Another Person Life

Another Person Life
Usaha Keras Quiran


__ADS_3

Orang-orang yang ada di sana mulai ketakutan, mereka takut jika Quiran menerima tawaran Calis, maka segalanya akan berubah.


Ketahuilah, alter ego sangat ingin mempunyai teman, mereka ingin berteman dengan orang yang sejalan dengan mereka, walau mereka hanya keluar sebentar, tapi keinginan untuk bebas dan berinteraksi dengan orang-orang sangatlah besar.


Sedangkan Vano yang sudah berada paling belakang justru semakin memundurkan langkahny.


Ia benar-benar takut dengan alter ego itu, bahkan mereka semua mulai melangkah mundur secara perlahan, bagaimana tidak?, mereka semua orang-orang ternama, dan tentu saja mereka belajar tentang berbagai hal.


Bahkan pada hal mistis sekali pun, tapi untuk Zee, ia justru semakin mempunyai keinginan kuat untuk menyelamatkan Quirin dari Quiran.


"Penawaran mu sangat bagus, aku sangat menyukainya" ucap Quiran sambil tersenyum manis pada Calis.


Calis yang mendengar perkataan Quiran merasa sangat senang, senyuman lebar kini merekah di bibirnya.


"Aku tidak perlu usaha besar untuk membujuknya, hanya tawaran tak berguna itu ia langsung menyetujui perkataanku,dasar alter ego bodoh" batin Calis


Zee yang mendengar itu merasa sangat kesal, ia melangkahkan kakinya dengan lebar dan mata yang sudah hampir keluar dari tempatnya.


Tapi tiba-tiba saja, tindakan Quiran mampu membuat langkah Zee terhenti "tapi penawaran mu sungguh tidak berarti apa-apa untuk ku!, kau wanita tua yang cerewet!" ucap Quiran sambil tersenyum lebar.


Calis yang mendengar itu langsung melototkan matanya, ia tidak menyangka Quiran tengah mempermainkannya. Kini usaha Calis terasa sangat sia-sia.


Orang-orang yang mendengar itu merasa sangat lega, jika saja Quiran menerima tawaran Calis, maka mereka semua tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.


Quiran langsung melempar martil yang ada di tangannya ke wajah Calis.


"Arghhhh" teriak Calis dengan keras.


Lagi-lagi orang-orang itu begitu terkejut, tindakan Quiran benar-benar tidak pernah dilihat di dalam film.

__ADS_1


Adegan itu sangat perdana di mata semua orang.


Jay bahkan menganga melihat tindakan keponakannya itu, walau dirinya sendiri tau bahwa yang menggerakkan tubuh itu adalah alter ego.


Sedangkan Rea, justru tersenyum puas melihat Calis begitu menderita, didikan Jay pada Rea sangatlah keras, sehingga membuat pribadi Rea tidak goyah dengan situasi apapun dan karena didikan itulah bisa membuat Rea melihat semua tindakan Quiran yang berada di luar akal sehat.


"Bagus kak Quiran, manusia sepertinya memang pantas mendapatkan pelajaran. Aku sangat bersyukur kak Quiran tidak tergiur dengan tawaran Calis" batin Rea tersenyum puas.


Calis terus menundukkan wajahnya, ia bisa merasakan bahwa wajahnya terasa sangat sakit. Sedangkan Quiran tidak memperdulikan Calis, ia bahkan mengambil martil yang jatuh ke pangkuan Calis dengan sangat santai.


"Apa kau pikir aku bodoh?, orang sepertimu bahkan tidak pantas hidup" ucap Quiran sambil tersenyum lebar.


Perlahan-lahan Calis menengadahkan wajahnya dan mata mereka berdua saling bertemu. Wajah tak berdaya terlihat ingin memohon tapi bukan Quiran namnya jika terharu melihat wajah menyebalkan seperti itu.


"Ma-af ... "


Belum selesai Calis menyelesaikan perkataannya, Quirin langsung mengayunkan martil yang ada di tangannya dengan sangat kuat sehingga ketika menghantam wajah Calis terdengar suara yang begitu keras.


Darah merah itu bahkan sudah menyebar keman-mana, meski begitu, Quiran tetap tidak memperdulikannya, ia justru sangat senang ketika membunuh orang.


"Kau sungguh tidak pantas untuk di maafkan" ucap Quiran dengan nada datar.


Quiran berbalik dan melihat orang-orang kini sudah melangkah mundur, hanya tersisa Grizo yang terduduk di lantai serta Zee yang tengah menatapnya dengan tajam.


"Haha ... apa?, bukankah ini sangat menyenangkan?" teriak Quirin di sela tawanya.


Semua orang yang melihat Quiran tertawa hanya bisa melongo.


"Dasar alter ego gila!" batin Al.

__ADS_1


"Dia memang sudah tidak waras" batin Arnius


"Sungguh menyeramkan, dia sangat senang ketika membunuh orang, apa seperti itu ciri khas alter ego?" batin Staren


"Kakak, lihat lah, karena tindakan mereka, sekarang tubuh Quirin terdapat alter ego yang sangat mengerikan, tapi sepertinya dia akan melindungi Quirin kak, dan hal itu membuat kesedihanku berubah menjadi bahagia." batin Jay.


"Kak Quiran, kau sangat keren, sekarang aku sangat mengangumi mu" batin Rea dengan antusias.


Tawa itu bisa membuat siapapun merinding, namun semua itu tidak berlaku terhadap Rea dan Zee.


"Andai saja kau menerima tawarannya, maka pada saat itu juga aku akan melenyapkan mu!." ucap Zee dengan tegas dan menatap Quiran dengan tajam.


Seketika tawa Quiran langsung menghilang, ia pun menghela nafas dengan pelan "kau tidak perlu khawatir. Aku lebih menghargainya dari pada menerima tawaran menjijikkan itu, bagiku lingkungan dia sangatlah menyenangkan. Walau aku terlahir sebagai alter ego yang tidak berperasaan, tapi sedikit demi sedikit aku bisa mengerti rasa kekeluargaan kalian, untuk itu aku memutuskan untuk tidak mendengarkan tawaran nya" jelas Quiran dengan panjang lebar.


Padahal faktanya, sudah sangat lama Quiran terhanyut dengan kebaikan yang diberikan oleh Zee pada Quirin dan juga pada dirinya, bahkan ia bisa melihat orang-orang di sekeliling Zee terus memperhatikan Quirin dan dirinya.


Quiran memang sedikit iri dengan Quirin, tapi ketika seseorang mendatanginya, ia mulai bisa menerima kenyataan bahwa dirinya memang hanya alter ego yang tidak pantas di ketahui oleh dunia.


Tapi, dengan adanya lingkungan di sekeliling Zee, justru mampu memperkuat kepercayaan Quiran dan tanpa harus mengeluarkan kata-kata panjang.


Ia terus melihat suasana yang ada di depannya bahkan dirinya merasa hal itu jauh lebih menyenangkan dari pada sendirian. jadi tidak mungkin Quiran memilih menerima tawaran yang belum tentu bisa dimasukinya itu.


"Semoga apa yang kau katakan dan apa yang aku pilih tidak lah salah" batin Quiran


Quiran sudah tidak perduli dengan dirinya yang berada di luar atau tidak keluar sama sekali. Baginya, membantu Quirin memanglah tugasnya. Karena, tubuh yang di tempatnya tidak boleh mati. jika itu terjadi maka Quiran juga akan ikut menghilang dari dunia.


Sudah sejak lama Quiran terus menekan dirinya untuk tidak keluar. Yang berusaha keras untuk tidak keluar adalah Quiran bukan Quirin. Meski begitu, ia bahkan tidak memberitahu Quirin dan justru membiarkan Quirin menyiksa Calis sampai dirinya puas, lalu Quiran membiarkan Quirin membunuh Jeslyn dan Beymi dengan kedua tangannya sendiri.


Quiran bahkan tidak ingin berebutan dengan Quirin lagi, kata mengantikan Quirin sungguh tidak pernah muncul lagi di benaknya, tapi keadaan yang dialami Quirin saat ini sangatlah mendesak sehingga mampu membuat Quiran keluar.

__ADS_1


"Maafkan aku, Jika saja emosinya tidak terlalu meledak, sudah pasti tugas ini dia yang melakukannya, tapi tidak masalah, aku akan membantumu memberinya pelajaran berharga" batin Quiran.


Bersambung ...


__ADS_2