Another Person Life

Another Person Life
Video Horor Sebagai Hadiah


__ADS_3

Grizo mulai menunduk dan bergumam "kau sangat berbeda dengan adikmu, dia tidak akan meninggikan suaranya atau berteriak pada orang yang lebih tua"


Lura yang mendengar itu tengah berbangga hati, ia tidak tau bahwa perkataan sang ayah akan mengundang marabahaya untuk dirinya sendiri.


"Haha ... apa kau sudah tau ayah?, inilah yang aku katakan agar kau menanyakan pada hatimu, lihatlah!, sedetik yang lalu kau seolah tidak mengerti perkataanku, tapi sedetik kemudian kau bahkan sudah mengatakan isi hatimu, sebenarnya aku ini siapa di dalam hatimu ayah?, apakah kau masih mengganggapku anak?" tanya Quirin menyunggingkan senyumnya sambil menatap sang ayah.


Grizo tersentak, ia mengangkat wajahnya dan menatap Quirin dengan dalam.


"Ayah tidak perlu menatapku seperti itu, tatapan itu sama sekali tidak akan mempengaruhiku. Ah ... lupakan soal aku, kita kembali ke akar permasalahannya saja" ucap Quirin sambil membuat gestur memegang kepala lalu menghempas tangannya.


Grizo menatap sendu putrinya itu, ia berpikir bagaimana bisa dirinya membandingkan kedua anaknya sehingga membuat anak yang satunya membencinya.


"Bukankah bibi ini mengatakan aku tidak tau malu?, dan untukmu ayah, bukankah mengatakan dia anak yang baik?, aku akan menunjukkan sesuatu yang sangat menarik" ucap Quirin sambil tersenyum dan melewatkan kedua orang itu begitu saja.


Quirin berjalan cepat ke kamar dan mengambil beberapa barang elektronik ditangannya, Quirin membuka laptopnya dan memainkan jari-jarinya di atas laptop.


Setelah memencet enter hanya beberapa cctv yang terbuka sehingga membuat semua orang begitu terkejut "bukankah aku hebat?" tanya Quirin tersenyum


Calis dan Lura melotot sempurna, mereka sama sekali tidak mengetahui jika dirumah sebesar ini memiliki banyak Cctv.


Ketakutan mulai terlihat di wajah Calis dan Lura, tangan keduanya mulai bergetar hebat dan dahi mereka juga mengeluarkan keringat dingin.


Quirin melirik kearah Calis dan Lura, ia tau jika keduanya mulai merasa gelisah "kenapa kalian berkeringat?, padahal disini cukup dingin" ucap Quirin


Grizo yang sudah melupakan keberadaan cctv itu benar-benar merasa terkejut, pasalnya, hanya Arcy dan Grizo saja yang mengetahui keberadaan cctv itu "ba-bagaimana bisa?"


Quirin tidak menjawab pertanyaan itu, ia membuka cctv yang ada di didekat pintu dan memperbesarnya hingga memenuhi layar laptop.


Disana terdapat Beymi yang sedang menerima dua tamu dan dengan jelas Beymi memanggil nama Quirin tanpa adanya kata nona.

__ADS_1


Beymi yang mendengar itu merasa ketakutan, perlakuan kasarnya pada Quirin bahkan tidak pernah di ketahui oleh Grizo.


Quirin menyunggingkan senyumnya "bibi, beginikah caramu mengajar para pelayan ini?, setiap hari dia memanggil kalian dengan sebutan nyonya dan nona, tapi di depan teman-temanku dia hanya memanggil namaku tanpa ada rasa hormat, lalu bagaimana aku harus menghukumnya bibi?" tanya Quirin dengan santai sambil menatap kearah Calis


Amarah Grizo kini mulai kembali, Grizo berbalik dan menatap Calis dengan tajam "apa yang kau lakukan Calis?! kau menyuruhnya untuk tidak menghormati Quirin?!" teriak Grizo


Calis terkejut mendengar suara Grizo "ti-tidak, aku tidak melakukan itu!" bantah Calis


Quirin bisa menebak jika Calis akan membantah perkataannya itu "cukup!, karena dia cuma tidak menghormatiku, berarti hanya aku yang bisa memberinya hukuman, jadi kalian tidak boleh ikut campur dalam urusan ini!"


Quirin berdiri dan kembali menarik rambut Beymi.


Arghhhhh


Beymi hanya bisa pasrah karena dirinya tidak bisa membela diri lagi.


Sebelum pergi Quirin kembali menatap sang ayah "ah ya ... bukankah tadi ayah mengatakan dia anak baik?, aku setuju dengan ayah, dia anak yang sangat baik" ucap Quirin sambil menunjuk Lura lalu tersenyum.


Quirin berbalik sambil menyeret tubuh Beymi, sebelum meninggalkan rungan itu, Quirin menekan video di ponselnya "karena kalian sedang berkumpul jadi video horor ini sebagai hadiah untuk kalian, semoga kau baik-baik saja ayah" gumam Quirin pelan.


Setelah Quirin pergi menghilang, suara ******* mulai terdengar di ruangan, Ketiga orang itu begitu terkejut mendengarnya.


Bahkan Lura kembali berkeringat dingin, karena dirinya sangat mengenali suara itu.


Mereka mencari asal suara itu dan terdengar jelas suara itu berasal dari laptop.


Ketika ketiganya melihat, betapa terkejutnya Grizo, ia melihat anak bungsunya berada di bawah kukungan seorang pria yang terlihat seperti berandalan, bahkan Grizo juga melihat Lura terlihat sangat menikmatinya dan menunggu beberapa pria lainnya.


Lura tidak bisa membantah ataupun mengucap sebuah kata, ia terduduk di sofa dengan air mata mulai mengalir serta tubuh gemetar, Lura pun langsung menutup telinga dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Sedangkan Calis seakan tidak percaya melihat video itu, dengan berderai air mata, Calis segera berlari dan mencoba mematikan video itu, tapi usahanya sia-sia "kenapa tidak bisa mati?, ada apa dengan laptop ini?" teriak Calis dengan air mata yang sudah mengalir. karena merasa usahanya tidak berhasil, Calis hanya bisa pasrah dan jatuh terduduk di lantai dengan air mata yang sudah mengalir dengan deras.


Grizo yang tadinya sangat bangga dengan anak bungsunya itu, kini mulai mengepalkan kedua tangannya.


"Apa ini sifat asli anak yang sudah aku banggakan selama bertahun tahun?, baik?, ini yang aku katakan baik?, haha .... sungguh aku ayah yang buruk" Grizo menutup wajahnya dengan satu tangan lalu meninggalkan ruangan begitu saja. Ia tidak memperdulikan Calis dan juga Lura.


Suara mesum itu terdengar dengan sangat keras, para penjaga yang berjaga di luar merasa kebingungan, mereka menerobos masuk Karen takut ada pembunuhan lagi yang terjadi. Nyatanya mereka dikejutkan dengan video mesum Lura yang sedang bermain dengan beberapa pria.


Setelah beberapa menit, Quirin masuk kedalam rumah, ia terheran melihat para penjaga masuk kedalam rumah dan berdiri seperti patung.


Quirin mendengar ada suara yang aneh namun dirinya berusaha tidak menanggapinya "ada apa ini?" tanya Quirin


Namun suara Quirin seakan seperti angin berlalu, karena merasa tidak ada yang beres, ia berjalan mendekat dan melihat video mesum Lura.


Quirin langsung mematikan laptopnya dan melototi para penjaga "mengapa tidak ada yang mematikan video ini?" teriak Quirin dengan amarah yang mengebu-ngebu.


Para penjaga tersentak kaget, mereka menelan salivanya, mereka semua baru mengetahui jika putri sulung keluarga Alister terlihat begitu sangat menakutkan.


"Aku ingatkan pada kalian untuk tidak menyebarkan Video ini, jika tidak?, maka kalian sendiri yang akan menanggung akibatnya" ancam Quirin pada para penjaga.


Para penjaga itu menegang, mereka langsung menanggung dan keluar dari rumah itu.


"Ada apa denganmu Lura?!, kenapa wanita baik sepertimu melakukan hal mengerikan seperti itu?!, apa kau tau kalau keluarga kita sangat terpandang?!, bagaimana jika video ini tersebar?!" teriak Quirin dengan marah


Lura menutup telinganya dengan sangat kuat, ia yang mendengar teriakan Quirin hanya bisa menggelengkan kepala sambil menunduk.


"Itu pasti perbuatanmu!, kau yang menjebak Lura!" terima Calis dengan mata memerah


"Hei bibi!, dia anakmu!, seharusnya kau yang mendidiknya, bukan aku ataupun ayah, dia bukan anak kecil yang harus di jaga 24 jam, seharusnya dia bisa menjaga dirinya sendiri, tapi lihatlah dia, dari ekspresinya tadi seolah dia sangat menikmatinya, apa kau pikir aku yang melakukan itu?, atau mungkin itu memanglah kemauannya sendiri?" tanya Quirin sambil melirik kearah Lura.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2