
Mendengar suara tembakan itu, Kai langsung menoleh
Kai melihat semua yang Cassi lakukan saat itu, ia menatap Cassi tidak percaya karena hal itu tidak sesuai dengan kesepakatan awal, kesepakatannya hanya menggertak Xura saja
Kai sangat geram, ia marah sambil mengepalkan tangannya, tapi dia tidak dapat berbuat apa-apa karena takut Cassi juga akan membunuhnya
Kai merasa kasihan pada Xura, bagaimanapun Xura lah yang memberinya jabatan dan nama Xura masih terselip didalam hatinya
Xura yang sudah tersungkur dan masih dalam keadaan setengah sadar
"K..k..kau, Su...su..dah, a..a..ku du..ga" ucap Xura terbata-bata
Cassi yang sudah menebak apa isi kepala Xura menjawab "ya aku yang membunuh papa, dia tidak adil padaku, dia hanya membanggakan mu" sambil tertawa lebar
Kai yang mendengar hanya bisa membelalakan matanya, bahkan mendengar tawa itu saja membuatnya merinding
" Wanita ini tidak bisa dianggap remeh, benar-benar wanita gila, bahkan kakak dan papanya sendiri berani dia bunuh" batin Kai
Xura yang dalam keadaan setengah sadar masih bisa mendengar suara keras Cassi.
"Awas saja kalian, jika nanti aku selamat, maka aku akan mengahabisi seluruh keluarga kalian dan teman dekat kalian" batin Xura menatap penuh dnegan kebencian
"Berdoalah agar aku tidak selamat" ucap Xura lemah lalu menghembuskan nafas terakhirnya
Setelah memastikan bahwa Xura telah mati. Cassi merasa senang "Hahaha aku sangat senang melihatmu mati" ucap Cassi tersenyum smirk
"Sebaiknya aku berhati-hati dengan wanita gila ini" batin Kai
"Ayo bantu aku membuang mayatnya" ucap Cassi tersenyum
Kai melihat senyuman itu merinding dan langsung mengiyakan, padahal tangannya gemetaran dan terasa berat tapi iya tidak bisa menolak, saat Kai ingin melempar tubuh Xura ke jurang , ia di tahan oleh Cassi
"Tunggu, letakkan dia kembali" ucap Cassi sambil mengambil pisau
"Aku sangat tidak suka melihat wajahnya yang mulus ini, selama ini dia selalu merawat dirinya dengan baik" ucap Cassi tersenyum lebar menyentuh kulit Xura
"Apa kau masih menyukainya?" tanya Cassia santai pada Kai
"Ma..mana mungkin, aku hanya menyukaimu" jawab Kai gugup
"Bagus, awas kalau kau mencoba menghianatiku, aku tidak segan-segan menghabisi mu" ucap Cassia menatap tajam Kai sambil memegang pisau
Kai yang ditatap mulai gelagapan dan takut
"Itu...itu tidak akan terjadi, tenang saja" ucap Kai gugup
Cassi mengalihkan tatapannya ke arah Xura, lalu Cassi memegang dagu Xura, dan mulai menyayat pipi kanan serta pipi kiri Xura.
__ADS_1
"Pipi kanan sudah, yang kiri juga sudah, selanjutnya bagian apa lagi ya?" ucap Cassi sambil melihat bagian-bagian tubuh Xura
Cassi memberikan goresan yang sangat dalam. Tidak sampai di situ, Cassi memberikan sayatan pada bagian tubuh lain
"Ah, aku rasa tangan ini juga harus diberikan tato yang indah, selama ini dia menggunakan tangan ini untuk mengurus perusahaan, benar kan?" tanya Cassi pada Kai sambil memberikan sayatan-sayatan yang tidak beraturan di tangan Xura
Melihat hal itu, Kai hanya terdiam membisu, ia mengalihkan pandangan karena tak sanggup melihat kejadian di hadapannya
"Selanjutnya kaki? dia terus saja mondar-mandir di kantor seperti orang sibuk, tapi sekarang tidak lagi, hahaha" tawa Cassi sambil terus memberikan sayatan dari paha hingga ujung kaki, hal itu membuat sidik jari Xura tidak bisa dikenali
Sayatan yang di berikan oleh Cassi sangat dalam dan merusak jaringan kulit, hingga membuat bekas sayatan menganga lebar serta mengeluarkan banyak darah segar, akibatnya darah Xura pun tercecer dimana-mana
Kai yang mencium bau darah mencoba melirik, saat ia melihat, ia merasa isi perutnya akan keluar
"Wanita ini... Ughhh, apakah dia kehilangan akal? jika aku bersamanya bagaimana jadinya hidupku?" batin Kai
" Maafkan aku Xura, aku terpaksa melakukan ini agar hidupku terjamin" batin Kai sedih
Kai mencoba membuka suara "Sudahlah, dia sudah mati, kau masih saja membuat luka ditubuhnya" ucap Kai sambil memasang tatapan ngeri ke arah Cassi
"Baiklah, baiklah sayang, kau tidak perlu cerewet seperti itu" ucap Cassi
"Cepat kemari, bantu aku mengangkatnya" ucap Cassi santai sambil tersenyum lebar
Mereka kemudian membuang tubuh Xura ke jurang. Lalu mereka pulang ke rumah masing-masing dengan tubuh yang bersimbah darah
Sesampainya di rumah, Kai membersihkan diri, ia mengumpulkan semua pakaian yang ia pakai pada hari itu dan membakarnya
Setelah selesai, ia dengan terburu-buru menggali tanah dan menimbun pakaiannya
Karena Xura telah menghilang dan tidak dapat ditemukan, maka warisan kekayaan yang di terima Xura jatuh ke tangan Cassi
#Flashback Off
1 minggu berlalu
Kai sudah menduduki posisi wakil direktur di perusahaan Xavier Corp yang diberikan oleh Cassi.
Kai duduk di kursi ruangannya ia termenung seketika mengingat kejadian yang terjadi 1 minggu lalu, bagaimana ia membunuh Xura, apa Xura bisa ditemukan polisi atau tidak
Tanpa Kai sadari, ia mengkhawatirkan kondisi Xura, Kai menyesali perbuatannya. Tanpa sepengetahuan Cassi, Kai mencari tubuh Xura
Kai sudah berusaha mencarinya di tempat kejadian, namun tidak dapat menemukannya.
Entahlah hanya Xura dan tuhan yang tau keberadaannya
Lamunan Kai buyar seketika Mendengar pintu ruangannya terbuka
__ADS_1
"Apa kau sedang memikirkannya? 1 minggu telah berlalu, tubuhnya pun pasti telah hancur di makan binatang buas" ucap Cassi yang saat itu berdiri di depan pintu
"Ayolah, jangan memikirkan orang yang sudah mati" ucap Cassi berjalan santai kearah Kai
Cassi yang menggunakan make up tebal dan memakai dress pendek ketat memperlihatkan belahan dada mendaratkan tubuhnya di sofa yang berada tidak jauh dari meja Kai.
Saat rapat umum pemegang saham untuk pemilihan CEO baru diadakan, Cassi menjadi kandidat sebagai pemimpin baru, ia merasa sangat senang
Cassi yang saat itu memiliki 60% saham keluarga Xavier berhasil terpilih sebagai CEO baru di Xavier Corp
Sejak itu, ia membuat penampilannya semakin hari semakin seksi, dan Kai tidak menyukai hal itu
Melihat perubahan Cassi yang sekarang membuat Kai ingin menjauh, dimata Kai ia hanya melihat badut, dan selalu membuat Kai malu
Berbeda dengan Xura yang selalu memakai make up tipis dan memakai baju formal berjalan dengan elegan dan membuat orang yang melihatnya terpana.
Kai benar-benar menyesal sekarang, di dalam hatinya hanya ada Xura sepenuhnya.
"Aku tidak memikirkannya, Aku hanya memikirkan pekerjaanku yang menumpuk" ucap Kai malas
"Benarkah"? ucap Cassi curiga
"Kau ini, kenapa selalu membahas dia, dia sudah mati" ucap Kai tidak senang
"Kau semakin aneh, semenjak kematian kak Xura kau selalu termenung" ucap Cassi berteriak
Kai berlari ke sofa dan langsung membekap mulut Cassi "Kecilkan suaramu itu, kau ingin orang-orang tau bahwa kau membunuhnya?" tanya Kai dengan suara pelan
Baru beberapa bulan Cassi menjabat sebagai CEO membuat perusahaan "Xavier Corp" malah mengalami kerugian besar hingga mencapai 50 juta pound sterling (GBP)*
*1 Triliun Indonesia (IDR)
Melihat laporan keuangan perusahaan saat itu, membuat Cassi frustasi.
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏