Another Person Life

Another Person Life
Parasit Miskin


__ADS_3

Saat melewati pintu belakang, Xura dan Vano melihat dua orang yang sangat tidak ingin mereka temui.


Keduanya menghentikan kaki mereka, saat mereka ingin berbalik, ternyata sebuah suara memanggil nama keduanya.


"Nona Xura?, Vano?" ucap orang itu.


Mereka menghela nafas dan membalikkan tubuh secara bersama-sama "kenapa kau memanggilku?" tanya Xura yang masih memegang tangan Vano.


Al terkejut ketika melihat tangan Xura bergantung di lengan Vano, orang yang ada di samping Al juga bereaksi sama seperti Al "Ti-tidak ada, ta-tapi itu ..." perkataan Al menggantung karena dirinya takut menyebutkan apa yang ada di pikirannya, serta hal itu pasti tidak mungkin terjadi.


Xura bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Al dan Xeno, ia pun tersenyum tipis dan justru memegang lengan Vano semakin erat.


"Benar, kami berpacaran" ucap Xura sambil tersenyum manis.


"Apa?!" Al dan Xeno berteriak secara bersamaan, suara keduanya pun bergema hingga mengundang para penghuni lainnya.


Al dan Xeno saling memandang satu sama lain, selama ini Vano dan Xura hampir tidak pernah beri teraksi, tapi sekarang?, kenapa keduanya susah berpacaran?. Apa Zee tau mengenai hal ini?, dan apa Vano tidak di hukum jika Zee sampai mengetahui semua hal ini?.


Semua pertanyaan itu tengah berkumpul di dalam kepala Xeno dan Al, mereka sungguh tidak menyangka bahwa Vano bisa berpacaran dengan Xura yang notabennya hampir menjadi nyonya Ophelia.

__ADS_1


"Kenapa kalian bereaksi seperti itu?, ini tubuhku, jika aku mau, maka aku bisa dengan bebas bersama siapapun, tidak ada yang bisa melarang ku, termasuk tuan muda kalian" ucap Xura dengan lantang sambil melototkan matanya pada Al dan Xeno.


Mendengar perkataan itu membuat Xeno dan Al terdiam, mereka seolah tidak berani untuk membuka mulut itu lagi.


Dari ujung sana, Leva tengah memperhatikan Xura "mereka berdua terdiam?, bagaimana bisa?, selama ini selain Zee, tidak ada yang bisa melakukan hal itu pada mereka berdua" gumam Leva yang sangat-sangat terkejut.


Lalu tiba-tiba saja Gilma datang ke pintu belakang dan melihat mereka semua tengah berkumpul.


Gilma tersenyum melihat gestur tubuh Al dan Xeno seperti tengah memarahi Xura, ia pun melangkah maju dan berdiri di samping Xeno.


"Bisakah kau tidak membuat keributan lagi?, sekali lagi aku ingatkan bahwa ini adalah mansion keluarga Ophelia, kau tidak diterima di dalam mansion ini, benarkan kakak Al, kakak Xeno?" ucap Gilma sambil melihat kearah keduanya.


Kedua pria tampan itu diam dan mulai melirik kearah Gilma acara bersamaan, perubahan sikap keduanya begitu tampak jelas


"Pergilah dari sini, rasanya aku ingin muntah setelah melihat wajah yang sangat putih itu" ucap Xeno yang juga melirik Gilma dengan tajam.


Mendengar perkataan keduanya membuat Gilma mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, ia tidak menyangka bahwa kedua teman Zee justru memperlakukannya di hadapan Xura.


"Hahaha ... lihatlah, mereka saja tidak menyukaimu. wanita miskin sepertimu ingin menjadi Phoenix?, berhentilah bermimpi lalu pergilah ke tempat asal mu yang kumuh dan kotor itu, melihat rumah mu yang begitu mengerikan membuat tubuh ku merasa gatal. Pantas saja wanita menjijikkan sepertimu terus menempel pada Zee, pasti sudah sangat nyaman hidup di bawah rasa kasihannya. Bukankah begitu wanita miskin?" ucap Xura sambil melepaskan tangannya dari Xeno lalu melipat kedua tangan dan mencondongkan wajahnya kehadapan Gilma.

__ADS_1


Gilma mulai menunduk dan semakin menggenggam keduanya dengan sangat erat sampai semua kuku lentik itu menembus kulit tangannya.


Vano tidak ingin hal yang lebih mengerikan terjadi, jika Xura sampai menyentuh Gilma maka Zee pasti tidak akan memaafkannya. Sebelum itu terjadi, Vano harus mengentikan Xura terlebih dahulu.


"Berhenti menganggu pacarku, jika kau melakukan itu lagi, maka aku tidak akan pernah membiarkan masalah itu berlalu begitu saja, ayo sayang, kita harus pergi sekarang, aku sungguh tidak sanggup menghirup aroma busuk yang ada disini" ucap Vano sambil memegang tangan Xura dan membawanya pergi.


Al dan Xeno tampak tercengang, mereka tidak menyangka bahwa Vano terang-terangan memanggil Xura dengan sebutan sayang.


"Apa aku sedang bermimpi?" ucap Al sambil berjalan ke kamarnya dengan mulut terbuka lebar.


Sedangkan Xeno berdiri seperti patung, di wajahnya terlihat jelas bahwa sekarang ini dirinya terlihat sangat binggung. Lalu Xeno melangkah pergi sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.


Kenyataan yang ada di depan mereka seolah hanya mimpi belaka.


Gilma pun juga ikut pergi dari tempat itu dan memilih memasuki kamarnya, Leva juga dapat melihat dari kejauhan bahwa kali ini Gilma terlihat sangat marah.


Leva tersenyum tipis dan bergumam "Sepertinya Xura mampu untuk menyingkirkan parasit miskin itu dari Zee"


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa untuk follow author, serta jangan lupa juga untuk memberikan like, vote dan komentar, karena ketiga hal itu bisa membuat author semakin bersemangat untuk menulis cerita ini 🙏


Btw, komentar kalian semua luar biasa, author merasa sangat berterimakasih, karena kekesalan author menulis para karakter yang ngeselin ternyata tersampaikan juga kepada readers 😂👍 kalian emang top 👍


__ADS_2