sebagian dari komplotan pakaian hitam juga ada yang bersembunyi di belakang pohon.


Suara tembakan terdengar begitu keras, setelah Quirin berlari dengan sangat cepat, ia dapat dengan mudah menghindari peluru yang sedang ter arah pada nya.


Setelah Quirin menemukan orang yang ada di balik pohon itu, ia langsung melayangkan tendangannya dengan sangat kuat hingga orang berpakaian hitam itu terpental dan Quirin langsung menembak tepat di kepala orang itu.


Suara tembakan dan perkelahian terus terdengar, Quirin yang telah menyelesaikan bagiannya langsung berlari diantar pepohonan, ia menghitung berapa orang yang sedang bersembunyi di balik pohon yang berada di seberang mereka.


Lalu saat orang berpakaian hitam itu menodongkan pistolnya untuk menembak Rea, Quirin langsung melepaskan pelatuknya untuk menembak orang tersebut.


Quirin begitu takjub melihat Rea tengah begitu santai dan juga lihai menghadapi situasi yang sangat menegangkan itu.


Zee, Rea, Feryun dan Xeno terlihat sudah menyelesaikan orang-orang itu.


"Wah, ini sangat menakjubkan kakak, beruntung aku tidak menolak apa yang papa ajarkan padaku. Dulu aku berfikir jika ilmu yang di ajarkan papa tidaklah berguna, tapi disaat seperti ini justru ilmu itu sangat membantuku" ucap Rea dengan senang.


"Dasar adik bodoh, apa se menakjubkan itu?, kita ini sedang berperang bukan bertamasya" ucap Quirin sambil menggelengkan kepala nya dengan pelan.


Rea yang mendengar itu mengerutkan dahinya "bukankah kakak yang mengakan bahwa ini sangat menyenangkan?, tapi menurutku memang seperti itu" ucap Rea dengan polos.


Quirin yang mendapat balasan dari Rea menjadi tercengang, sedangkan Xeno dan Feryun sudah tertawa dengan keras.


Zee bahkan ikut tersenyum tipis melihat Quirin tercengang dengan berdiri seperti patung.


"Haha ... Rea, kakak sarankan jangan dengarkan perkataan Quirin, dia memang berbeda dari kebanyakan orang, tapi kau tidak boleh mengikutinya" ucap Feryun di sela tawanya.


Quirin terlihat sangat kesal ketika mendengar perkataan Feryun "Diam lah kakak" ucap Quirin dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2