Another Person Life

Another Person Life
Rencana Menjatuhkan Cassi


__ADS_3

Selama beberapa hari ini, perusahaan Xavier kembali di hebohkan dengan berbagai rumor.


"Bagaimana bisa dalam waktu singkat perusahaan kita kembali di ambang kebangkrutan" teriak Cassi sambil melempar berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya.


Fayre sang asisten gemetar ketakutan melihat kemarahan Cassi "pihak yang sedang bekerja sama dengan kita meminta kami untuk datang ke proyek, setelah kami tiba, mereka langsung memarahi kami karena produk yang pakai tidak sesuai dengan yang kita ajukan, padahal sebelum barang itu dikirim, kami sudah melakukan pengecekan sesuai prosedur, tapi kenapa barang yang sampai bisa berbeda dari yang sudah di periksa" jelas Fayre dengan tangan yang sudah gemetar hebat


"Bagaimana itu bisa terjadi?, bukankah kita sudah melakukan pengecekan barang?, menurut laporan, semua kualitas produk yang kita miliki sangat baik" ucap Cassi sambil menatap semua bawahannya dengan tajam


"Benar Bu, tapi kami tidak tau kenapa merk yang kita gunakan benar-benar berbeda dari yang telah mereka pakai" ucap Fayre sambil menunduk, dibalik gemetarnya itu Fayre tengah tersenyum menyeringai.


Cassi tidak habis pikir, bagaimana bisa barang mereka bisa di ganti begitu saja "apa kau yakin sudah melakukan pengecekan sebelum mereka mengantar barang itu ke proyek?" tanya Cassi memastikan


Fayre mengangkat wajahnya, senyum itu seketika menghilang dan di gantikan dengan wajah ketakutan "sa-saya yakin bu, karena yang melakukannya saya sendiri" ucap Fayre dengan gugup


Cassi mengerutkan dahinya, ia melihat tidak ada kebohongan di wajah asistennya itu "yasudah, kau pergilah" usir Cassi, ia terduduk di kursi kebesaran sambil memijit dahinya.


"Bagaimana sekarang?, siapa yang ingin menjatuhkan ku?, selama ini aku tidak memiliki musuh ... aku baru saja menggantikan posisi kakak, tapi masalah ini sudah terjadi dua kali, aku yakin para pemegang saham akan menurunkan posisiku" gumam Cassi sambil memejamkan matanya

__ADS_1


***


Sedangkan Alpha tengah tersenyum memikirkan bagaimana hidup Cassi sekarang ini "kau sudah terlalu lama hidup mewah, sekarang adalah giliranmu untuk bersusah payah mencari perusahaan baru untuk memelihara perusahaanmu, atau mungkin kau tidak memiliki kesempatan itu karena sebentar lagi para dewan direksi akan langsung menurunkan jabatanmu" gumam Alpha sambil tersenyum senang


Tiba-tiba Alpha teringat akan Xura "bagaimana kabarnya?, aku sangat merindukan dia" gumam Alpha sambil memutar ponsel yang ada di tangannya.


Alpha langsung menekan sebuah nomor, tidak butuh waktu lama, panggilan itu langsung tersambung "halo!" ucap seseorang dari seberang sana.


Alpha yang mendengar suara itu langsung tersenyum "Xura, apakah semuanya berjalan dengan lancar?" tanya Alpha dengan nada khawatir.


"Baguslah, sekarang mereka berdua ada dalam genggaman kita, aku harap kau bisa berhati-hati dan ingat satu hal, kau tidak boleh mengulang cerita Xura yang asli" ucap Alpha memperingati Xura.


"Apa kau bercanda?, aku tidak akan pernah mengulang cerita yang sama, tapi aku sangat berterimakasih atas peringatanmu, aku tutup sekarang" ucap Xura


Sambungan itu terputus begitu saja, Alpha yang tadinya tersenyum kini berubah menjadi wajah masam, ia pun menghembuskan nafas kasar "awas saja jika pria itu bertindak melewati batas, aku akan langsung membuatnya menjadi daging panggang, huh ... jika saja Xura tidak keras kepala maka aku tidak akan semarah ini" ucap Alpha sambil memijit pelipisnya.


Xura adalah gadis yang sangat di sukai oleh Alpha, ia tidak ingin Xura meninggalkannya seperti wanita masa lalunya.

__ADS_1


Selama beberapa hari Alpha, Xura, dan Fay menyusun rencana agar mereka bisa menjatuhkan Cassi dari posisinya.


Bukan hanya itu saja, mereka juga berusaha menyerang mental Kai yang sedang tidak stabil jika berhubungan dengan Xura asli.


Cassi tidak menemukan solusi apapun, ia langsung mencari Kai di seluruh perusahaan, tapi, ia tidak menemukannya di manapun "hah, sial, kemana perginya Kai?, disaat seperti ini dia selalu menghilang" gumam Cassi sambil menaiki lift dan turun dari kantor.


Cassi berjalan keparkiran dan mulai menaiki mobilnya "apa yang harus aku lakukan?, jika kakak yang berada dalam situasi ini, detik itu juga dia bisa menyelesaikannya ... kau benar-benar bodoh Cassi!" ucap Cassi sambil memukul stir mobil.


Bayang-bayang Xura terus menghantui Cassi, setiap mendapatkan masalah, ia selalu teringat akan sang kakak yang selalu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa ada bantuan siapapun.


Cassi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tidak sengaja matanya menemukan sosok yang sangat familiar "Kai?, bagaimana bisa dia bersama dengan seorang wanita?" gumam Cassi, ia terlihat sangat geram melihat Kai begitu dekat dengan wanita itu.


Sekarang perusahaan diambang kebangkrutan, ia cukup pusing memikirkan perusahaan dan sekarang ia kembali di buat memanas karena Kai terlihat sangat bahagia bersama wanita lain di banding dengan dirinya.


Amarah telah berada di ujung kepala Cassi, ia langsung memarkirkan mobilnya dan segera turun, bahkan Cassi melangkah dengan cepat agar bisa memisahkan Kai dengan wanita itu "Kai!" teriak Cassi dengan wajah yang sudah memerah.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2