Another Person Life

Another Person Life
Perjanjian Kontrak


__ADS_3

Yuki segera memberikan kontrak yang sedari tadi ia pegang pada Quirin


Isi kontrak.




Pihak 2 hanya perlu mematuhi semua hal yang diperintahkan oleh pihak 1 dan tidak diperbolehkan membantah.




Pihak 2 harus tinggal di mansion pihak 1 selama kontrak berlaku.




Pihak 2 diharuskan bekerja di perusahaan pihak 1 selama kontrak berlaku.




Pihak 2 wajib bekerja dengan jujur dan setia.




Pihak 2 dilarang bertanya mengenai kehidupan pribadi dan mencampuri urusan pihak 1. hanya pihak 1 yang bisa melakukannya.




Pihak 2 dilarang memutuskan kontrak, karena hanya pihak 1 yang berhak memutuskan kontrak.




Jika melanggar 1 poin di atas, maka hutang akan dikenakan denda sebesar 500 pound sterling. Jika melanggar 2 poin, maka denda dilipatgandakan.




Quirin yang membaca itu langsung membelalakkan mata dan tercengang "Apa-apaan ini? saya tidak setuju!" ucap Quirin kesal


Yuki menghela nafas panjang "Maaf nona, tapi nona harus memberikan persetujuan dan segera menandatangani kontrak" ucap Yuki dengan suara lembut


Quirin melihat kearah Yuki dengan membulatkan matanya "Tidak bisa, kenapa semua yang tertulis di kontrak ini hanya menguntungkan sebelah pihak saja?" tanya Quirin kesal


Yuki sedikit merinding melihat tatapan mata Quirin "Itu karena semua isi kontrak dibuat sendiri oleh tuan muda Zee" jawab Yuki memberanikan diri


"Biarkan aku menambahkan beberapa isi kontrak!" tegas Quirin


"Maaf, tapi nona dilarang menambah isi kontrak tanpa persetujuan tuan Zee" ujar Yuki sambil tersenyum


"Apa?, kalau begitu aku tidak akan menandatanganinya!" teriak Quirin keras karena kesal sambil melempar perjanjian itu di atas kakinya


Yuki sedikit kesal karena Quirin tidak mau menadatangani perjanjian kontraknya "Gadis ini sangat mirip dengan tuan muda Zee, mereka sama-sama keras kepala, bagaimana cara ku agar bisa membujuknya?" batin Yuki sambil berpikir


Yuki memikirkan ide agar Quirin mau menandatangani itu"Apa nona mau dijebloskan ke penjara?" tanya Yuki sambil tersenyum.


Quirin terkejut mendengar ucapan Yuki, ia tidak menyangka Yuki akan mengancamnya dengan cara itu "Apa?, kalau aku dijebloskan ke penjara, kira-kira berapa tahun aku bisa keluar?, sepertinya tidak ada pilihan lain" batin Quirin

__ADS_1


Karena tidak mempunyai pilihan, Quirin langsung menyetujuinya "Baiklah" ucap Quirin patuh sambil mengambil surat itu dan menandatangani kontrak.


Yuki tersenyum tipis, akhirnya usaha membujuk Quirin tidak sia-sia "Harusnya dari tadi, dasar kepala batu, rahang ku terasa sakit karena menahan senyum palsu ini" batin Yuki kesal


Quirin mengembalikan kontrak yang sudah ditandatangani kepada Yuki "Saya permisi dulu nona" ucap Yuki sambil tersenyum


Quirin tidak menghiraukannya lagi, Yuki pun langsung keluar ruangan


"Huft, akhirnya selesai... Tuhan, aku tidak ingin berurusan dengannya lagi, itu sangat melelahkan" batin Yuki sambil memijat rahangnya


Merasa dirinya diperhatikan oleh ke 4 bodyguard, Yuki kembali tersenyum


"Ahhh, dia mulai lagi, senyum palsu itu sangat menjengkelkan" ucap Gavin


Ketiga temannya mengangguk tanda setuju


Di dalam ruangan, Quirin hanya bisa merenungi nasibnya saja.


Xia yang saat itu pergi ke kantin rumah sakit untuk membeli makanan dengan cepat memesan makanan, ia melihat dari kejauhan bahwa Yuki sudah meninggalkan ruangan Quirin.


Setelah pesanan selesai, Xia pun langsung membayar makanan dan bergegas menuju ruangan Quirin, ia masuk diikuti oleh Vano


Xia melihat Vano dengan tatapan kesal "Kenapa kau ikutan masuk?, sana tunggu diluar bersama ke 3 temanmu itu"


"Kau bukan boss ku" ucap Vano datar


"Kau ini selalu saja... huh!" ucap Xia


Xia mengalihkan matanya kearah Quirin


"Apa yang membuat pengacara terkenal datang ke tempatmu secara langsung?" tanya Xia


"Tidak ada" jawab Quirin malas


"Ah.. kau berbohong, dia itu pengacara ternama, bagaimana bisa menemui orang biasa seperti kita?" tanya Xia penasaran


Deg


Quirin yang mendengar Xia langsung menjawab "hufttt....Aku punya janji dengannya, sudahlah kau jangan memikirkan itu" ucap Quirin


"Dia tidak menindasmu kan?" ucap Xia


"Tidak" jawab Quirin datar


"Oiya aku lupa menanyakan 1 hal, bagaimana kau bisa berada di rumah sakit sebesar ini?" tanya Xia


"Entahlah, aku hanya beruntung bertemu orang baik yang mau menolongku" ucap Quirin


Beberapa jam yang lalu setelah Zee meninggalkan rumah sakit, tiba-tiba ia ingin kembali kerumah sakit mengingat kondisi Quirin yang belum pulih


Tanpa Zee sadari, ia terus memikirkan keadaan Quirin


Di ruang meeting, seorang karyawan yang sedang menjelaskan laporan melihat ke arah Zee yang sedang melamun


Saat ia ingin menegur boss nya, tiba-tiba bunyi ponsel terdengar, hal itu membuyarkan lamunan Zee


"Drrtt, drrtttt" suara deringan ponsel


Zee mengedarkan pandangannya "Ponsel siapa yang terus berdering?" tanya Zee dingin sambil melihat sekeliling


Ruangan meeting hening seketika.


Xeno sangat heran, bisa-bisanya Zee melupakan nada dering ponselnya sendiri "Bukankah itu bunyi ponsel tuan muda?" tanya Xeno yang menahan tawa


Zee yang merasa di tatap oleh semua orang saat itu, berdehem "Ekhem" sambil meraih ponselnya


Tertera nama Yuki


"Tuan muda, nona sudah menandatangani kontraknya" ucap yuki

__ADS_1


"Bagus, aku akan menaikkan gaji mu" sahut Zee


"Terimakasih tuan muda" ucap Yuki


Zee yang baru menutup ponsel, langsung tersenyum, para karyawan di ruang meeting yang melihat bos mereka hanya bisa terpesona


Mereka bertanya-tanya siapa yang membuat bos mereka tersenyum.


Ketika meeting telah selesai, Zee dan Xeno pergi ke cafe untuk bersantai sesaat, Xeno tiba-tiba memukul pundak Zee, ia menunjuk ke arah TV yang menyiarkan sebuah berita tentang seorang gadis yang bunuh diri di proyeknya


"Bagaimana informasi itu bisa bocor? Cari pelakunya dalam 10 menit" ucap Zee dingin


#Flashback on


Saat berjalan-jalan mengecek proyek bangunan miliknya, Zee berpisah dengan Xeno untuk mengecek bagian kanan dan kiri bangunan.


Tiba-tiba Zee melihat air yang berwarna merah mengalir kearah kakinya dan menggenang


Melihat hal itu, Zee merasa ada yang aneh, karena warna air sangat kental, ia berlari mengikuti aliran air.


Para karyawan yang melihat bos mereka tiba-tiba berlari juga ikutan berlari, sambil terheran-heran karena saat itu mereka belum masuk ke tahap pengecatan


Sesampainya di satu titik yang terdapat genangan juga, Zee terkejut karena melihat ada seorang gadis yang sekujur tubuhnya telah berlumuran darah, para karyawan pun berkumpul sambil menutup hidung


"Xeno, cepat kemari" ucap Zee panik


Xeno yang merasa dipanggil langsung berlari mendekat "Ada apa ini ramai-ramai?" ucap Xeno sambil membuka jalan


"Jangan tanya apapun, cepat panggil ambulance" ucap Zee berteriak


Xeno bergegas menghubungi ambulance, ketika ambulance sampai di lokasi kejadian mereka dan para karyawan mengangkat tubuh gadis itu perlahan-lahan keatas brankar, karena sudah di pastikan tulangnya patah, Mereka berdua langsung membawanya kerumah sakit dan dimasukkan ke IGD


Pakaian yang dikenakan oleh Zee saat itu dipenuhi oleh darah gadis itu, ia memerintahkan Xeno untuk mengambil beberapa pakaiannya di apartemennya.


"Xeno, ambilkan bajuku, aku ingin segera mandi" ucap Zee sambil melihat bajunya


Xeno melihat kearah Zee yang penuh dengan noda darah "Baiklah, apa kau butuh sesuatu lagi?" tanya Xeno


"Aku kelaparan" ujar Zee singkat sambil duduk di kursi


"Terus?" ucap Xeno jahil


Zee melirik tajam kearah Xeno"Jangan tunjukkan wajahmu lagi, deal?" ucap Zee datar


Xeno langsung tersentak lalu mengucapkan perkataan yang masih didengar oleh Zee "Tuhan, kapan penderitaan ku berakhir?" keluh Xeno pelan


"Setelah kau ku kirim ke antartika" jawab Zee


Xeno membulatkan matanya dengan sempurna "Apa kau ingin aku terkena hipotermia dan mati perlahan?, dasar manusia berhati dingin" ujar Xeno


"Kalau itu yang kau pikirkan, boleh juga" ucap Zee sambil tersenyum smirk


"Hah, sudahlah, aku pergi sekarang" Ucap Xeno sambil pergi menuju apartemen.


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2