
"Zee, kita akan take off" ucap Xeno yang tiba-tiba masuk ke dalam.
Zee mengangguk, lalu Xeno keluar dari sana. Di dalam jet pribadi itu terdiri 5 orang. yaitu Zee, Xeno, Quirin, Pilot dan co-pilot. sedangkan Zee tidak suka adanya wanita di dalam jet pribadi nya, jadi setiap menggunakan jet pribadi, maka yang akan melayani Zee pastilah Xeno.
Mereka pun terbang dan setelah berada di atas awan selama 13 jam. akhirnya mereka telah sampai di Singapura.
Setelah jet pribadi itu landing, Quirin hanya menatap keluar jendela.
"Aku datang, Cassi" batin Quirin sambil tersenyum smirk.
Zee melihat bahwa Quirin tersenyum smirk, ia pun langsung menepuk pundak Quirin sehingga Quirin tersentak kaget.
"Jangan terlalu senang dulu, apa kau lupa seperti apa mereka membunuh mu?" ucap Zee dengan menegur Quirin.
Quirin yang mendengar itu pun langsung teringat dengan perbuatan sepasang kekasih yang sangat menjijikkan itu. siapa lagi kalau bukan Kai dan Cassi.
"Tentu saja aku ingat, aku bahkan tidak bisa lupa dengan perbuatan mereka" ucap Quirin dengan menggeretakkan giginya.
Zee yang mendengar itu menatap Quirin dengan dalam "Jangan lupakan perbuatan mereka. Kau bisa mati karena kau lengah, jadi kali ini jangan mengulangi kesalahan yang sama" ucap Zee sambil menjulurkan tangannya pada Quirin.
Quirin yang mendengar perkataan itu merasa tersentuh, sudah lama ia tidak mendengar kata-kata yang bisa menguatkan hatinya.
"Dulu, Kai juga berkata seperti itu, tapi apa?, justru dialah yang membuatku menjalani kehidupan orang lain. Aku juga harus berhati-hati pada Zee." batin Quirin sambil menatap Zee.
Ia pun mengulurkan tangannya dan berpegangan tangan pada Zee. "Aku akan mendengarkan perkataan mu" ucap Quirin sambil tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya sekali.
Keduanya keluar dari pesawat dan melangkah turun dari pesawat dengan bergandengan tangan. "Ah .. aku merindukan udara Singapura" batin Quirin sambil menutup kedua matanya.
Zee lebih dulu berjalan di depan, ketika ia menoleh kebelakang, Zee justru melihat Quirin tengah menutup matanya.
Seketika Zee memiliki ide untuk mengerjai wanita itu. "Apa kau tidak bisa membuka mata dulu?, jika kau jatuh, maka aku akan membiarkannya" ucap Zee sambil menghentikan langkahnya secara tiba-tiba.
__ADS_1
Lalu Quirin yang sudah tidak bisa menghentikan kakinya justru menabrak punggung Zee yang berada di depannya.
Quirin sungguh terkejut, dan ia pun langsung membuka matanya "bisakah kau mengatakannya tidak secara tiba-tiba?, wajahku sakit menabrak punggung kerasmu ini" ucap Quirin sedikit kesal.
Menurut Quirin, Zee telah merusak suasana hati yang sedang di rindukannya itu.
Sedangkan Xeno yang sudah berada di bawah menengadahkan kepalanya, ia terkejut melihat keduanya tengah bergandengan tangan, dan ia juga merasa kesal melihat kedua orang itu terus berdebat dengan hal yang tidak penting.
"Apa aku salah melihat?, Zee menggandeng tangan nona?, ah sudahlah, aku sudah lelah terkejut dengan kedua orang itu, mereka terlalu banyak membuat kejutan untuk kami." batin Xeno
"Tuan dan Nona, daripada berdebat di sana, lebih baik kita berangkat ke mansion sekarang, karena waktu kita sangatlah singkat" ucap Xeno sedikit kesal dengan keduanya.
Mereka pun melihat ke arah Xeno secara bersamaan, lalu keduanya pun berjalan turun.
Seketika, Quirin sadar bahwa dirinya tengah menggandeng tangan Zee, ia pun melepaskannya dan berjalan cepat di depan pria itu. Namun, Quirin tidak melewati Xeno, karena yang memimpin jalan adalah Xeno.
Xeno membawa keduanya keluar dari bandara, ia mengambil mobilnya yang sudah terparkir khusus di bandara.
Tiba-tiba saja, Quirin teringat bahwa dia meninggalkan Singapura sudah berbulan-bulan, ia pun merasa merindukan Yvon dan perusahaan nya.
Zee melangkah cepat dan menyusul Quirin, ia melihat wanita itu tengah gelisah "berhenti memikirkan hal yang tidak perlu, karena begitu kita sampai, kita akan beristirahat bukan langsung beraksi, ingat itu!." ucap Zee sambil memejamkan matanya di dalam mobil yang di kendarai oleh Xeno.
Sedangkan Quirin yang duduk di belakang bersama Zee, sedikit kesal dengan perkataan pria itu, tapi ia justru membenarkan perkataan Zee.
"Benar, setidaknya untuk hari ini, seharusnya aku menenangkan pikiran, bukan waktunya untuk memikirkan perusahaan yang aku sendiri tidak tau" batin Quirin.
Setelah itu, Quirin ikut memejamkan matanya, ia tidak ingin ambil pusing dengan perusahaan itu, ia juga mencoba untuk tidak memikirkan pembalasan dendam itu.
Xeno yang sedikit pusing dengan perdebatan mereka, mencoba mengabaikan kedua orang itu.
Tapi kini, ia justru tidak mendengar ocehan dari belakang lagi, ia melirik dari kaca dan terlihat lah kedua orang itu tengah memejamkan mata. Xeno bahkan tidak tau mereka benar tertidur atau tidak, karena keduanya memiliki sifat yang sama, bahkan ketika mereka memejamkan mata, telinga mereka bisa berfungsi sehingga membuat keduanya tampak tidak tidur.
__ADS_1
"Syukurlah aku tidak mendengar perdebatan mereka lagi, setidaknya telingaku bisa beristirahat untuk sementara waktu" batin Xeno.
Setelah lama menempuh perjalanan jauh, akhirnya mereka sampai di mansion Zee.
Zee memiliki mansion pribadi di Singapura, ia yang suka bepergian memilih untuk tidur di mansion agar waktu istirahatnya tidak terganggu oleh para paparazi.
Mansion itu terlihat sangat luas, dan hanya memiliki 2 lantai, terlihat sangat mewah dan juga memiliki taman yang luas.
Mobil yang di kendarai Xeno kini masuk kedalam mansion, pagar itu bahkan terbuka dengan sendirinya.
"Tuan, kita sudah sampai" ucap Xeno sambil keluar dari mobil.
Seketika, mata Zee terbuka dan ia melirik kearah kanan dan melihat Quirin tengah tertidur pulas.
Zee tidak ingin mengganggu tidur Quirin, ia keluar dari mobil dan membuka pintu Quirin, ia pun langsung mengangkat tubuh Quirin ala bridal style.
"Ketika kau berada di sampingku, kau tertidur seperti orang mati" gumam Zee sambil melangkahkan kaki nya masuk ke dalam mansion.
Zee naik ke lantai dua, ia masuk kedalam kamar yang memiliki warna dinding hitam dan putih, terlihat sangat elegan dan mewah.
Siapapun yang melihat kamar itu akan terpesona, dengan satu bedcover yang sangat besar.
Zee menaruh tubuh Quirin di atas tempat tidur itu, ia juga tidak lupa menyelimuti tubuh Quirin.
Setelah itu Zee keluar dan disana terdapat Xeno yang tengah menunggunya.
Zee terlihat heran melihat wajah Xeno yang terlihat muram "Ada apa?" tanya Zee dengan mengerutkan dahinya.
Xeno menunjukkan ponselnya yang terus berdering, mata Zee kini melihat ke arah ponsel Xeno.
Di sana tertera nama wanita yang sangat di hindari oleh Zee.
__ADS_1
"Tidak bisakah dia tidak menggangguku?." gumam Zee kesal.
Bersambung ..