Another Person Life

Another Person Life
Berbisik


__ADS_3

Note : Di sini sudah memanggil nama masing-masing ya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Siapa namamu nak?" tanya Leva dengan sopan.


"Bibi bisa memanggilku Xura" jawab Xura dengan sopan juga.


Lalu saat Xura melangkah untuk mendekati Zee dan Leva, tiba-tiba saja terdengar suara yang begitu lantang.


"Jangan mendekati mereka" teriak seseorang dengan keras.


Sontak saja, ketiga orang itu menoleh kebelakang dan melihat Gilma dengan wajah yang sudah memerah.


Xura menatap Gilma dengan santai, lalu ia pun bertanya dengan satu kata "Kau?"


Zee sedikit mulai panik ketika melihat keduanya telah bertemu.


"Perkenalkan, dia Gilma, Adik dari temanku" ucap Zee dengan tegas sambil memperjelas siapa Gilma.


"Dan Gilma, dia adalah Xura, .... pacar dari Vano" ucap Zee yang sedikit demi sedikit menurunkan nada bicaranya.


Xura yang mendengar perkataan Zee langsung menoleh kebelakang, ia melihat Zee tampak sedikit kebingungan.

__ADS_1


Lalu, Leva merasa aneh ketika melihat raut wajah sang anak "kenapa wajahnya terlihat tampak sedih?, apa jangan-jangan ... " batin Leva sambil melirik kearah Xura.


Leva juga bisa melihat wajah Xura yang Awalnya terlihat lembut, seketika saja berubah menjadi dingin.


Sedangkan wajah Gilma yang awalnya memerah marah, kini berubah menjadi cerah sambil tersenyum.


Gilma melihat Xura dari ujung mata sampai ujung kaki, ia melihat pakaian yang di kenakan Xura sedikit berantakan "Kau sangat cocok dengan kak Vano, lihat saja, pakaian itu tampak lusuh seperti dirinya, jadi kalian pasti menjadi pacar idaman semua orang" ucap Gilma sambil tersenyum.


Xura yang masih berwajah dingin, kini menoleh kearah Gilma dan mengernyitkan dahinya, sedangkan Gilma terkejut ketika melihat tatapan Xura yang begitu membuatnya takut.


"Lusuh?, sepertinya aku harus memperkenalkan diriku dengan resmi, aku adalah pacar Vano, namaku Vixura Auristella Xavier sekaligus pemilik perusahaan Xavier dan Sterfolia" ucap Xura yang memperkenalkan dirinya dengan lantang.


Gilma begitu terkejut ketika Xura memperkenalkan dirinya, identitas wanita di depannya sungguh sangat luar biasa, jik di bandingkan dengannya maka semua itu bukanlah apa-apa bagi Xura.


Gilma tampak terdiam kaku, ia terlihat gemetar ketukan hanya karena mendengar identitas Xura.


"Ah ... dan satu lagi, Aku adalah Hacker nomor satu di dunia, jadi aku harap kau harus hati-hati ketika mengeluarkan kata-kata dari mulut mu itu, kita baru pertama kali bertemu tapi kau dengan mudah mengkritik ku hanya karena kau melihat pakaian yang aku kenakan. Lagi pula aku yakin bahwa kau hanya orang miskin yang hidup dalam kepura-puraan" ucap Xura dengan nada dingin.


"Xura!" Zee yang mendengar itu merasa Xura sangatlah kelewatan.


Mendengar Xura di bentak oleh Zee, Gilma yang tadinya merasa sangat ketakutan kini tengah tersenyum tipis, dan seseorang melihat bagaimana Gilma tersenyum.


Xura memutar tubuhnya dan melihat Zee dengan tajam "Siapa kau sehingga sangat berani meninggikan suaramu ketika memanggil namaku?" tanya Xura dengan dingin.

__ADS_1


Zee tampak terdiam, ia tidak menyangka bahwa Xura bisa memperkenalkan dirinya sendiri sebagai pacar Vano dengan sangat mudah, dan sekarang tatapannya juga ikut berubah.


"Aku peringatkan kalian!, jangan pernah meninggikan suara kalian ketika memanggil namaku, jika tidak, maka kalian tidak akan sanggup menerima hukuman yang aku berikan" ucap Xura dengan melebarkan matanya dengan sempurna.


Gilma melihat Zee terdiam, ia tidak menyangka bahwa Zee yang sangat di banggakannya justru terdiam seperti patung di hadapan Xura.


Gilma merasa tidak terima dengan perkataan Xura "Kau sangat lancang mengancam pemilik mansion, jika kau tidak menyukainya maka kau bisa keluar dari mansion ini" ucap Gilma dengan marah.


Xura mengernyitkan dahinya lalu tiba-tiba saja ia tertawa dengan keras "Haha ... itu sangat lucu, pacarku saja berada disini, lalu kenapa aku harus pergi?, lagipula aku memiliki harta yang tak terbatas, harta keluarga besar Ophelia sang pria yang ada di hadapan mu ini bahkan tidak sebanding dengan harta kekayaan ku" ucap Xura di sela tawanya.


Lalu tiba-tiba saja seseorang menghampiri mereka dan melewati Gilma begitu saja , "Xura?, kenapa kau berada disini?" tanya seseorang.


Xura mengentikan tawanya dan.melihat kearah orang itu, "Oh sayang, mereka sangat lucu, wanita ini bahkan mengusirku keluar dari sini, padahal dia hanya orang miskin yang menumpang hidup pada orang kaya, tapi dia justru dengan berani mengatakan hal yang sangat menjijikkan itu padaku" ucap Xura sambil melangkahkan kakinya mendekati orang itu.


Wajah Zee tampak sangat marah, ia menatap orang itu dengan tajam "Vano!" geram Zee sambil menyebutkan nama itu dengan keras.


"Ada apa tuan?, kenapa kau melakukan itu pada pacarku, aku bekerja padamu karena aku ingin, tapi kau tidak bisa memperlakukan pacarku dengan rendah seperti ini, lagi pula kau sudah mengetahui identitas pacarku, setidaknya kau harus melarang wanita ini mengeluarkan kata-kata busuknya dari pacarku" ucap Vano dengan dingin allu dirinya menatap Gilma dengan tajam.


Gilma tampak semakin ketakutan, ia kini menunduk dengan air mata yang tengah menggenang di pelupuk mata.


Leva yang melihat itu sedikit mengerti situasi mereka, bahkan sekarang Gilma menyadari bahwa anaknya sangat menyukai Xura.


"Sudahlah sayang, jangan hiraukan mereka, lagipula aku bisa membeli Mension ampun yang aku suka" ucap Xura sambil mendekati Vano dan menggenggam tangan pria itu dengan sangat kuat.

__ADS_1


Lalu saat Xura melewati Gilma, Xura berbisik dengan pelan di telinganya, Sedangkan Gilma langsung jatuh terduduk dengan tubuh yang gemetar hebat.


Bersambung ...


__ADS_2