
Quiran berbalik dan melangkahi mayat Cassi, ia berjalan mendekati keempat pria itu.
"Tugasku sudah selesai, sampaikan pesanku padanya, aku minta maaf jika harus membunuh Cassi dengan cara yang pernah dia lakukan dulu, hanya itu saja, sisanya aku serahkan padamu" ucap Quiran yang berbicara pada Zee lalu tubuh itu seolah tak bernyawa dan jatuh dalam pelukan Zee.
Zee mengangguk dan langsung merenggangkan kedua tangannya, ia sangat hapal dengan kebiasaan Quiran yang selalu menjatuhkan tubuhnya tepat di depan Zee.
Zee melirik ke arah Xeno, "Kau urus kedua jasad itu, aku akan membawanya kembali ke rumah" ucap Zee sambil mengendong tubuh Quirin ala bridal style lalu melangkahkan kakinya keluar.
Feryun yang melihat itu pun tak tinggal diam, ia melirik kearah Kiryu "Kau bantu lah dia membereskan mereka, aku tidak ingin mencium aroma busuk ini lagi" ucap Feryun sambil mengikuti langkah kaki Zee dari belakang.
Zee memasukkan tubuh Quirin kedalam mobil nya, ia pun juga masuk ke dalam mobil sebagai pengemudi, sedangkan Feryun juga ikut masuk ke dalam mobil yang sama.
"Bagaimana caranya mereka bisa bertukar seperti ini?, lalu dimana adikku sekarang?" tanya Feryun sambil memijit pelipisnya.
__ADS_1
"Aku menemukan tubuh adikmu sudah berlumuran darah di tempat proyek yang sedang ku bangun, aku langsung membawanya kerumah sakit dan dia mengalami patah tulang, ketika dia bangun, dia mengenalkan dirinya sebagai Quirin dan lambat laun aku mengetahui identitasnya itu. Hanya itu yang bisa aku katakan, jika kau ingin mengetahui lebih dalam, maka kau harus membicarakan sendiri padanya. Mengenai adikmu, dia berada di rumah sakit dan di sampingnya terdapat penerus keluarga Volker, jadi kau tidak perlu menghawatirkan adikmu" ucap Zee sambil melirik ke kaca dan memantulkan Feryun yang sedang bersandar sambil memijit pelipisnya.
Feryun yang mendengar cerita singkat itu terkejut, ia mulai duduk dengan tegak dan langsung menatap kedepan dengan tatapan tajam.
"Bagaimana bisa seperti itu?, sebenarnya ada masalah apa dengan keluarga bibi Arcy?, lalu kenapa adikku berada di rumah sakit sekarang?" tanya Feryun yang sudah menggenggam kedua tangannya dengan sangat erat.
Zee bisa merasakan aura yang di keluarkan oleh Feryun, ia juga sangat mengerti reaksi yang di keluarkan oleh Feryun.
"Berhenti bertanya padaku, kau tetap tidak akan menemukan jawabannya, karena semua jawaban yang kau cari ada padanya" ucap Zee sambil melirik kearah Quirin yang tertidur dengan pulas.
"Bersabarlah, kau harus mendengarkan nya secara perlahan, karena jika memikirkan dengan akal sehat maka semua masalah yang ada di antara mereka tidak akan bisa di cerna dengan begitu mudah" ucap Zee yang mengerti posisi Feryun.
Feryun yang mendengar itu pun tersenyum tipis "Terimakasih sudah menjaga nya, walau jiwa itu bukanlah milik Quirin, tapi aku berharap dia bisa menerimaku sebagai kakak nya" ucap Feryun sambil menimpa kedua mata itu dengan satu tangan.
__ADS_1
Zee tidak menyangka, orang dari keluarga tersembunyi justru bisa berterimakasih padanya. Zee pernah mendengar desas desus bahwa keluarga itu terkenal sombong dan haus akan kekuasan, tapi jika dilihat dari kepribadian Feryun, dia tidak tampak seperti desas desus yang di bicarakan oleh orang-orang.
"Kau tidak perlu mencemaskan itu, aku bisa melihat bahwa dia sudah mengakui mu. Yang harus kau pikirkan sekarang adalah bagaimana menjelaskan padanya tentang bibi Arcy yang keluar dari rumah, padahal kalian adalah keluarga yang sangat di takuti, tapi bagaimana bisa salah satu anggota keluarga kalian terbuang kejalanan begitu saja" ucap Zee sambil sesekali melirik kearah kaca.
"Hah ... benar juga, aku tidak tau reaksi seperti apa yang akan dia berikan Quirin, jika dirinya tau tentang apa saja yang sudah di alami bibi Arcy ketika berada di mansion terkutuk itu, aku yakin hal yang mengerikan akan terjadi" ucap Feryun yang masih menutup matanya.
"Kau akan membicarakan hal itu pada Quirin asli atau Xura?, karena jika kau berbicara pada Xura, maka kau pasti bisa memprediksi kejadian apa yang akan terjadi" ucap Zee sambil sesekali melirik ke arah kaca.
Feryun tampak berfikir, tapi tiba-tiba saja hati Feryun seolah menyuruhnya untuk memberitahukan semua masalah itu pada satu orang saja.
"Aku bahkan semakin ingin membicarakan semua ini pada Xura, aku tidak ingin adikku itu terbebani dengan hal ini lagi, aku ingin dia beristirahat di rumah sakit" balas Feryun dengan menggeretakkan giginya.
Zee yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas, karena tidak mungkin keluarga tersembunyi itu membiarkan orang luar seperti Xura mengetahui aib keluarga mereka, Zee mulai teringat dengan perkataan Xura bahwa memang seperti ada yang mendorong mereka untuk berkumpul, tapi tidak untuk Quirin asli itu sendiri.
__ADS_1
"Aku bisa melihat bahwa tadi Feryun tampak berpikir, ia terlihat ragu, tapi seketika ia tampak bersemangat mengatakan hanya satu orang saja yang akan di beri tau. Sebenarnya siapa kau?, kenapa kau lakukan ini pada Xura?, di bukanlah boneka yang bisa kau gerakkan sesuka hatimu!" batin Zee dengan mengepalkan kedua tangannya di stir mobil.
Bersambung ...