Another Person Life

Another Person Life
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Perawat itu berusaha untuk mencari dokter untuk menolong Clamy, namun tidak ada satupun dokter yang ingin menolongnya.


"Tolong bantu aku, pasien di ruangan itu mendapat perlakukan buruk dari seseorang, wajahnya ... wajahnya" perawat itu terus meminta pertolongan tapi dokter yang ada di rumah sakit tidak ada yang berani bertindak karena mereka telah mendengar gosip yang tidak sedap dari atasan mereka.


Seorang dokter yang sedang berkunjung merasa tidak tega, ia pun segera berlari kearah perawat dan bertanya "ada apa?, kenapa kau seperti ini?"


Perawat itu terdiam melihat seseorang yang ada didepannya "aku seorang dokter, jadi kau bisa memberitahuku apa yang telah terjadi" ucap orang itu dengan santai.


Perawat itu pun tersadar "syukurlah, mari ikuti aku" ucap perawat itu antusias.


Setelah keduanya berjalan bersama, perawat itu langsung masuk kedalam kamar "dia terlibat dalam skandal dengan petinggi rumah sakit kami, karena itu tidak ada dokter yang berani untuk menanganinya" ucap perawat itu


Orang itu terpaku ketika melihat orang yang ada di atas tempat tidur rumah sakit. Ia bahkan tidak menduga bisa bertemu dengan mantan pacar yang telah meninggalkannya.


Clamy yang melihat ada orang selain perawat langsung mendongakkan wajahnya "Alvey" Clamy mengucap nama Al dengan senyum dibibirnya.


Al yang masih berada di depan pintu tidak menampilkan wajah sedih ataupun terkejut, ia justru memasang wajah datar ketika melihat jika wanita yang membutuh pertolongan adalah Clamy.


"Dokter, bisakah kau membantunya?, aku tidak bisa melakukannya sendiri karena aku tidak mempunyai hak untuk itu" ucap perawat itu sedih.


Clamy tidak merasa kesakitan, walau ia tengah tersenyum tapi ia masih memikirkan perkataan sang wanita itu dan akhirnya Clamy melupakan rasa sakit yang ada di tubuhnya.


Clamy mencoba untuk mendapatkan simpati "Al aku mendapat fitnah dari media, mereka mengedit foto-fotoku dengan para pria itu, sehingga datanglah seorang wanita dan melakukan kekerasan padaku" ucap Clamy sedih.

__ADS_1


"Kau tidak diizinkan berbicara disini, jika bukan karena perawat ini yang memohon, aku tidak sudi membantumu dan jika kau ingin aku menolongmu maka kunci mulutmu dengan rapat" jawab Al dengan datar.


Clamy merasa terkejut, dulu Al menatapnya dengan penuh cinta, tapi sekarang, Clamy merasakan perbedaan yang sangat besar karena Al menatapnya penuh dengan kebencian.


Walau begitu, Clamy memilih untuk diam. Setelah Al melihat kebisuan Clamy, ia pun masuk kedalam ruangan lalu memegang beberapa alat, sedangkan perawat itu membantu Clamy untuk berbaring.


Al melihat disekitar luka itu sudah sangat bersih, lalu Al menoleh kearah perawat dan sang perawat pun juga ikut menoleh sehingga mata mereka berdua saling bertatapan.


"A-aku sudah memastikan lukanya sudah bersih, dokter bisa melanjutkannya" ucap perawat itu sambil tersenyum


Al mengangguk lalu mengerjakan pekerjaannya, Clamy merasa takut melihat alat - alat yang begitu mengerikan menurutnya.


"Luka ini harus di jahit, jika tidak dilakukan maka wajahmu tidak akan pernah pulih. Aku tidak bisa menggunakan bius di wajahmu, jadi jangan bergerak karena jika kau bergerak sedikit saja maka sudah di pastikan akan mengenai mata dan itu bisa menyebabkan kebutaan secara permanen"


Al menjahit luka tanpa menggunakan obat bius, ia mulai menjahit luka yang ada di bawah mata, setelah selesai Al lanjut menjahit luka yang ada di pipi Clamy.


Kedua pipi Clamy mengalami luka robekan yang dalam, ia bahkan takut jika wajahnya tidak bisa kembali utuh.


Al membutuhkan waktu untuk menjahit kedua pipinya, bukan hal yang mudah bagi Al karena Clamy terus saja berteriak dan membuat Al merasa kesal.


"Apa kau bisa berhenti berteriak?, kalau begini terus maka carilah orang lain untuk menjahit luka mu ini" Al berkata dingin, ia benar-benar kesal karena konsentrasinya benar-benar terganggu.


"Tapi ini menyakitkan, kenapa kau tidak menggunakan obat bius?" tanya Clamy dengan wajah yang sudah berlinang air mata.

__ADS_1


Sedangkan perawat itu langsung menghapus air mata Clamy karena jika mengenai lukanya maka itu akan terasa menyakitkan.


"Berhentinya menjadi wanita cengeng, mungkin saja semuanya memanglah salahmu, jadi terima saja ganjarannya" Al yang sudah kesal mengucapkan kata-kata kasar agar Clamy menutup mulutnya dengan rapat.


Setelah selesai, Al langsung berjalan kearah pintu "tidakkah kau ingin menjagaku disini?" tanya Clamy. Saat ini Clamy bahkan mencoba untuk menghentikan Al.


"Kita tidak mempunyai hubungan apapun dengan begitu aku tidak punya kewajiban untuk menjagamu .... jadi ingatlah!, hubungan kita telah berakhir saat kau pergi meninggalkanku!" Al mengatakannya tanpa menoleh, ia melanjutkan langkah kakinya hingga keluar dari kamar Clamy.


Clamy tertunduk sedih, usahanya menghentikan Al benar-benar gagal total, semua orang kini meninggalkannya, bahkan Al tidak perduli padanya lagi.


"Tuan!, Tuan!" panggil sang perawat


Al yang merasa terpanggil menoleh kebelakang dan melihat perawat yang sama tengah manggilnya.


"Terimakasih sudah membantuku, bolehkah aku mentraktirmu?" tanya perawat itu


"Tidak perlu, prioritasku adalah mencoba menyembuhkan pasien, jadi yang aku lakukan tadi tidak ada hubungannya denganmu. Sampai jumpa" tanpa mendengar jawaban dari sang perawat Al bergegas melangkah meninggalkan rumah sakit.


Perawat itu mengembangkan senyumnya, walau Al bersikap dingin dengannya, sang perawat bisa mentolerir hal itu.


Bersambung ...


Buat para pembaca terimakasih sudah mendukung karya pertama sampai sejauh ini 🌹 insaAllah untuk kedepannya jariku akan berolahraga agar bisa membuat novel ini cepat tamat 😂

__ADS_1


__ADS_2