
"Hei... jauhkan tanganmu dariku" ucap Quirin memberontak sambil melepaskan tangan Xia dari tubuhnya
"Aku hanya mengkhawatirkanmu saja" ucap Xia
"Aku mengerti, sudah jangan membuat ekspresi jelek seperti itu, kau sungguh tidak cocok" ucap Quirin sambil berjalan meninggalkan Xia
"Apaaa?!, jika begini saja kau mengatakan aku jelek, lalu bagaimana jika aku berdandan, kau pasti akan pangling" teriak Xia
Quirin menutup telinga dengan kedua tangannya, lalu ia membalikkan badan "Kau sangat berisik!!, pelankan suaramu, kalau tidak, kau benar-benar tidak diperbolehkan masuk lagi oleh tuan muda yang seperti es itu" ucap Quirin datar
"Maafkan aku, itu sudah menjadi kebiasaan ku" ucap Xia menutup mulut dengan jarinya
***
Di kamar, Xura duduk sambil bersandar pada tempat tidur, ia masih mengingat jelas kejadian di meja makan "Saat aku dalam keadaan gelisah, aku langsung teringat pada ayah, apa ada sesuatu yang terjadi pada ayah?, sepertinya aku harus pergi ke inggris" gumam Xura sambil menggigit kukunya
Xura turun dari tempat tidur dan buru-buru mencari Alpha di semua tempat, namun alpha tidak terlihat, kemudian ia berjalan ke ruang tengah, mendapati Alpha yang berada di sana sedang duduk dengan ditemani secangkir kopi serta laptop dipangkuan Alpha
Xura duduk didepan Alpha yang hanya di batasi dengan meja kaca, Alpha sedang asik dengan laptopnya kini harus menghentikan jari yang menari-nari itu, ia tiba-tiba mendongakkan kepalanya "Ada apa?, apa ada yang perlu kamu bicarakan denganku?" tanya Alpha heran
__ADS_1
Xura seperti ragu-ragu untuk berbicara "Alpha, bolehkah kita pergi ke Inggris secepatnya?" tanya Xura hati-hati
Melihat respon Alpha yang diam, membuat Xura menghembuskan nafas pelan, ia seperti kecewa setelah melihat Alpha tidak menjawab pertanyaannya
Xura bangkit dan hendak pergi, namun suara Alpha menghentikan langkah kakinya "Kita akan pergi satu Minggu kedepan, karena aku harus menyelesaikan semua laporan dalam Minggu ini" ucap Alpha sambil menyesap kopinya
"Terimakasih" ucap Xura ternyum cerah, lalu pergi meninggalkan Alpha sendiri diruang tengah
"Saat aku tidak menjawab, ia seperti terlihat kecewa, tapi saat aku bilang Minggu depan akan berangkat dia begitu terlihat bahagia" gumam Alpha
"Sepertinya teka-teki yang ada di kepalaku ini akan terjawab saat aku tiba di inggris" gumam Alpha sambil menyeruput kopinya
Setelah kembali dari rumah sakit, raut wajah Grizo tampak terlihat sedih, ia menaiki tangga dengan melamun, hingga mengabaikan ucapan istrinya
Calis kembali kesofa dimana ada Lura yang sedang menonton TV "Lura, ada apa dengan ayahmu, jika sudah berada dirumah, raut wajahnya selalu terlihat sedih, apa dia masih mengingat anak yang tidak berguna itu?" tanya Calis sambil duduk di samping Lura
"Mana aku tau ma, saat aku berada dirumah, ayah selalu diruang kerja, dia tidak pernah memperhatikan aku" gerutu Lura, karena kesal ia memencet remot TV berkali-kali
"Hei, jika itu rusak, mama tidak bisa menonton lagi" ucap Calis beranjak mengambil remot yang ada di tangan Lura
__ADS_1
Lura beranjak dari duduk dan pergi ke kamarnya, Calis tidak tega melihat anaknya kekurangan kasih sayang dari Grizo, ia berusaha keras agar Lura menjadi satu-satunya kesayangan Grizo
"Sudah bertahun-tahun, kau masih saja tidak bisa melupakannya, aku akan membuatmu melupakan wanita itu dan juga anaknya" batin Calis dengan menggeretakkan giginya
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
__ADS_1
Author sangat berterimakasih 🙏