
Beymi yang di dorong pun terjatuh, ia tidak menyangka karena dirinya menjadi trending dengan rumor yang tidak sedap, lalu orang-orang kini berlaku kasar padanya.
Beymi tidak bergeming, ia yang terjatuh justru masih terduduk di depan toko penjual ponsel "kenapa semua ini bisa terjadi padaku?, seharusnya yang berada di posisi ini adalah nona Quirin, sekarang apa yang harus aku lakukan?, aku sangat mencemaskan keadaan Jeslyn" gumam Beymi sambil menundukkan wajahnya.
Tiba-tiba saja Beymi teringat pada Calis "nyonya!, aku harus bertemu dengan nyonya" di dalam pikiran Beymi hanya wanita itu saja yang dapat menolongnya.
Dengan cepat Beymi berdiri dan berlari mencari sebuah taxi, lalu Beymi menghentikan sebuah taxi yang akan melewatinya dan dengan mendapat sedikit harapan Beymi kembali ke kediaman Alister, ia tengah melupakan Lura yang sedang berada di luar mansion.
Pasalnya saat Beymi mengajukan libur, Lura diam-diam keluar mengikuti Beymi dan mereka berpisah untuk menghubungi pihak-pihak majalah.
Setelah sampai di mansion Alister, Beymi langsung pergi menuju ruang bawah tanah "nyonya muda!" panggil Beymi dengan menangis.
Calis yang berada di dalam terkejut mendengar suara Beymi "ada apa denganmu, Beymi?"
"Nyonya, apa yang harus aku lakukan?, semuanya sudah berakhir" ucap Beymi dengan terduduk menyender pintu.
"Apa maksudmu?" tanya Calis tidak mengerti.
Keduanya saling sahut menyahut tanpa menatap wajah, mereka berbicara dengan saling menyandar di pintu itu.
"Nona Quirin sudah menguasai seluruh rumah nyonya, dia bahkan membalaskan dendamnya sedikit demi sedikit padaku dan sekarang dia telah menyekap Jeslyn" ucap Beymi sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Apa!, kau yakin?" tanya Calis terkejut.
Beymi menganggukkan kepala walau Calis tidak bisa melihatnya, "aku melakukan pekerjaan yang telah kita sepakati, tapi sekarang semuanya berbalik menyerang ku, dia memiliki bukti saat aku menaruh obat itu kedalam minuman nyonya Arcy" jelas Beymi pada Calis.
Mata Calis seakan ingin keluar dari tempatnya, ia tidak menyangka Quirin memiliki bukti yang sangat akurat "a-pa?!, artinya dia benar-benar mengetahui seluruh perbuatan kita" gumam Calis sambil memegang kepalanya.
__ADS_1
"Nyonya, apa yang harus aku lakukan?," gumam Beymi sambil meremas rambutnya dengan kuat. Perasaannya begitu kalut, bayang-bayang Jeslyn tampak terlihat jelas dan rasa khawatir seakan muncul terus menerus.
Pikiran Calis kini tertuju putrinya itu, karena, jika Quirin membalaskan perbuatannya pada anak Jeslyn, maka Lura juga akan kena getahnya "Beymi, apa yang di lakukan Lura saat ini?" tanya Calis.
Tiba-tiba Beymi teringat telah meninggalkan Lura di sebuh cafe. Sebelum berangkat kerumah sakit, Beymi pergi ke tempat cabang perusahaan Majalah, ia menyuruh Lura untuk menunggu dirinya diluar, lalu tanpa sepengetahuan Lura, Beymi menyerahkan dua lembar kertas pada karyawan di sana.
Setelah urusannya selesai, Beymi kembali menyuruh Lura untuk menunggunya di sebuah cafe, lalu pada saat itu Beymi pun pergi kerumah sakit.
"Nyonya, aku tidak sengaja meninggalkan nona di sebuah cafe" ucap Beymi merasa bersalah.
Calis pun mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, ia menggedor pintu itu sekali sehingga menimbulkan bunyi yang begitu nyaring "apa!, kau meninggalkannya sendirian?, kenapa dia keluar dari mansion?, itu benar-benar bahaya untuknya" teriak Calis dengan marah.
Beymi yang membelakangi pintu pun sangat terkejut "nyonya, nona memaksa ku untuk membiarkannya ikut" elak Beymi sedikit gugup, ia tidak memberitahukan pada Calis bahwa mereka berdua juga memiliki rencana.
"Pergi dan jemput dia pulang, aku tidak akan pernah menolong anak mu jika terjadi sesuatu pada Lura" kesal Calis sambil menggedor pintu itu dengan sangat kuat
Keduanya sama sekali tidak mengetahui kondisi masing-masing, lalu Beymi pun merapikan penampilannya dan masuk kedalam mansion untuk mencari ponselnya yang lain.
Di mansion tampak begitu sepi, sehingga Beymi dengan leluasa keluar masuk mansion.
Beymi menatap kamar atas, ia yakin bahwa Grizo masih mengunci dirinya di dalam kamar.
"Maafkan saya tuan" gumam Beymi lalu beranjak pergi dari mansion.
...****************...
Sedangkan Vano dan yang lainnya pun sudah membereskan pekerjaan mereka.
__ADS_1
Kini semua orang tengah berkumpul di ruang tamu, Quirin memeriksa seluruh cctv rumah, ia memiliki firasat bahwa Beymi akan mencari Calis dan benar saja, Beymi bahkan tidak mengatakan semuanya pada Calis.
Quirin memantau cctv rumah menggunakan ponsel pribadi Zee.
Ketiga pengawal itu terus di kejutkan dengan perbuatan Quirin, pasalnya tidak ada yang pernah memegang ponsel itu selain Zee. bahkan zee juga tidak pernah membiarkan kedua orang tuanya menyentuh ponsel miliknya itu.
Awalnya mereka juga terkejut karena Zee memberikan ponselnya itu saat berada di ruang hukuman, namun mereka membiarkannya karena berpikir bahwa keadaan benar-benar sangat mendesak walau masing-masing mereka juga memiliki sebuah ponsel yang bisa di pinjamkan pada Quirin.
Tapi kini, keadaan sangatlah berbeda mereka harus melihat pemandangan cukup langka yang terjadi di depan mereka.
Sambil tersenyum smirk Quirin terus mengotak atik ponsel itu seakan benda yang ada ditangannya adalah milik pribadi "aku mendapati Lura berada di dalam cafe, dia sedang menunggu Beymi di sana, lalu apa yang harus aku lakukan Zee?" ucap Quirin tanpa melihat kearah pemilik ponsel.
"Hubungi Max dan suruh dia mampir ke cafe itu agar permainan ini akan semakin seru" ucap Zee sambil tersenyum smirk.
Keduanya duduk berdampingan, sedangkan ketiga pengawal itu duduk di depan mereka, senyuman kedua orang itu terlihat menakutkan bagi Vano, Staren dan Arnius.
Bagi ketiganya, Zee telah menemukan pasangan yang cukup serasi, dari mulai fisik, senyuman dan karakter. semua itu benar-benar mirip, yang membedakan mereka hanya satu, yaitu sifat, jika Zee memiliki sifat cuek maka Quirin memiliki sifat kepedulian yang tinggi dan ia mampu mengekspresikan itu melalui wajahnya.
Tapi, ekspresi itu muncul ketika dirinya berhadapan dengan teman-teman terdekatnya, sangat berbeda dengan Zee yang mengekspresikan semua perasannya melalui perbuatan saja.
Bersambung ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Teruntuk kalian, jangan lupa membaca karya author yang lainnya ya 🙏 terimakasih
__ADS_1