
"Benar, tapi karena luka itu sudah ditusuk terlebih dahulu lalu ditaburi racun hingga membuat lukanya terlihat sangat mengerikan" ucap Gavin sambil bergidik ngeri
Al yang mendengar itu langsung menduga-duga "Sepertinya dia juga yang menaruh racun di tangan ibu tirinya" ucap dokter Al sambil berfikir
"Apa!" ucap semua orang yang ada disana, Vano yang sedikit jauh tersentak kaget mendengar teriakan mereka
Al yang mengucapkan kata-kata spontan juga tersentak kaget "Brisik!, kalian mengagetkanku" teriak dokter Al terlihat kesal
"Bagaimana bisa?" tanya Xeno yang sangat penasaran
"Aku tidak tau, yang jelas saat seluruh keluarga mengantar ibunya kerumah sakit, mereka memintaku menanganinya, melihat luka itu membuatku bergidik ngeri, setelah aku periksa ternyata aku juga tidak bisa menyembuhkan tangan ibunya, lalu saat Quirin mendekatiku ia membisikkan sesuatu padaku bahwa itu adalah racun hogweed" ucap Al sambil mengingat-ngingat
Mereka sangat fokus mendengarkan cerita Al, sampai seseorang berani bertanya "Aku penasaran racun seperti apa itu?" tanya Xeno dengan sejuta pertanyaannya
"Kalau terkena kulit, rasanya seperti terbakar, dan kulit kita akan berhenti melindungi diri dari sinar matahari, maka dari itu kulit yang terkena racun itu harus dilindungi dari cahaya matahari, jika terkena sedikit saja bisa membuat luka itu semakin membesar serta menyakitkan. Efek yang terjadi pun bahkan bisa bertahan selama bertahun-tahun, yang lebih parah lagi kalau getahnya ini terkena mata maka bisa menyebabkan kebutaan secara permanen" jelas Al dengan suara yang kuat
Semua yang mendengar langsung merinding, mereka tidak menyangka Quirin berfikir untuk mengambil racun mematikan seperti itu.
"Aku tidak membayangkan Bivia bisa mengalami hal tragis seperti itu, dia benar-benar salah menyinggung nona, aku tidak akan membuat nona marah, jika tidak tubuhku akan sama menjijikkannya dengan Bivia" ucap Arnius bergidik ngeri sambil menggelengkan kepalanya
"Mengerikan, luka tusukan ditambah dengan racun, itu benar-benar menyakitkan, untung saja saat kita sampai penyiksaan Bivia telah selesai, jika aku melihat proses penyiksaan itu maka seluruh isi perutku akan keluar" ucap Gavin sambil mengelus perutnya karena tiba-tiba ia mengingat luka di paha Bivia
"Saat pertama bertemu dengan nona, aku merasa dia seperti wanita manja yang ingin mendekati tuan muda, ternyata dugaan ku salah, dia bahkan lebih sadis dari tuan muda" ucap Staren
"Zee kau tidak salah menolong wanita seperti dia, aku percaya jika kelak dia akan menjadi pasangan yang tepat untukmu" batin Xeno tersenyum tipis
__ADS_1
Berbeda dengan Vano, ia merasa lega setelah mendengar semua yang diceritakan oleh Xeno dan juga Al "Setidaknya nona membalas wanita itu dengan sangat setimpal dan aku menantikan membereskan mayat wanita itu" batin Vano tersenyum smirk
Al sengaja mengatakannya dengan suara yang kuat agar Vano bisa mendengar ucapannya, saat Al melirik kearah kursi tunggu, ia melihat Vano tersenyum smirk artinya pria itu mengerti apa inti cerita Al
"Sepertinya kau mengerti" batin Al tersenyum
"Tapi aku memiliki satu pertanyaan" ucap Al sambil melihat kearah yang lain
Semua orang yang ada disitu mulai melihat kearah Al, mereka penasaran dengan apa yang akan ditanyakan oleh Al
"Apa kalian sangat penasaran sehingga membuat wajah tegang seperti itu?" tanya Al sambil tertawa karena melihat raut wajah tegang dari orang-orang yang ada disekitarnya
Semua orang yang mendengar tawa itu mulai menatap Al dengan datar, Al yang melihat itu cukup terkejut "Kalian tidak bisa diajak bercanda" ucap Al lalu berhenti tertawa
"Pertanyaanku adalah, Apa kalian sudah menganggap Quirin sebagai pasangan Zee?, karena dari yang aku dengar, kalian tidak akan berani menyinggung Quirin bahkan selalu memanggilnya dengan sebutan nona, itu sangat berbeda saat kalian menyebut dia dengan sebutan wanita" ucap Al sambil menatap semuanya dengan heran
"Aku tidak menyukai wanita itu, karena kejadian itu dia selalu menyalahgunakan kebaikan tuan muda" ucap Staren dengan kesal
"Ya, wanita itu sangat menyebalkan, dia selalu saja mendekati tuan muda agar bisa masuk kedalam keluarga Ophelia" ucap Gavin dengan kesal karena mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan wanita itu
"Benar, wanita itu sekarang sudah berada disini, berita kepulangannya sudah tersebar luas, bahkan sudah disiarkan di semua media, nona sainganmu sangatlah berat, aku harap Zee mampu melepas masa kelamnya dan tetap memilih nona" batin Xeno sambil menghembuskan nafas dengan kasar
Setelah Vano tidak mendengar suara lagi, iapun mulai membuka mulutnya untuk bertanya "Apa kalian sudah selesai bergosip?" tanya Vano mengernyit heran
Semuanya spontan melihat kearah sumber suara dan mereka mengangguk secara bersamaan
__ADS_1
"Sekarang bubarlah dan lakukan tugas sesuai dengan peran kalian masing-masing" ucap Vano sambil memakan makanan yang baru saja dia beli
Mereka semua membubarkan diri sesuai arah Vano, Dokter Al masuk kedalam ruangan Xia, Xeno kembali turun untuk menyusul Zee, sedangkan tiga lainnya berjaga di depan pintu
Setelah Xeno memasuki lift, ia mengingat jika ada sesuatu yang tidak beres
"Tunggu ..." batin Xeno
"Jika tidak ada Zee, maka aku bosnya, bukankah tadi dia baru saja memerintah?" gumam Xeno sambil memikirkan kata-kata Vano
Xeno baru menyadari jika Vano baru saja memerintah dirinya, sebelum lift tertutup Xeno langsung menatap Vano dengan tajam, sedangkan yang ditatap bersikap cuek dan melanjutkan makannya
"Lihat saja kau!" geram Xeno dengan mengumpat kesal
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏