
"Kau!" teriak Quirin
"Kakak!" teriak Jay dan Amber
"Arcy!" teriak Andrea
"Bibi!" teriak Feryun
Mereka sungguh sangat terkejut, orang yang sudah lama mati kini bisa muncul di hadapan mereka.
"Ibu, sudah waktunya kau berhenti, kau tidak bisa membuat orang lain menderita, aku menukar jiwa dia dengan anakku agar aku bisa menghentikan perbuatan mu. Jika dia dengan tubuh aslinya dan menikah dengan Feryun, maka dia akan menjadi boneka mu seperti yang pernah kau lakukan dulu padaku dan juga Jay"
"Kau sudah berada di puncak ibu, kau tidak perlu memaksakan kehendak mu pada mereka. Tanpa kau sadari, seluruh keluarga inti tidak ada yang menyukai mu, termasuk ayah"
"Kau mengendalikan ayah seperti boneka, dia yang seharusnya menjadi kepala keluarga jadi tidak bisa berbuat apapun hanya karena istrinya yang serakah"
__ADS_1
"Padahal, tanpa kau meminta, kami semua bisa mewujudkan niat mu itu. Setelah aku keluar dari rumah, aku mencoba menggunakan hobiku yaitu melukis. Apa kau tau ibu?, lukisan yang ada di rumah mu semuanya adalah lukisan ku, aku menaruh tanda tangan F.V di setiap lukisan itu. Aku tidak menduga bahwa lukisan pertamaku yang dilelang ternyata di beli oleh ibuku sendiri dengan harga yang fantastis ... "
"Dengan berbekal uang yang diterima di lelang, Aku pun pergi ke Inggris dan memulai hidup baru di sana, aku membeli sebuah cafe dan galeri untuk memajang lukisan orang-orang ternama. Di inggris, aku bertemu Grizo dan aku memilih menikah dengannya tanpa memberitahunya bahwa aku adalah keturunan Vermilion ... "
Semua orang tampak terkejut, mereka tidak menduga bahwa orang bertopeng yang terkenal dengan lukisannya itu adalah Farcy Vermilion.
"Aku tidak menyangka bahwa aku mati karena di racuni oleh Calis. Tapi sebelum aku mati, aku meninggalkan semua petunjuk untuk berjaga-jaga. Ternyata apa yang ku harapkan ternyata salah, Anak ku di siksa dengan tidak manusiawi hingga dirinya dewasa serta mencoba melakukan bunuh diri, aku yang masih gentayangan mencoba menghentikan Quirin, tapi aku tidak bisa mencegahnya ... "
"Aku melawan hukum takdir dengan melihat takdir yang berikatan dengan keluarga ku dan aku melihat Xura mati di bunuh oleh Cassi, aku pun tidak tinggal diam dan aku langsung menukar jiwa Xura dengan Quirin agar Xura bisa membalaskan dendam anakku serta melepaskan takdirnya yang akan segera menjadi boneka mu"
"Hei!, Apa kau pikir aku memaafkan mu begitu saja?, kau dengan seenaknya menukar jiwaku dengan anak mu lalu kau membuatku membunuh banyak orang dengan tangan ini. Bukankah kau sama saja dengan ibumu?, dengan kata lain kau juga telah menggunakan ku sebagai boneka balas denda mu itu" ucap Quirin sambil menatap Arcy dengan tajam.
Arcy tampak terkejut, ia tidak bisa berkata-kata, tanpa di sadari ternyata dirinya sangat mirip dengan Andrea. Namun Arcy melakukan itu karena ia ingin menjauhkan Xura dari takdir buruknya itu.
"Aku tidak bermaksud melakukan itu, aku hanya tidak ingin kau menjadi boneka ibuku" bantah Arcy dengan gelagapan.
__ADS_1
Quirin yang mendengar itu mengerutkan dahinya lalu tertawa keras "Haha ... Lucu sekali, aku membalas dendam anakmu, lalu apa yang telah di lakukan anak mu pada musuh ku?, Tidak ada, dia bahkan tidak melakukan apapun, yang dia lakukan hanya terbaring di rumah sakit dan mengeluh pada pada tuan muda volker. Aku bahkan melawan musuhku sendiri tanpa ikut campur tangan anak mu. Apa kau pikir itu sebanding dengan apa yang sudah ku lakukan untuknya?" tanya Quirin dengan berhenti tertawa dan menatap Arcy dengan tajam.
Arcy tampak terdiam sambil menatap Quirin, ia tidak tau harus berkata apa untuk menenangkan Quirin.
"Kau sungguh egois, kau mendorong anak orang lain untuk membunuh musuh anakmu tapi kau membiarkan anakmu hidup dengan kemewahan dengan hartaku dan juga harta tuan volker, bukankah kau benar-benar keterlaluan?" ucap Quirin dengan menatap Arcy dengan mata memerah.
"Bu-bukan seperti itu" bantah Arcy.
Quirin yang mendengar bantahan itu semakin mengeram marah "Lalu apa?!, kau pikir karena ibuku telah tiada lalu kau bisa seenaknya menjadikan ku sebagai boneka?, aku tau bahwa kau bahkan tidak membiarkan anakmu membalaskan dendam nya pada musuhku!" teriak Quirin dengan air mata mengalir.
Mata Arcy tampak memerah, cairan bening keluar dari pelupuk matanya, ia tidak menyangka niatnya itu mudah terbaca oleh Quirin.
Selama ini, Arcy memantau anaknya, ia tidak ingin Quirin asli membunuh orang lain, termasuk musuh Xura, jadi ia sengaja membuat anaknya ditabrak oleh Cassi agar Xura membalaskan dendamnya sendiri dengan apa yang sudah dilakukan Cassi pada Quirin asli.
Bersambung ...
__ADS_1