Another Person Life

Another Person Life
Permainan Esme


__ADS_3

Rea kini membantu Jay untuk berdiri dan memegang lengan sang papa agar bisa berjalan bersama.


Rea bahkan tau bahwa Jay akan terus berpikir Mengani masalah Quirin atau Quiran.


"Maaf papa, aku sungguh tidak bisa berbuat apapun, keluarga besar itu sungguh sulit untuk di atasi, tapi jika kak Quirin sampai tau alasan mengenai kebenaran di balik perginya bibi dari keluarga besar, maka semua masalah akan bisa di atasi semudah membalikkan telapak tangan. Aku juga tidak bisa memberitahukan rahasia itu pada kak Quirin karena aku sudah berjanji pada papa" batin Rea yang terus menatap Jay yang sudah menunduk.


Sedangkan yang lainnya berjalan dengan memegang perut mereka masing-masing.


Mereka memasuki rumah keluarga Alister dan semuanya tengah terduduk di sofa dengan kepala yang sudah menengadah.


Kepala mereka semua cukup pusing karena melihat isi otak dan isi perut yang keluar, dan yang membuat mereka heran adalah Quiran tampak seperti tidak terjadi apapun.


"Alter ego itu sungguh hebat, dia bahkan tidak merasa jijik sama sekali, aku bahkan kalah dengannya" ucap Arnius sambil memegang kepalanya yang pusing.


"Berhentilah mengoceh, semua orang disini juga tau akan hal itu" ucap Staren kesal.


Semuanya tampak terdiam, mereka kini tengah tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


Sedangkan Zee sudah membawa tubuh Quirin kedalam kamarnya dan membaringkan tubuh itu dengan lembut.


"Jika kau sering pingsan, bagaimana kita bisa pergi ke Asia?" gumam Zee menghela nafas dengan kasar.


Zee keluar dari kamar Quirin dan membiarkan Quirin beristirahat dengan tenang, ia tidak bisa mengganti pakaian Quirin, Zee bahkan tidak pernah berpikir untuk membantu melepaskan pakaian Quirin.


Walau pakaian Quirin penuh dengan noda darah, Zee tetap menghormati wanita yang tengah tertidur itu.


Zee turun kebawah dan melihat semua orang tengah menutup mata mereka masing-masing, ia juga tau bahwa mereka akan terus terbayang dengan perbuatan Quiran yang sangat brutal itu.


Tiba-tiba saja, muncul seorang pria dan dua orang pelayan wanita.


Saat masuk kedalam, pria itu langsung bisa melihat Zee tengah menuruni anak tangga. Ia tidak terkejut melihat pakaian Zee yang sudah berlumuran darah.


Berbeda dengan dua pelayan itu, mereka justru sangat terkejut melihat pakaian Zee yang penuh dengan noda merah.


"Tuan, aku membawa mereka karena aku yakin tuan tidak akan membantunya," ucap Xeno dengan penuh keyakinan.


Semua orang terkejut ketika mendengar suara Xeno, mereka menoleh dan terlihat tiga orang tengah berdiri di depan pintu.

__ADS_1


Pasalnya Xeno baru saja meninggalkan Mansion, tapi kenapa pria itu cepat sekali sampainya?.


"Apa dia memakai NOS?" tanya Arnius.


"Sepertinya mobil yang di kenakan bos Xeno tidak memakai alat itu" ucap Staren.


"Bisakah kalian diam?, kepalaku sakit mendengar kalian mengoceh terus menerus" ucap Max yang terus memegang kepalanya karena sakit.


Keduanya pun menutup mulut mereka dengan rapat, sedangkan Rea hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan.


Sedangkan Jay sendiri bahkan tidak memperdulikan disekitarnya, ia hanya mau memejamkan matanya saja.


Zee tampak mengabaikan perkataan Xeno, rasa kesalnya bahkan kian bertambah ketika melihat wajah Xeno.


Zee melihat kearah pelayan itu, ia seperti menyeleksi siapa diantara mereka yang akan membersihkan tubuh Quirin.


"Kau, naik kesini dan bantu wanita yang ada di kamar itu" ucap Zee sambil menunjuk maid yang sudah di bawa oleh Xeno.


Alica mengangguk serta terlihat kebingungan, namun ia tidak membantah ataupun mengeluarkan suara, ia langsung naik keatas, Alica langsung masuk kedalam dan ia begitu terkejut ketika. melihat tubuh Quirin di penuhi dengan noda darah.


Tapi ia tidak sempat berteriak karena Alica langsung menutup mulutnya dengan rapat.


Sedangkan diluar, ia melihat Esme dengan tatapan tajam "kau!, bantu menghidangkan makanan dan minuman mereka" ucap Zee dengan datar.


"Baik tuan muda" ucap Esme yang mengambil seluruh makanan yang ada di tangan Xeno.


Xeno yang melihat tatapan Zee hanya bisa menghela nafas pelan, Zee pun turun dan berjalan kearah tempat para pria tampan itu berkumpul.


Sedangkan Esme yang melewati mereka semua justru terkejut karena melihat ada seorang wanita di tengah-tengah pria tampan itu.


Ia pun memandang Rea dengan tatapan sinis. Bagaimana tidak?. diantara mereka hanya Rea satu-satunya wanita dan para pria itu tampak biasa aja.


Selama Esme bekerja di mansion Zee, ia mengenali sifat pria-pria itu. Esme mengetahui bahwa semua pria itu sangat benci ketika berada didekat wanita, tapi kali ini apa?, bagaimana bisa seorang wanita kini masuk kedalam lingkaran mereka, bahkan Rea terlihat duduk dengan santai.


Rea yang merasakan sebuah tatapan tajam, kini menoleh ke arah Esme, dan benar saja, Esme tengah menatapnya dengan tajam dan penuh kebencian.


Sedangkan Xeno berjalan mendekati Zee, "ini pakaian yang tuan muda pesan, silahkan tuan" ucap Xeno sambil menyerahkan berkasnya.

__ADS_1


Zee mengambil sebuah papperbag itu dari tangan Xeno dan segera pergi ke arah toilet.


Setelah Xeno duduk mereka semua kini menatapnya dengan tatapan lapar. "Apa yang bos xeno bawa?, aku sungguh kelaparan dan haus, tapi aku tidak sanggup berdiri lagi" ucap Arnius dengan menghela nafasnya.


"Hanya makanan ringan" ucap Xeno dengan santai.


Semua orang bahkan tidak fokus ke tangan Xeno, padahal jelas-jelas dia lah yang membawakan semua makanan mereka.


Bahkan Xeno sendiri juga sama seperti mereka, bahkan sampai sekarang, Xeno bisa merasakan bahwa sekarang ini perutnya terus saja seperti berputar.


Setelah menunggu beberapa menit, Esme menghidangkan semua makanan yang di bawa Xeno keatas meja yang berada didepan para pria itu.


Esme bahkan menata seluruh makanan itu dengan rapi, Semua orang tengah mengambil makanan yang ingin mereka makan, tapi ketika Rea ingin mengambil salah satu makanan itu yaitu pasta, Esme yang melihat itu tersenyum licik dan langsung menjauhkan makan itu dari tangan Rea.


"Nona, jika kau memakan ini, kau akan menjadi gemuk, bukankah seorang wanita harus menjaga penampilannya?" ucap Esme sambil tersenyum.


Semua orang terkejut melihat sikap Esme pada Rea, dan kini mereka semua menoleh kearah Rea, sedangkan Rea hanya mengerutkan dahinya, walau tidak dalam kondisi diet. Namun Rea masih berfikir positif dan mengangguk setuju dengan perkataan Esme.


Lalu ketika Rea ingin mengambil sebuah udang krispi, lagi-lagi Esme dengan cepat menjauhkan piringnya dari Rea.


"Nona, ini juga bisa membuat mu alergi, karena bahan utamanya berasal dari udang" jelas Esme sambil tersenyum.


Rea kembali mengernyitkan dahinya, ia melihat dengan penuh menyelidik, sepertinya Rea tau bahwa Esme tengah mempermainkannya.


Rea kembali menganggukkan kepalanya dengan santai, lalu ia pun mengganti dengan mengambil sebuah gelas yang sudah terisi dengan soda.


Lagi-lagi Esme tersenyum dan ingin menjauhkan soda itu dari tangan Rea. "nona so ... " perkataan Esme terhenti karena Rea dengan cepat meraih gelas itu dan menyiram wajahnya.


Byurrr


"Enggghhh"


Esme yang tidak siap, justru terkejut dengan tindakan Rea, bahkan kedua matanya terkena air soda yang disiramkan oleh Rea.


"Apa yang kau lakukan!," teriak Esme marah.


Pasalnya orang-orang itu kembali terkejut ketika Rea menyiram Esme dengan air yang ada di tangannya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2