Another Person Life

Another Person Life
Mengkhawatirkan Lura


__ADS_3

"Kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Calis mengeram marah.


Quirin mengerutkan dahinya "kenapa ya?, ... entah lah, pada saat itu aku hanya iseng menaruh racun di gagang pintu kamar, lalu kau malah memegangnya, jadi jangan salahkan aku" ucap Quirin sambil menaik turunkan kedua pundaknya.


"Kau!" geram Calis dengan bola mata yang sudah ingin keluar dari tempatnya.


Pasalnya, Calis tidak mengerti bagaimana Quirin bisa berubah, anak yang dulunya lemah lembut itu bahkan untuk membunuh semut saja tidak sanggup, lalu mengapa sekarang dia bisa mengetahui tentang racun?.


"Aku ingin memberi tahu mu, bahwa aku jugalah yang menyebarkan video Lura ke media" ucap Quirin sambil tersenyum.


Calis sungguh sudah tidak tahan dengan permainan Quirin, menurutnya, semua yang di lakukan Quirin adalah kejahatan.


"Apa yang kau lakukan pada adikmu?, perbuatanmu itu bisa menghancurkan hidupnya!" teriak Calis dengan marah.


Senyum itu memudar, tatapan matanya berubah menjadi tajam "adik?, sampai saat ini pun kau mengatakan dia adikku, apa kau tidak punya malu? ...lalu, apa kau pernah berpikir karena ulahmu itu hidupku hancur?, ah aku lupa bahwa kau memang sengaja melakukannya. jadi aku hanya mengulang perbuatanmu tapi pada yang berbeda, apa aku salah?." tanya Quirin dengan nada dingin.


Seketika Calis merinding mendengar perkataan Quirin, ia memang sengaja melakukan itu agar Lura menjadi anak satu-satunya dalam keluarga Alister.


"Kau mengira selama aku hidup maka aku tidak bisa melakukan sesuatu pada kalian?, atau kalian masih berpikir aku orang lemah lembut yang bodoh?" tanya Quirin


Calis terdiam membisu "bagaimana dia bisa berubah seperti ini?" batin Calis


Quirin merasa senang melihat wajah taku Calis, ia memajukan wajahnya dan membisikkan sesuatu "aku berbaik hati memberitahu sesuatu yang lain, aku lah yang menjebak Lura dan mengirimnya pada beberapa lelaki itu, bukankah ini sangat menyenangkan?, aku membalikkan permainan yang sudah kau atur untuk pada Lura"


Jantung Calis berdetak sangat cepat, selama ini mereka berpikir Quirin adalah orang bodoh yang bahkan mulai berdebat dengan Grizo. Calis yang melihat itu merasa sangat senang, sehingga ia tidak memikirkan rencana apapun. Calis tidak tau bahwa perubahan Quirin yang seperti itu akan membawanya kedalam kehancuran.


Dan siapa sangka, di balik sifat berontak nya itu, Quirin justru berubah semakin kejam dan semena-mena.


"Kau?, kau melakukan semua itu?" gumam Calis tidak percaya, selama ini ia berpikir bahwa Quirin keluar untuk menemui Zee. Dan sekarang Calis mulai curiga bahwa Quirin sudah mempersiapkan rencana besar untuk menjebak Lura.


Tapi faktanya, Quirin tidak pernah merencanakan apapun, semua yang di melakukan semata-mata karena hanya terpikirkan secara tiba-tiba.


"Tentu saja aku yang melakukannya, karena semua itu sangatlah mudah bagiku" ucap Quirin dengan senyum mengejek.


Calis mulai mengkhawatirkan Lura, ia tidak ingin kerja keras yang selama ini sudah di disiapkannya hancur begitu saja.


"Jangan lakukan apapun pada Lura!" teriak Calis sambil memegang kaki Quirin.


Quirin melihat kearah Calis "haha .... kau terlambat bibi!, aku sudah memulai permainan ini" gumam Quirin di sela tawanya.


"Tolong jangan lakukan itu pada anakku!" teriak Calis mulai meneteskan air matanya kembali.


"Bibi, apa kau ingat telah melakukan apa pada ibuku?" tanya Quirin sambil memegang tangan Calis lalu menaruhnya di lantai dan mulai menginjaknya dengan kuat.


"Aargghhhh"


"Lepaskan!"

__ADS_1


"Sakit!"


Calis berteriak keras karena yang di injak oleh Quirin adalah tangan yang terluka, kotoran yang sempat terseret di luka itu bahkan sudah masuk kedalam daging tangannya.


Luka itu menganga dengan lebar karena racun yang di gunakan Quirin sangatlah ganas sehingga kulitnya tiba bisa beregenerasi. Calis bisa melihat darah segar keluar di sekeliling tangannya.


Calis mencoba memberontak untuk melepaskan tangannya dari kaki Quirin, namun Quirin justru menekan kakinya lebih kuat lagi hingga Calis hanya bisa menangis dengan menahan rasa sakit di tangannya.


Quirin yang melihat itu tersenyum mengejek "oh maafkan aku bibi, lihatlah darahmu bahkan mengeluarkan aroma tidak sedap, bukankah itu sangat mirip dengan sifat mu?," tanya Quirin dengan menekan tangannya dengan sangat kuat.


Calis bisa merasakan tangannya seperti akan hancur, tenaga yang di keluarkan Quirin bukanlah seperti tenaga wanita lemah.


"Tolong berhenti!, ini sangat menyakitkan" gumam Calis yang meneteskan air matanya.


"Apa kau merasa seperti pernah melakukan ini?" tanya Quirin dengan santai.


Calis mulai mengingat sesuatu, dulu dirinya pernah melakukan yang sama pada Quirin, bahkan dia melakukannya saat baru saja masuk kedalam kediaman Alister.


"Kau sudah mengingatnya?, aku dulu menangis meminta ampun padamu, tapi kau terus menekan tanganku seperti ini" ucap Quirin sambil mengangkat kakinya lalu menginjak dengan sangat kuat.


Calis yang melihat itu tidak bisa menghindar, tangannya seakan mati rasa dan tidak memiliki tenaga untuk mengangkatnya lagi.


Dulu, Calis menginjak tangan Quirin 3 kali, dan Calis mulai berpikir Quirin akan melakukannya sama seperti dirinya dulu.


Ketika Quirin mengangkat kakinya lagi, Calis dengan cepat menarik tangannya dengan menggunakan tangan yang lain.


Quirin yang sudah menduganya melayangkan kakinya ke wajah Calis "jangan mengira kau bisa lolos dengan mudah" gumam Quirin dengan tatapan tajam


"Ssshhh"


Calis berdesis dan memegang wajahnya yang mulai terasa sakit, ia menatap Quirin dengan tajam


"Aku suka melihat ekspresi wajahmu itu" gumam Quirin dengan senyum mengejek "aku yakin kau melupakan perbuatanmu pada ibuku" lanjut Quirin dengan tatapan tajam.


Mata keduanya bertemu dan Calis melihat pancaran kebencian dari mata Quirin, dulu mata itu bahkan ketakutan ketika melihat Calis datang, tapi sekarang ia memandang dengan penuh amarah.


Calis mulai mengingat perbuatan yang dulu ia lakukan pada Arcy.


#Flashback On


Wiliam pulang kerumah dengan gaji pertamanya, walau bisa dikatakan cukup, tapi Calis tidak menerimanya "kenapa kau tidak bisa menghasilkan uang yang banyak?" teriak Calis dengan marah.


"Maaf kan aku, tapi ini lah hasil dari bekerja di kediaman Alister, bukankah ini cukup" jawab Wiliam dengan wajah sedih.


Selama ini Calis tidak tau bahwa Wiliam bekerja pada keluarga kaya, ia hanya tau bahwa Wiliam sudah mendapatkan pekerjaan.


Calis mengernyitkan dahinya "Alister?, bukankah mereka keluarga itu sangat kaya?" tanya Calis dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Benar, memangnya ada apa?" tanya Wiliam binggung.


"Begini, aku mempunyai cara agar kita tidak hidup menderita lagi. Kau cukup memantau pergerakan tuan Alister dan aku akan membuat rencana agar bisa menjadi istrinya dan membuat anak kita sebagai pewaris Alister" ucap Calis dengan tersenyum licik.


Mata Wiliam seakan ingin keluar dari tempatnya, ia tidak menyangka Calis berpikiran yang tidak-tidak.


"Apa kau gila?, mana mungkin aku melepaskan mu, kau itu istriku!"


Calis memutar bola matanya dengan malas, tapi ia harus bersabar menghadapi Wiliam agar bisa mencapai tujuannya "bodoh, kita tidak akan bercerai, aku hanya ingin menjebaknya agar bisa masuk kerumah itu" ucap Calis meyakinkan Wiliam.


Mendengar penjelasan Calis, Wiliam menyetujuinya dan ia orang yang sangat penurut, walau Calis sering memarahinya, tapi karena sangat mencintai istrinya itu, ia selalu rela mengalah dan menyetujui permintaan Calis.


Saat itu, Wiliam mendengar bahwa ada perayaan perusahaan dan Arcy akan ikut pada Grizo, tidak disangka, arcy membatalkan rencananya dan memilih merawat Quirin sedang sakit.


Pasalnya yang membuat Quirin sakit adalah Wiliam, ia sengaja menaruh obat agar Quirin merasakan sakit dan membuat Arcy tidak bisa menemani Grizo.


Akhirnya, Grizo pergi sendiri kepercayaan itu, begitu sampai di perusahaan, Grizo di suguhkan dengan minuman beralkohol oleh teman-temannya, lalu ia pun meminumnya beberapa gelas.


Wiliam yang sedang memantau sudah menunggu di luar perusahaan, ia sudah melihat Grizo dari kejauhan, Wiliam menyewa seseorang untuk membius Grizo dan membawa ke hotel.


Saat itu, Calis telah menunggu di dalam hotel "sebentar lagi aku akan masuk kedalam rumah itu dan menguasai hartanya, sedangkan Wiliam, aku tidak akan menceraikannya karena dia bisa membantuku menyingkirkan istri tuan Grizo" gumam Calis sambil tersenyum.


Ketika Wiliam sampai di hotel, dia membantu Grizo berjalan dan memasukkannya kedalam kamar Calis, walau tidak rela tapi demi istri dan anak, ia harus menahan rasa sakit di hatinya.


Paginya, Grizo terbangun dan melihat dirinya sudah tidak memakai sehelai benang pun dan ia menoleh kesamping dan betapa terkejutnya Grizo melihat seorang wanita tengah tertidur dengan pulas.


"Apa yang sudah aku lakukan?" gumam Grizo sambil memegang kepalanya.


Pasalnya, Calis mendengar perkataan Grizo tapi ia memilih untuk berpura-pura tertidur.


Lalu Calis membuka matanya dan berpura-pura terkejut "ah ... apa yang kau lakukan padaku?" teriak Calis mulai menangis, ia pun menutupi tubuhnya yang polos dan terlihat disana bercak darah yang artinya Grizo sudah menodainya.


Wajah Grizo terlihat sangat pucat, ia binggung harus melakukan apa, rasa bersalah pun muncul dihatinya, ia berpikir untuk membicarakan sebuah kesepakatan dan keduanya pun menyetujuinya.


Setelah itu, Calis menunjukkan tanda-tanda kehamilan, Grizo semakin gusar dan berusaha selalu mengunjunginya dan menemaninya, ia merasa harus bertanggung jawab atas perbuatannya.


Keterlambatan Grizo membuat Arcy curiga dan menyelidikinya, ketika mengetahui itu, Wiliam pun bergerak cepat dan membayar Beymi dengan sangat mahal agar menaruh obat ibuprofen dengan dosis tinggi kedalam minuman Arcy setiap hari.


Mengonsumsi ibuprofen secara terus menerus dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung hingga 30 persen.


Obat itu dapat memengaruhi sistem kardiovaskular dengan menyebabkan pembekuan darah, arteri mengerut, meningkatkan retensi cairan, dan meningkatkan tekanan darah.


Beymi yang sangat membutuhkan uang langsung menyetujui permintaan Wiliam.


Sejak saat itu, Arcy menjadi sakit-sakitan dan Grizo justru semakin tidak memperdulikan Arcy karena perhatiannya tertuju pada anak yang ada didalam kandungan Calis.


#Flashback Off

__ADS_1


Quirin yang melihat Calis termenung tertawa mengejek "haha ... sungguh ironis ... kau sangat menginginkan harta keluarga Alister, tapi kau tidak tau bahwa seluruh harta ini adalah milik ibuku"


Bersambung ...


__ADS_2