
Rea langsung mengeluarkan ponselnya dan memanggil bawahan mereka untuk datang ke mansion Alister.
Setelah menunggu selama beberapa menit, akhirnya para bahwa itu datang dan Rea memerintahkan mereka untuk menghancurkan dinding yang menjulang tinggi itu.
Setelah dinding hancur, semua orang terlihat tercengang setelah melihat apa yang ada di balik dinding itu.
Mereka belum pernah melihat taman yang begitu luas serta gazebo yang berdiri tegak, lalu para bawahan itu dengan cepat memotong ulang yang tumbuh dengan menjulang tinggi.
Setelah bersih mereka semua kembali di kejutkan dengan pemandangan yang begitu cantik.
Lalu Quirin mengingat tentang tombol yang di beritahukan oleh Xura, lalu ia dengan cepat mencari tombol itu, dan seketika saja tangga tersembunyi itu terbuka.
Quirin, Rea dan Grizo menuruni anak tangga secara bersamaan dan menyuruh lorong itu, Grizo membuka pintu besi itu dan mereka melihat sebuah lukisan yang begitu indah telah terbuka.
Sedangkan lukisan lainnya di tutup oleh kain putih, "i-ini?, apa ini semua lukisan bibi Arcy?," gumam Rea terkejut.
"Bagaimana Xura bisa mengetahui semua ini?," gumam Quirin dengan melihat-lihat ruangan itu.
"Aku saja tidak pernah tau tempat ini, tapi, dia yang hanya tinggal beberapa bulan justru bisa menemukan tempat rahasia ibu, dia benar-benar orang yang sangat cerdas," gumam Quirin.
Saat mengangumi ruangan itu, tiba-tiba saja sebuah pesan masuk kedalam ponsel Quirin.
Ting
[Aku sudah berada di Inggris]
Setelah menunggu berhari-hari, akhirnya pesan yng sangat di tunggu oleh Quirin kini telah hadir di ponselnya. Quirin bahkan tersenyum ketika membuka pesan itu.
[Tunggu aku]
Quirin langsung mengirimkan pesan balasan pada Alpha.
"Alpha sudah berada di Inggris," ucap Quirin sambil tersenyum.
Sedangkan Rea terkejut mendengar berita itu, "untuk apa dia berada di Inggris?," tanya Rea yang sedikit binggung.
"Entahlah, yang jelas aku akan menemuinya," ucap Quirin sambil tersenyum senang.
Grizo yang melihat anaknya tersenyum mulai mengingat masa lalu, dimana ia terus menyalahkan anak kandungnya sendiri.
Quirin melihat Grizo termenung, ia bisa menebak bahwa Grizo tengah mengingat lalu mereka.
"Lupakan masa lalu ayah, kita sekarang bisa hidup dengan bahagia," ucap Quirin sambil memegang lengan kiri Grizo.
Dan di sebelah kanan, Rea juga ikut memegang lengan pamannya, "benar paman, sudah waktunya kita melupakan masa lalu, dan menatap masa depan," ucap Rea sambil tersenyum.
Grizo yang mendengar itu merasa terharu, ia pun membenarkan perkataan kedua wanita yang ada di sampingnya.
__ADS_1
Mereka keluar dari ruangan itu dan Rea memerintahkan bawahannya untuk menata kembali kebun itu, agar semuanya terlihat rapi dan bersih.
Sedangkan Quirin, sungguh tidak sabar untuk bertemu Alpha, ia berpamitan dengan Grizo dan meminta Rea untuk menyetir mobil ke bandara.
Setelah berada di bandara, Quirin mencari Alpha sedangkan orang yang sedang di cari kini masih berdiri dengan bersandar didinding sambil memegang ponselnya.
Quirin yang melihat alpha mulai tersenyum dan ia berteriak keras "Alpha!" Lalu ia langsung berlari dan menghamburkan pelukannya pada Alpha.
Teriakan itu mengundang mata orang-orang mengarah pada mereka, sedangkan Rea tampak menepuk jidatnya karena kakaknya begitu bodoh.
"Aku sangat merindukanmu, aku minta maaf karena sudah kabur dari mansion mu, sat itu aku benar-benar bodoh, jadi tolong maafkan aku," ucap Quirin sambil melepaskan pelukannya pada Alpha.
Quirin melihat Alpha tengah tersenyum padanya, "Padahal aku sudah putus asa karena tidak menemukanmu dimanapun, dan tiba-tiba saja aku mendapatkan pesan darimu, aku benar-benar senang," ucap Alpha yang merasa terharu karena Quirin berinisiatif memeluknya.
"Tidak, akulah yang seharusnya berterimakasih padamu, karena kau, aku bisa hidup hingga saat ini," ucap Quirin sambil tersenyum.
Tanpa pikir panjang, Alpha langsung mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya, "Maukah kau menikah denganku?," tanya Alpha sambil membuka kotak cincin itu dan memperlihatkan nya pada Quirin.
Quirin begitu terkejut, ia pun langsung menerima lamaran itu menangis haru.
Sedangkan orang yang melihat adegan keduanya mulai bertepuk tangan dan memberikan ucapan selamat.
Rea bahkan tercengang ketika melihat Alpha melamar kakak, "Haruskah aku berada di tengah-tengah mereka?," gumam Rea kesal.
Setelah membuat keributan di bandara, akhirnya mereka kembali ke mansion Alister, dan memberitahukan kabar bahagia itu pada Grizo, dan Rea juga memberitahukan kabar itu pada Jay, Amber dan Feryun yang ada di singapura.
Sedangkan di mansion Zee dan Xura tengah duduk santai di taman yang ada di belakang mansion, "apa kau tidak ingin bertemu mereka?," tanya Zee sambil melihat kearah Xura.
Xura mematikan ponsel serta laptopnya, "tidak, aku tidak tertarik bertemu dengan mereka lagi," jawab Xura sambil mendongakkan wajahnya dan menatap keatas.
Sedangkan di depan mansion, Al, Gavin, Staren, Vano, Max, Alica, Arnius dan Xeno tengah sibuk mendekor mansion itu.
"Sialan, mereka tengah bersantai-santai di belakang mansion dan justru melimpahkan semua kerjaan ini pada kita," gumam Xeno dengan kesal.
Gio dan Leva terkekeh kecil ketika mendengar ocehan Xeno, "wajar saja mereka bersantai, karena pesta ini milik mereka dan mereka harus memiliki tenaga yang cukup," ledek Leva.
"Bibi, aku cukup lelah menghadapi anakmu," ucap Xeno sambil memelas.
Sedangkan mereka semua cukup lelah mendengar ocehan Xeno, Al yang sudah kesal langsung membungkam mulut Xeno dengan sebuah kertas yang ada di tangannya.
"Diamlah!, kami semua juga lelah," ucap Al sambil meninggalkan Xeno yang terkejut dengan tindakan Al.
Undangan mulai tersebar ke seluruh dunia, dan para pengusaha itu terkejut ketika melihat nama pria dalam undangan itu.
"Ophelia?, di pewaris tunggal Ophelia?," gumam orang-orang di seluruh dunia.
Selam ini mereka tidak pernah mengetahui latar belakang Zee, karena Zee sendiri hanya memakai nama depan dan nama tengahnya saja.
__ADS_1
Mendengar kabar itu, mereka harus menelan kekecewaan karena sudah tidak bisa menjodohkan putri mereka pada pewaris tunggal Ophelia, serta orang-orang bahkan sangat penasaran dengan pasangan yang akan menjadi pendamping pewaris tunggal yng terkenal dingin itu.
Sedangkan orang-orang Singapura terkejut melihat kabar itu, dan para karyawan perusahaan Xavier tidak bisa berkata-kata lagi, mereka sangat mengenal nama yang tertera di televisi.
Kini, perusahaan Xavier tampak gaduh, tapi di samping itu mereka cukup senang karena orang yang mereka ketahui telah meninggal ternyata menjadi menantu pewaris tunggal orang terkaya kedua.
Xura pun tidak lupa untuk mengundang Yvon serta ibunya untuk datang ke Inggris.
Sedangkan keluarga Vermilion yang tengah berkumpul di mansion Alister cukup terkejut mendengar kabar itu, mereka tidak mendapat undangan dan hanya bisa menatap dari layar saja.
"Dia benar-benar tidak ingin bertemu dengan kita," gumam Quirin sambil menatap layar lebar itu.
"Tidak apa-apa, bagaimanapun juga keluarga kita sudah terlalu banyak menyakitinya, kita doakan saja kehidupannya akan selalu bahagia" ucap Jay.
Feryun yang baru saja tiba di inggris terkejut mendengar kabar itu, lalu ia mencoba menghubungi Jay.
Panggilan itu tersambung, dan Jay langsung bertanya ke inti pembicaraan, "Apa papa mendengar kabar itu?," tanya Feryun.
"Kami mengetahuinya, datanglah ke mansion Alister, kami semua telah berkumpul disini" jawab Jay dari ujung sana.
Feryun langsung bergegas pergi ke mansion Alister, sampai di sana ia melihat keluarganya tengah tertunduk lesu di depan layar lebar.
"Apa kalian tidak di undang olehnya?" tanya Feryun
Quirin menggelengkan kepalanya, ia cukup merasa bersalah, bahkan ia belum meminta maaf pada Xura.
Feryun menghembuskan nafasnya dengan pelan, "Doakan saja dia bahagia, dan kau fokuslah pada kebahagiaanmu," ucap Feryun sambil mendekati Quirin dan mengusap kepalanya.
Keesokan harinya, seluruh dunia di sibukkan untuk datang ke pesta pernikahan Zee dan Xura. Bahkan mereka berbondong-bondong memberi cuti pada karyawan mereka.
Pesta itu adalah pesta termegah yang pernah ada di dunia, seluruh orang yang berasal dari penjuru dunia datang dengan membawa berbagai kado.
Sedangkan keluarga Vermilion hanya menonton dan berdoa, "Walau kau tidak ingin melihat wajah kami, yang jelas aku sangat berterimakasih padamu sekaligus ingin meminta maaf padamu, dan aku berharap semoga kau bahagia dengan pendampingmu, dan aku bahagia dengan pendampingku," batin Quirin sambil menutup matanya dan membukanya kembali.
Tiga buah helikopter kini terbang dengan beriringan diatas mansion dan mereka membentang spanduk yang bertuliskan.
-SELAMAT BERBAHAGIA-
ZEPHYR FARESTA OPHELIA
DAN
VIXURA AURISTELLA XAVIER
-TAMAT-
Pertama-tama author ingin mengucapkan terimakasih sudah mengikuti cerita ini sampai Akhir 🙏 karena kalian juga author bisa melanjutkan cerita yang sangat luar biasa ini, author juga selalu membaca komenan kalian, terimakasih sudah memberikan kritik dan sebagainya🙏
__ADS_1
❤️ salam cinta dari author ❤️