
Zee yang tidak ingin melihat keluarga Vermilion kini langsung turun dari mobil, ia pun tidak lupa untuk membawa Xura kedalam mobil.
Tiba-tiba saja Zee merasa bahwa akan ada masalah baru yang akan menghampirinya. "Kenapa aku gelisah?" gumam Zee yang sudah berada di dalam mobil.
Zee mencoba berpikir jernih, ia pun menggelengkan kepalanya dan langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.
Beberapa para bawahan itu juga ikut masuk kedalam mobil, 3 mobil itu mengikuti kemana pun Zee pergi.
Xeno dan Al hanya bisa menghela nafas setelah melihat kepergian Zee "seperti biasa, Kita harus membereskan perbuatan Quiran" ucap Al sambil mengangkat kedua pundak nya.
Xeno tidak menanggapi perkataan Al, ia lebih memilih membersihkan sisa-sisa perbuatan Quiran di banding mendapatkan pembalasan dari kedua wanita itu, bagi Xeno pembalasan yang mereka berdua lakukan sangatlah mengerikan.
Sedangkan Al kembali pada pekerjaannya, ia tidak bertanya apapun tentang apa yang terjadi di dalam, karena Al bisa melihat raut wajah mereka semua tampak sangat suram.
"Lebih baik aku bertanya pada Xeno saja" batin Al sambil menggerakkan tangannya untuk mengeluarkan peluru yang telah bersarang di tubuh Alpha.
Setelah membantu Alpha, Al langsung membantu Quirin, setelah ia memeriksanya, Al langsung menoleh kearah Jay "kita harus segera pergi ke rumah sakit, kondisinya sungguh sangat kritis" ucap Al dengan menoleh kearah orang-orang itu.
Amber dan Jay tidak akan membiarkan Quirin pergi, susah cukup ia merasakan kepergian sang kakak, kali ini tidak lagi.
__ADS_1
"Tolong selamat kan dia" ucap Amber dengan cairan bening yang sudah mulai tumpah.
"Aku tidak bisa menjamin keselamatannya, karena perjalanan dari sini ke rumah sakit cukup jauh" ucap Al sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.
Feryun dan Rea benar-benar tidak percaya, apa mereka harus berpisah lagi?, ia cukup lama tidak melihat Quirin, tapi sekali Quirin ada di depan matanya justru Quirin tengah menutup mata.
Sedangkan Xia menutup mulutnya dengan kuat, ia sudah tak kuat menahan air mata itu, kini cairan bening itu jatuh dengan sendirinya.
"Bagaimana bisa seperti ini?, kemarin aku yang berbaring di rumah sakit, sekarang kenapa kau yang berada di tempat tidur itu" batin Xia sambil mencoba mengelus pundak Quirin yang terbaring kaku.
Setiba di mansion, Zee langsung menghentikan mobilnya, ia melihat sudah ada beberapa mobil yang telah terparkir di depan mansion nya.
Deg
Deg
Deg
Zee menoleh ke rah Xura "Apa yang ahrus aku lakukan?" tanya Zee sambil melipat kedua tangannya dan menaruhnya stir, Zee bahkan menaruh kepalanya di tengah.
__ADS_1
Vano kurang fokus mendadak mengehentikan mobilnya, wajah Gavin, Arnius serta Staren terbentur dengan benda yang ada di depan mereka.
"Oh ayolah, aku sudah cukup pusing melihat kelakuan Quiran, dan sekarang kepalaku harus terbentur dengan mobil?, benar-benar keterlaluan" ucap Staren sambil mengelus wajahnya berkali-kali.
"Sakit" ucap Gavin sambil menggosok keningnya
"Ada apa?, kenapa berhenti seperti itu" ucap Gavin sambil melihat kearah Vano.
Ketiganya melihat Vano seperti patung, kini ketiga mata orang itu mengikuti arah mata Vano, mereka melihat mobil Zee bertengger di depan mobil mereka. Lalu Staren berinisiatif untuk keluar dari mobil dan bertanya pada Zee.
Namun, niat itu di urungkan oleh Staren, sehingga membuat Gavin dan Arnius membuka kaca mobil dan mengeluarkan kepala mereka.
Dan benar saja, ketiganya begitu sangat Syok. "Disaat masalah satu sudah selesai kini muncul masalah yang lebih merepotkan" ucap Staren dengan mata yang menatap mobil Zee.
Bersambung ...
Hai readers,
Author ingin bertanya.
__ADS_1
Bagaimana pendapat kalian tentang novel ini?. dari segi Alur dan lain-lain.
Happy reading and thank you so much 🙏