
Beymi bergidik ngeri mendengar bisikan Quirin, tubuhnya bergetar hebat, ia ingin menyingkirkan tangan Quirin dari tubuhnya tapi Quirin justru menggenggam kuat pundak Beymi.
"Jangan mencoba melawanku" bisik Quirin dengan menggenggam pundak Beymi lebih kuat.
Beymi merasakan sakit di kedua pundaknya, tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menuruti perkataan Quirin.
Beymi berjalan keluar sambil menunduk tanpa berani menoleh kearah Quirin "dia sangat mengerikan dan juga kejam, aku harus memberitahu nyonya tentang hal ini" batin Beymi
Setelah berada diluar, Quirin melepaskan kedua tangannya, Beymi yang belum siap dilepas langsung jatuh terduduk diatas rumput taman, kakinya seolah tidak bertenaga untuk menumpu tubuhnya.
Quirin tersenyum sinis kearah Beymi "mahakarya mu sungguh mampu membuat orang lain ketakutan, tapi itu justru membuatku jijik, seluruh makanan yang ada didalam perutku semuanya hampir keluar, aku tidak mau lagi melihat mahakarya mu itu!" batin Quirin kesal
Padahal dirinya sendiri adalah pembunuh keji kedua setelah Quiran, ia seolah melupakan perbuatan mengerikannya pada Darla.
Quirin tidaklah takut dengan darah, tapi jika itu bukan hasil dari tangannya sendiri maka perutnya selalu siap mengelurkan makanan yang telah dimakan oleh Quirin, seolah perutnya menolak untuk melihat hasil karya orang lain.
Setelah semuanya keluar dari Gubuk, tiba-tiba Jean menyusul ketaman, ia tidak cukup kuat untuk berlari karena usianya sudah terlalu tua "ada apa ini?, kenapa kalian bertiga menangis?" tanya Jean panik
Grizo berbalik dan menatap Jean "tidak apa-apa Bu, lebih baik ibu masuk kedalam dan istirahat saja, urusan disini biar aku yang mengurusnya" Grizo tidak mau diusia tua sang ibu justru malah membuat sang ibu ketakutan.
Jean merasa heran, rasa penasarannya cukup tinggi sehingga tidak mendengarkan perintah Grizo "apa yang kalian sembunyikan dariku?, kenapa tidak ada yang menjawab pertanyaanku?, tanya Jean penasaran
"Cukup ibu, aku akan menceritakannya nanti, sekarang ibu istirahat saja di dalam"
Grizo mengeluarkan ponselnya, ia mengetik nomor kantor polisi "halo. aku Grizogan Alister, aku ingin melaporkan sesuatu, tolong datanglah kekediamanku" ucap Grizo lalu mematikan ponselnya
Grizo melihat Quirin masih memegangi perutnya, Quirin berdiri tidak jauh dari tempat Grizo "Quirin, bantu mereka semua masuk, urusan disini biar ayah yang mengurusnya" perintah Grizo
Quirin memutar bola mata dengan malas, ia mendekati Beymi "kau bisa berdiri bukan?, bawa semua orang masuk" perintah Quirin berdiri di depan Beymi.
Grizo sungguh heran dengan kelakuan putrinya "Quirin!, ayah menyuruhmu membantu mereka bukan malah memerintah dia untuk berdiri sendiri, kau sendiri tau mereka masih dalam keadaan syok" ucap Grizo mulai menaikkan volume suaranya.
Grizo sangat pusing memikirkan kejadian yang tidak terduga didalam rumahnya, dan sekarang Quirin kembali membuat ulah sehingga membuat Grizo marah.
Quirin kesal mendengar suara Grizo "kau menjengkelkan!, kau hanya memperhatikan mereka saja, aku juga masih dalam dalam syok sehingga membuat seluruh isi perutku keluar" teriak Quirin lalu masuk kedalam rumah sendirian.
Jean hanya menonton pertengkaran ayah dan anak itu, ia masih tidak mengerti dengan kondisi semua orang.
__ADS_1
Calis dan Lura tidak mendengar pertengkaran itu, karena Lura masih bergetar dalam pelukan Calis, sedangkan Calis masih tidak bisa menerima kenyataan pahit yang telah dilihatnya.
Beymi memberanikan diri mengangkat wajahnya, ia melihat disekelilingnya tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Mau tidak mau Beymi bangkit dengan tubuh yang bergetar, ia membantu Calis dan Lura untuk masuk kedalam rumah, lalu ia juga membantu Jean untuk masuk kedalam
Beymi menarik nafas dalam-dalam "nyonya besar, kami menemukan mayat didalam gubuk kita, tapi kondisi tubuhnya sangat mengenaskan, di salah satu kakinya terdapat luka lebar lalu diatas luka terbuka itu terdapat setumpuk tanah, di kaki satunya terdapat beberapa lubang sehingga kami dapat melihat tulang dan dagingnya, yang terakhir kedua matanya tertancap dengan garpu taman" Beymi menceritakan kondisi mayat itu dengan tubuh bergetar hebat
Jean yang mendengar itu bergidik ngeri "siapa yang melakukan hal sekeji itu?, lalu apa kau mengenali mayatnya?" tanya Jean penasaran
"Dia adalah Wiliam, mantan tukang kebun kita yang sudah bertahun-tahun berhenti, dan yang melakukannya adalah..." Beymi menjeda perkataannya, ia sungguh takut untuk memberitahu jean.
Jean mengernyitkan dahinya "siapa yang melakukannya?" desak Jean karena penasaran
"nona Quirin yang melakukannya, dia lebih menyeramkan daripada hantu nyonya besar" ucap Beymi dengan mulut bergetar sambil mengalirkan kembali cairan bening di kedua pipinya.
Jean yang mendengar penjelasan itu melebarkan kedua matanya "kau tidak berbohong?, bagaimana mungkin Quirin bisa melakukan hal mengerikan itu?" tanya Jean yang masih tidak percaya
"saya tidak berbohong nyonya, bahkan nona Quirin sudah memberiku peringatan" balas Beymi
Beymi mulai menceritakan secara rinci tentang kejadian yang sudah menimpanya, Jean yang mendengarkan itu langsung menutup mulutnya
Jean sudah mulai ketakutan, ia yakin bahwa Quirin akan membalas akan semua dendamnya pada keluarga Alister. bisa dilihat cara penyiksaan yang kejam itu menunjukkan kalau Quirin sangatlah menyeramkan.
"Aku punya tugas untukmu, apa kau mau melakukannya?" tanya Jean pada Beymi
Beymi menganggukkan kepalanya lalu mendekatkan telinganya pada Jean.
Jean membisik sesuatu yang membuat Beymi terkejut "aku berharap apa yang nyonya besar rencanakan berhasil, karena kalau kita tidak berhasil maka nyawa kita taruhannya nyonya besar" ucap Beymi
"Kita akan berhasil, lakukanlah dengan sempurna" ucap Jean dengan senyum licik bibirnya
"Baik, saya pamit nyonya" ucap Beymi lalu membungkuk pergi.
Semua orang sedang melakukan aktivitasnya masing-masing, Grizo sedang menerima tamu polisi, Calis dan Lura masih terduduk lemas di atas sofa, jean dan Beymi sedang melakukan rencana untuk Quirin, dan satu orang masih terlelap di dalam kamar, siapa lagi kalau bukan Clamy, ia justru masih sangat nyenyak dengan mimpinya.
Satu orang lainnya sedang bersantai di dalam kamar sambil tersenyum bahagia, Quirin membuka laptop untuk melihat seluruh Cctv, dirinya sangat penasaran bagaimana Quiran melukai Wiliam. Quirin memutar kembali Cctv itu, setelah melihat sepanjang jalannya rekaman itu, segala ekspresi telah dikeluarkan oleh Quirin, rasa jijik tidak luput dari dirinya, seakan perutnya kembali membuat ulah, akan tetapi Quirin masih bisa menahannya dan bahkan rasa kagum juga di tunjukkan oleh Quirin "kau benar-benar bisa di andalkan Quiran, tapi aku tidak suka dengan mahakaryamu yang jelek itu" ucap Quirin sambil tersenyum tipis
__ADS_1
Tiba-tiba terlintas dipikiran Quirin "aku sangat penasaran dengan Xura palsu, bagaimana keadaannya?, ataukah aku harus menghubunginya?, tidak, tidak, itu tidak boleh, aku harus menyelesaikan urusan disini dulu, takutnya semua pergerakan ku diketahui oleh orang-orang yang mengincar sterfolia group" gumam Quirin sambil menggelengkan kepalanya
Quirin kembali memutar Cctv yang lain, ia melihat Jean dan Beymi sedang berbisik, setelah selesai berbisik mereka saling melemparkan senyum licik "kau tidak mendengarkan peringatanku Beymi, mulai sekarang rasa takut akan selalu menghantuimu sehingga orang lain akan menganggap kau menjadi gila" gumam Quirin sambil menyeringai
Saat melewati ruang keluarga, Beymi melihat Calis dan Lura masih duduk di sofa "nyonya muda, nona muda kembalilah ke kamar kalian, jangan mengkhawatirkan orang yang sudah tiada, semua akan baik-baik saja karena tuan akan segera membereskan masalah ini dan mencari pelakunya" ucap Beymi menenangkan keduanya
Bukannya semakin tenang, justru Calis mulai menatap Beymi dengan tajam "jaga ucapanmu, sekali lagi kau berkata seperti itu, aku berjanji akan memotong lidahmu" ancam Calis dengan mata membulat dengan sempurna
Deg
Beymi yang mendengar ancaman itu membuatnya sedikit takut "ba-baik nyonya muda" ucap Beymi gugup
"Lura apa kau bisa bangkit?, kau tidur dikamar ibu saja" ucap Calis sambil membelai rambut putrinya.
Keduanya bangkit dan meninggalkan Beymi yang masih berdiri mematung "ada apa dengan nyonya muda?" gumam Beymi
Beymi berjalan menaiki tangga, lalu mendekati kamar Quirin, ia membuka pintu itu secara perlahan lalu mencoba mengintip kedalam, disana telah terlihat Quirin sedang tertidur pulas.
Beymi tersenyum dan memulai aksinya, ia menyemprotkan gas bius kedalam kamar Quirin, setelah menunggu beberapa menit Beymi masuk dengan menggunakan masker agar dirinya tidak ikut terhirup gas tersebut.
Beymi melihat kesana kemari, ia seperti mencari suatu barang "aku kira kau sangat pintar, ternyata gas ini cukup untuk membuatnya tertidur lebih lama. kau sangat sombong karena menjadi tuan putri di rumah ini, tapi kau tidak sadar jika dirimu hanyalah putri yang terbuang. kau juga sangat bangga telah berhasil menggertakku dengan menunjukkan mayat mengerikan itu"
Setelah mendapatkan barang yang diperlukan, Beymi tersenyum sinis "kau membuatku muak, aku akan membalas semua perbuatanmu padaku, sekarang lihat apa yang akan kulakukan" ejek Beymi sambil memutar-mutar pena yang ada di tangannya
"Aku tidak suka rasa sakit, tapi kau dengan angkuh membuat punggungku sakit, aku akan melakukan hal yang sama padamu" ucap Beymi sambil menusuk dan menarik pena itu di lengan Quirin.
Karena merasa menusuk terlalu dalam, Beymi mengangkat pena itu, ia takut Quirin akan terbangun dengan cepat, tapi saat melihat kearah Quirin, ia merasa Quirin tidak akan bangun secepat itu "aku bisa melanjutkannya bukan?" gumam Beymi tersenyum tipis
Beymi kembali menusuk kuat pena itu di lengan yang berbeda "kau sama dengan ibumu, wanita ja-lang" ucap Beymi memperkuat tenaganya
Coretan panjang kini terlihat di kedua lengan Quirin, Beymi yang melihat itu merasa sangat puas.
Setelah dendamnya terbalaskan kini Beymi membopong tubuh Quirin untuk di bawa ke ruang bawah tanah.
Tapi saat membawa tubuh Quirin, Beymi seakan merasakan hawa dingin mendadak muncul disekitarnya, ia seperti merasa mengenal hawa dingin itu, namun saat Beymi menoleh hawa itu langsung menghilang dan ia melihat mata Quirin masih tertutup dengan rapat.
Setelah sampai diruang bawah tanah, Beymi mendorong tubuh Quirin kedalam ruangan itu, lalu Beymi mengunci pintu itu dari luar.
__ADS_1
"Saat tertidurpun kau masih terlihat cantik, benar-benar mirip seorang ja-lang" ucap Jean tersenyum sinis kearah Quirin yang masih tertidur dilantai.
Bersambung ...