
Quirin beranjak dari sana, ia bergegas mencari baju di lemari yang sama dan melihat baju mahal itu "Sudahlah, aku malas memikirkan semua itu, aku memilih baju yang lain saja" gumam Quirin sambil mencari baju yang cocok
Quirin memilih baju dress selutut yang sederhana, lalu keluar dari kamar, wajah yang tadinya tersenyum kini dengan cepat berubah menjadi datar
Ia berjalan santai namun tidak menemukan siapapun, Quirin berjalan kearah dapur dari kejauhan ia mendengar suara gelak tawa, saat berjalan lebih dekat Quirin melihat keluarga itu tertawa layaknya keluarga sempurna
"Sungguh menggelikan, mereka lebih menyayangi anak tukang kebun daripada pemilik tubuh ini,
bahkan tidak mengganggap diriku ada, inikah yang dikatakan keluarga?" batin Quirin menatap mereka dengan dingin
Quirin menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan, ia mengabaikan mereka dan menarik kursi serta mendudukinya
Semua orang yang masih fokus bercerita tersentak kaget mendengar suara tarikan kursi, mata semua orang langsung melihat kearah Quirin.
Lura yang melihat semua itu memiliki ide licik "Kakak, sapa lah nenek terlebih dahulu lalu kakak bisa duduk" ucap Lura lembut sambil tersenyum pada Quirin
Quirin melirik kearah Lura "Apa itu penting?" tanya Quirin dengan datar
"Apa kakak tidak tau?, jika sebelum makan kita harus menyapa yang tertua" ucap Lura sedikit terkejut
Quirin memutar bola matanya malas "Haa .... selama ini adakah peraturan seperti itu?, sepertinya tidak" gumam Quirin sambil mengambil makanannya
Lura semakin bersemangat ingin membuat Quirin kehilangan muka, karena Quirin tidak melakukan kebiasaan yang sering mereka lakukan saat ada nenek dirumah mereka "Kakak, kita juga harus mengambil makanan untuk nenek terlebih dahulu" ucap Lura lagi memperingati Quirin
Quirin terlihat sangat kesal, ia sungguh lapar kerena dirinya semalaman belum makan, sekarang ia harus mendengarkan ucapan sang adik yang selalu menyudutkannya.
"Apa kau tidak bisa diam?" tanya Quirin sambil menatap tajam kearah Lura dengan mengeluarkan sedikit aura dinginnya
Lura masih tersenyum manis, tapi kini saat dirinya ditatap begitu tajam membuat nyalinya langsung menciut serta tubuhnya sedikit bergetar karena merasakan aura yang dikeluarkan oleh Quirin
Calis menggeretakkan giginya karena melihat Lura ketakutan, ia harus menetralkan emosinya karena disekitar mereka ada Grizo dan juga nenek "jangan marah seperti itu, adikmu hanya memberitahumu, jika kamu tidak terima maka abaikan saja ucapannya" ucap Calis lembut sambil mengelus lengan Lura
Quirin yang menatap tajam aliran kini beralih menatap Calis "jika kau membuka mulutmu lagi, maka gelas ini akan mendarat tepat di wajahmu" ucap Quirin sambil melihat kearah Calis
Calis begitu terkejut, bagaimana bisa Quirin mengancamnya dihadapan sang ayah dan juga neneknya.
"Dia sangat berani" batin Calis
__ADS_1
Grizo sedaritadi mendengar perdebatan mereka, tapi kali ini ucapan Quirin membuatnya terkejut "Lancang!, apa begitu caramu berbicara pada ibu?" tanya Grizo dengan menatap Quirin dengan tajam serta wajah yang memerah
Quirin terlihat jengah mendengar semua drama yang dilakukan ibu dan anak didepannya.
"Mereka selalu saja menggangguku, lihat saja, mulai dari sekarang aku akan berfokus meneror kalian berdua" batin Quirin kes
Quirin mengabaikan ucapan sang ayah "Jangan terlalu ikut campur ayah, sekarang aku tidak ingin berdebat dengan kalian semua, jadi hentikan sampai sini, anggap saja aku tidak ada" ucap Quirin sambil menaruh roti diatas piring
Sedangkan sang nenek hanya mendengarkan tanpa ikut berbicara, tapi setelah mendengar ucapan itu membuatnya terlihat geram "Sungguh memalukan mempunyai putri sepertimu" ucap sang nenek sambil menatap Quirin
Quirin yang ingin memulai melahap makanannya kini langsung terhenti, matanya kini melihat kearah sang nenek "Nenek, aku sedang tidak berbaik hati, jangan sampai aku membongkar sesuatu yang bisa membuatmu mati karena serangan jantung" ucap Quirin dengan menatap tajam
Grizo melihat kearah Quirin yang ada disampingnya, ia tidak bisa mentolerir ucapan sang anak lagi "Quirin!, jaga ucapanmu pada nenek!" tanya Grizo marah
Calis dan Lura tersenyum senang melihat drama didepan mereka, keduanya mulai melihat sang nenek
Sang nenek begitu terkejut hingga membuat nafasnya tersengal-sengal "Apa yang dia katakan?" batin sang nenek
"Ibu!" ucap Calis sambil berdiri dan menghampiri sang ibu, begitu juga Lura,
"Nenek!" ucap Lura sambil mengikuti Calis
"Tidak apa-apa, kalian kembali saja ketempat duduk" ucap sang nenek sambil mengatur nafasnya
Quirin tersenyum senang melihat sang nenek kelihatan begitu susah bernafas, serta melihat kepanikan keluarga kecil itu "Ada apa?, apa kau sekarang takut nenek?" ucap Quirin dengan tersenyum smirk
Calis menatap Quirin dengan tajam "Anak bodoh ini tidak mungkin mengetahuinya, kejadian itu sudah sangat lama terjadi" batin Calis
"Ada apa dengan dia, bagaimana berubah sangat drastis seperti itu" batin Lura sambil melihat kearah Quirin
Sedangkan Grizo bernafas lega mendengar ucapan sang ibu, namun dirinya sedikit penasaran dengan ucapan Quirin "Apa yang kalian bicarakan?, ibu!?, sebenarnya ada apa ini?" tanya Grizo pada sang ibu
"Tidak ada apa-apa, kembalilah kekursi kalian" ucap sang nenek sambil memerintah ketiganya untuk duduk kembali, ia mengabaikan pertanyaan dari Grizo
Grizo terlihat binggung, tapi dirinya tetap menuruti perintah sang ibu, ketiganya kembali kekursi masing-masing
"Haha ... sangat lucu ketika wajah keriput itu terlihat bingung menjawab pertanyaan ayah" batin Quirin tersenyum
__ADS_1
Calis mulai mengambilkan makanan semua orang, tapi tidak dengan Quirin karena dirinya mengambil makanan itu sendiri
Sang nenek mulai melihat kearah Quirin, ia menatap Quirin dengan tajam sebagai memperingati Quirin, sama halnya dengan calis, ia juga menatap Quirin dengan tajam, akan tetapi Quirin malah menatap mereka sambil tersenyum manis
"Mereka pikir aku akan takut?, tatapan itu tidak ada apa-apanya bagiku" batin Quirin
"Oh ayah, apa aku harus memberitahumu?, bahwa nenek sudah mem ... " ucapan Quirin terpotong begitu saja oleh sang nenek
Grizo melihat kearah Quirin "Tidak apa-apa, kita mulai saja sarapannya" ucap Nenek sedikit berkeringat dingin, lalu memulai melahap makanannya
"Benar, tidak jadi ayah" ucap Quirin tersenyum sambil melahap makanannya yang sempat terhenti
"Yasudah, habiskan makananmu" ucap Grizo sambil melahap makanannya
Grizo terlihat tidak memperdulikan semua ucapan mereka, akan tetapi fikirannya menangkap semua yang telah terjadi
"Habislah aku, sepertinya dia sudah mengetahui semuanya" batin sang nenek sedikit bergetar ketakutan
Sang nenek masih melihat kearah Quirin, ia terkejut karena membaca pergerakan mulut Quirin.
"Jangan macam-macam!, aku bisa membongkar semuanya kapanpun aku mau!" ucap Quirin dengan tidak bersuara sambil melihat kearah sang nenek
Calis melihat semua yang dilakukan oleh Quirin "Dia terlihat seperti orang lain" batin Calis
Bersambung ...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏