
"Tidak mungkin, kakak tidak pernah menunjukkan bahwa dia adalah pemilik perusahaan Sterfolia, bahkan kakak tidak pernah membicarakannya pada papa" ucap Cassi dengan menatap Quiran.
"Xura menutupi semuanya karena dia tidak ingin keluarga Xavier mendapatkan masalah, dia bahkan mencoba menjalankan perusahaan Xavier agar kau bisa menikmati semua kekayaan itu dengan hanya bersantai santai saja, tapi otak mu yang sempit justru terus membuat masalah untuk Xura hingga membuatnya lenyap dari dunia ini, bukankah kau adik yang sangat bodoh?" ucap Quiran sambil tertawa kecil.
Feryun dan Kiryu cukup pusing mendengar perkataan Quirin, mereka bahkan lebih terkejut mendengar bahwa pemilik perusahaan Sterfolia adalah anak dari keluarga Xavier yang saat ini telah memasuki tubuh adiknya.
Cassi bahkan tidak curiga dengan perkataan Quiran, dan ia hanya mencerna semua perkataan Quirin.
"Apa kau memiliki rahasia lagi Quirin?" tanya Feryun yng sudah memegang pelipisnya.
Quiran melirik ke belakang, ia bisa melihat bahwa Feryun cukup pusing dengan rahasia yang terbongkar terus menerus.
"Tentu saja ada, aku bahkan masih memiliki banyak rahasia yang tidak kau ketahui kakak" ucap Quiran tanpa menoleh dengan nada rendah dan tetap menghormati Feryun.
Kiryu yang hanya anak buah berusaha tetap diam dan mencoba untuk tidak ikut campur dengan urusan keluarga bos nya, ia memang cukup terkejut, tapi di situasi sekarang mustahil untuk berdiskusi tentang apapun.
Ketika mata Feryun menatap Quirin, ia bisa melihat aura di sekeliling adiknya itu sungguh sangat berbeda.
"Apa maksud mu Quirin?" tanya Feryun dengan tatapan binggung.
"Kakak, kau akan mengetahuinya nanti, tapi yang jelas biarkan aku bersenang-senang dulu, karena aku sudah bosan berada di ruangan itu terlalu lama" ucap Quiran sambil tersenyum.
Zee yang sudah mengerti langsung memundurkan langkah nya, ia berdiri tepat di samping Feryun.
"Kau mengetahui segalanya?" tanya Feryun sambil melihat sang adik yang sedang mencari sesuatu.
"Benar" jawab Zee dengan singkat.
"Baiklah, aku tidak akan menanyakan apapun, karena adikku pasti akan menceritakan segalanya padaku" ucap Feryun yang memegang pelipis nya lagi.
"Kau akan terkejut ketika mengetahui siapa dia sebenar nya" ucap Xeno yang tiba-tiba mengeluarkan suaranya.
Feryun tampak binggung dengan perkataan Xeno, tapi Feryun seolah telah terbiasa dengan keterkejutan yang di berikan oleh Quirin "aku menantikan nya" balas Feryun.
"Baiklah, setelah mengetahuinya jangan sampai kau terkena serangan jantung" ucap Xeno sambil tertawa kecil. Ia juga mengetahui siapa yang ada di depan mereka, karena aura itu jelas tampak berbeda dari yang di miliki Quirin.
"Nenek, apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui ini?, tidak mungkin kau melanjutkan ambisimu itu, karena sekarang dia adalah adikku" batin Feryun tersenyum.
Feryun tampak terlihat senang mendengar fakta itu, walau masih banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan nya, tapi fakta itu bisa mematahkan ambisi sang nenek dan membuat feryun keluar dari belenggu yang menjerat nya.
"Haha ... baiklah, mari kita bersenang-senang" ucap Quiran dengan tertawa keras.
Feryun bisa melihat perubahan yang ada dari diri Quirin terlihat sangat berbeda. Tapi ia tidak berkomentar apapun.
__ADS_1
Cassi yang mendengar itu merasa tidak percaya, ia yang terus meringkuk menatap wanita yang ada di depannya dengan rasa bersalah.
"Ke-kenapa kau tidak mengatakannya padaku?" tanya Kai dengan nada rendah.
"Haha ... itu tidak ada urusannya dengan mu, pria bodoh. Apa mata Xura buta hingga memilih pria jelek seperti mu?, kau sangat cocok bersanding dengan wanita cacat yang ada di sana, tapi aku ingin kau mati terlebih dahulu" ucap Quiran dengan seringai yang sangat menyeramkan.
"Sebelum itu terjadi, aku ingin memberitahukan satu hal pada mu, aku adalah Quiran, sang alter ego, wanita yang kau sebut Xura itu sekarang tengah tertidur jadi dia tidak akan mendengar ataupun melihat semua kejadian ini ... Hahaha" ucap Quiran sambil tertawa senang.
"A-apa?!" teriak Feryun.
Mendengar teriakan itu spontan Zee dan Xeno terkejut "Aku sudah memohon agar jantungmu baik-baik saja" ucap Xeno sambil memegangi telinganya yang sedikit sakit mendengar teriakan Feryun.
Kiryu bahkan menggelengkan kepala, ia tidak bisa mencerna apa yang tengah terjadi di hadapannya, tapi ia lebih memilih diam dan tidak bertanya apapun.
Mendengar keterkejutan Feryun, tawa Quiran seketika menghilang, ia pun mulai menatap lurus kedepan "Kakak, jika kau mengetahui rahasia ku yang lain aku tidak menjamin bahwa kau akan baik-baik saja. Aku bersikap baik padamu karena kau telah memperlakukan Xura dengan baik, tapi jika sebaliknya, maka yang kau dapatkan hanya lah kematian" ucap Quiran sambil melirik ke belakang.
Feryun yang mendengar itu merasa sangat terkejut, ia bahkan sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
Karena kemunculan Quiran, Feryun teringat dengan buku kuno yang pernah di bacanya.
Ia pernah membaca buku kuno tentang alter ego, mereka diyakini hanya mitos, namun keberadaan alter ego pernah di temukan di belahan dunia, tapi pemilik alter ego tidak di perkenankan untuk keluar melihat dunia, karena keberadaan mereka bisa membahayakan orang-orang di sekitarnya.
Feryun juga membaca bahwa alter ego terbentuk karena sebuah tekanan yang sangat besar sehingga muncul lah sosok lain dalam diri mereka.
Tubuh Feryun mulai gemetar, ia sudah tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya itu, "Ta-tapi, apa yang sebenarnya terjadi sehingga adik ku membentuk alter ego sepertimu?" tanya Feryun dengan mata yang seakan meminta penjelasan.
"Ceritanya sangat panjang, lagipula bukan tugasku untuk menjelaskannya pada mu, tugasku di sini hanya untuk membunuh mereka berdua" ucap Quiran lalu menatap Kai yang sedang ke sakitan.
Sedangkan Cassi terus meringkuk, ia tidak bisa mengeluarkan perkataan apapun lagi, yang ia ketahui bahwa yang ada di hadapannya adalah bukan sang kakak.
Quiran mengangkat tangannya, ia menunjuk ke arah Kaki "Kau!, kita harus menyelesaikan permainan ini, kalau tidak, Xura tidak akan bisa tidur dengan tenang disana" ucap Quiran dengan menyeringai.
"Ti-tidak!," ucap Kai terbata-bata.
"Ternyata kau sangat kuat sehingga bisa menahan racun itu, tapi kau telah menelan bubuk itu secara berlebihan, yang artinya sebentar lagi seluruh organ mu akan hancur, tapi sebelum itu terjadi aku harus menyiksamu terlebih dahulu" ucap Quiran yang sudah mendapatkan benda yang diinginkannya.
Kai melihat Quiran tengah memegang alat yang sangat menakutkan, mata Kai bahkan melotot dengan sangat lebar "Jangan!, jangan lakukan itu!" teriak Kai dengan menahan rasa sakit di seluruh tubuh nya.
Quiran memegang sebuah besi yang bergerigi, setiap ujung besi itu terlihat sangat tajam, siapapun yang melihatnya pasti sangat ketakutan.
"Hoho ... saat Cassi menghancurkan tubuhku, kau hanya diam saja, sekarang kau harus menerima hukuman yang sama" ucap Quiran sambil menendang tubuh Kai agar dirinya tertidur terlentang lalu Quiran menancapkan besi itu di dada nya.
Arrgghhh
__ADS_1
Uhukk
Kai berteriak dengan mengeluarkan air mata serta terus mengeluarkan darah dari mulut nya.
"Bagaimana rasanya?, apa rasanya sangat enak?, kau mau lagi?" tanya Quiran dengan seringai yang sangat menyeramkan.
"Hen-henti ..!"
"Oh kau ingin lagi?" tanya Quiran lalu menekan besi itu dengan sangat kuat.
Arrggghh
Uhukk
"Haha ... ini sangat menyenangkan, aku benar-benar sangat bahagia" ucap Quiran sambil menekan besi itu dengan menghentakkan kakinya berulang kali.
Uhukk
Uhukk
Uhukk
Setiap hentakan kaki Quiran, Kai terbatuk dengan mengeluarkan darah, Kai menatap Quiran dengan tatapan memohon, tapi yang ada di hadapannya sekarang adalah sang alter ego yang tak kenal dengan kata kasihan.
Jadi Quiran tetap mengabaikan tatapan itu sambil tertawa lebar.
Uhukk
"Ma-af" ucap Kai dengan pelan.
Quiran bisa mendengar itu, tapi ia tidak berniat untuk memasukkan kata-kata itu kedalam hatinya.
"Membosankan" ucap Quiran sambil menekan besi itu dengan sangat dalam sampai semua orang bisa mendengar bunyi tulang dada yang retak.
Uhukkkk
Kai mengeluarkan darah yang sangat banyak dari mulutnya, di sekelilingnya sudah tergenang dengan darah.
Kai akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata yang terus melotot dengan air mata yang terus mengalir.
Cassi yang melihat kesadisan Quiran sudah merasa sangat ketakutan, seluruh tubuhnya bergetar hebat, ia bahkan sangat takut melihat Kai yang di habisi tepat di depan matanya.
"Ka-Kai!" teriak Cassi dengan mengeluarkan air matanya.
__ADS_1
Bersambung ...