Another Person Life

Another Person Life
Bersiaplah Untuk Hancur


__ADS_3

Vano hanya mengikuti Quirin, wajah yang ditampilkan oleh Vano tampak sangat antusias ketika mendengar akan menghancurkan Clamy.


Saat Quirin dan Vano ingin melewati para penjaga, ternyata langkah mereka langsung di hentikan.


"Maaf tuan dan nona, kami diperintahkan untuk tidak membiarkan siapapun masuk" ucap penjaga yang sedang berjaga.


"Bagaimana bisa seperti itu?, aku dan dia adalah teman dari nona Clamy, kami terkejut ketika melihat berita yang ada di media, karena merasa khawatir jadi kami memutuskan untuk langsung datang ke lokasi pemotretan" ucap Quirin sambil menunjuk Vano dan dengan menggunakan nada sedih.


Vano tercengang melihat ekspresi Quirin yang sangat gampang berubah "nona sangat pandai berakting, seharusnya dia sudah mendapat banyak piala Oscar untuk aktingnya itu" batin Vano


Para penjaga itu berpikir sejenak, lalu mereka menatap Quirin dan Vano dari ujung kepala sampai ujung kaki, setelah tidak mendapat kecurigaan, para penjaga mempersilahkan keduanya untuk masuk.


Keduanya berjalan masuk kedalam "Vano, untuk sekarang cukup hanya aku saja yang bergerak" ucap Quirin tanpa menoleh kebelakang.


Vano mengangguk sambil mengikuti langkah Quirin dari belakang.


Quirin yang tidak tau keberadaan Clamy berusaha mencoba untuk bertanya pada staf.


Para staf langsung memberikan lokasi pemotretan Clamy. Saat Quirin mencarinya Clamy sudah tidak berada disana, ternyata para staf yang lain menunjukkan kamar pribadi Clamy.


Saat Quirin memasuki kamar itu, ia melihat Clamy sedang menangis sambil memeluk kedua lutut.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Quirin berjalan perlahan


Clamy terkejut dan ia pun mendongakkan wajahnya "bagaimana bisa kalian bisa berada disini?" tanya Clamy.


"Aku melihat berita mu sudah beredar dan aku mendengar kau sedang berada di lokasi pemotretan jadi aku berpikir untuk melihat keadaanmu" ucap Quirin.


Saat ponsel miliknya berdering wajah Clamy tampak ketakutan, namun Clamy membiarkannya saja. Quirin yang melihat gerak-gerik itu merasa curiga.


"Hei, jangan takut, aku disini untuk melindungimu" ucap Quirin sambil menepuk pelan pundak Clamy


"Lalu bersiaplah untuk hancur" batin Quirin


Vano melihat kearah Quirin, ia terlihat sangat binggung karena Quirin selalu mengubah kata yang baru saja dia katakan sendiri "bukankah nona mengajakku untuk memberi pelajaran pada Clamy?, lalu mengapa nona mengatakan yang sebaliknya?"

__ADS_1


Quirin merasa Vano tengah menatapnya, ia pun menoleh lalu mengedipkan satu mata.


Vano yang melihat itu hanya bisa membuah wajahnya ke sembarang arah, ia masih menginginkan kehidupan normal tanpa harus berurusan dengan Zee.


Quirin juga mengerti jika Vano tidak bisa memainkan peran, karena mereka dilatih untuk langsung membunuh tanpa harus bermain dengan lama.


"Sudahlah kau tenang saja, mereka tidak akan bisa menyentuhmu, karena aku akan memberimu ruang privasi untuk menenangkan diri. Kau bukan orang yang seperti itu, aku benar-benar percaya padamu" ucap Quirin sambil menepuk pundak Clamy beberapa kali.


Vano yang mengerti arti dari perkataan itu kembali tersenyum tipis.


Tanpa Quirin ketahui, wajah Clamy tampak semakin pucat.


#Flashback On


Saat sedang melakukan pemotretan, ponsel Clamy terus menerus berdering, sang pemilik ponsel mengabaikan panggilan itu karena dirinya sedang sangat fokus.


Tiba-tiba sang asisten yang sedang melihat-lihat kini mendapat panggilan dari atasan.


Setelah selesai menerima panggilan itu, sang asisten langsung memerintahkan para staff untuk menghentikan pemotretan.


"Aku tidak tau, atasan baru saja menghubungiku untuk menghentikan pemotretan ini" ucap sang asisten merasa ketakutan.


Clamy menghela nafas lalu mengangguk, ia pun mengambil ponselnya dan melihat nomor yang tidak di kenal "ini nomor pribadiku, tidak mungkin orang luar mengetahuinya, tapi bisa saja para pria itu mengganti nomor mereka " gumam Clamy.


Meskipun begitu, Clamy mencoba berpikir jernih, ia pun dengan berat hati mengangkat panggilan itu lalu ketika ponsel itu berada di tepat di telinga, Clamy tersentak kaget lalu melempar ponselnya.


Semua staff yang ada disana langsung menatap kearah Clamy "ada apa?" tanya sang asisten.


Sang asisten pun langsung melihat kearah ponsel Clamy, ia mengambil ponsel itu diatas lantai lalu melihat nomor yang tidak kenal.


Sang asisten yang cukup penasaran langsung menatap kearah Clamy, ia yang tidak ingin terlibat dengan apapun langsung mencoba membesarkan volume ponsel Clamy.


"Dasar wanita ja*lang!, aku sudah melihat beritamu diinternet, ternyata kau yang sudah menggoda suamiku!, pantas saja kau bisa berada diposisi sekarang karena kau mendapat sponsor dari suamiku dan pria lainnya!, tunggu saja!, aku akan datang ke tempatmu lalu merobek kulit wajahmu itu!" teriak seseorang yang berada di seberang.


Semua orang menatap Clamy dengan tidak percaya, mereka langsung melihat ponsel masing-masing dan betapa terkejutnya orang-orang yang ada di ruangan itu .

__ADS_1


Setelah semua orang melihat berita di internet mereka benar-benar sangat marah "pantas saja kariernya melambung tinggi, semua pria ini memiliki kekuasaan yang besar"


"Aku benar-benar menyesal menjadi penggemarnya"


Clamy yang merasa ketakutan mengambil ponselnya dari tangan sang asisten lalu berlari keruangan pribadi, ia menutup pintu dengan kasar lalu berjalan cepat menuju sofa dan memeluk kedua lututnya.


Lagi-lagi ponsel Clamy berdering, Clamy melihat nomor yang tidak asing lalu melempar kembali ponselnya.


"Kenapa semua ini bisa terjadi!" teriak Clamy sambil melihat ponselnya.


"Siapa dia?, aku tidak mengenalnya, tapi kenapa dia membahas soal foto-fotoku" gumam Clamy sambil mencoba memberanikan diri untuk meraih ponselnya. ia mengabaikan panggilan orang tersebut lalu mencari namanya di pencarian.


Betapa terkejutnya clamy melihat foto-foto yang sedang berada didalam kamar bersama pria telah tersebar luas ke media. ia bahkan sudah menjadi trending topik dalam sekejab.


#Flashback Off


"Bagaimana jika nona tau kalau aku sudah melakukan itu semua?,. Sudahlah ... aku yakin nona tidak akan mengetahuinya, dia tetap akan terus membelaku apapun yang terjadi" batin Clamy


"Benar nona, aku tidak melakukan apapun, media telah memfitnahku " ucap Clamy dengan menangis


"Baiklah, kau tenang saja, aku bisa melakukan apapun, bahkan aku juga bisa meretas ponsel dan data-data milikmu, jadi kali ini aku sangat padamu. Tapi, jika aku tau kau berbohong, maka kau harus bersiap menerima hukuman yang aku berikan, karena aku benci dengan penghianatan" Quirin berkata dengan wajah datar.


Clamy yang melihat itu membulatkan matanya, ia tidak menyangka Quirin mempunyai keahlian yang begitu langka.


"Setelah aku berada di kota ini, aku sudah mencari tau tentang keluarga kaya yang ada di Inggris, aku melihat dia tidak mempunyai keahlian apapun, tapi sepertinya infomasi yang aku dapatkan salah" batin Clamy


"Kau mau ikut atau tidak?, aku tidak bisa membuang-buang waktu disini karena masalah keluargaku belum juga teratasi"


Clamy langsung berdiri dan membersihkan wajahnya "nona, kita harus melewati pintu belakang"


"Tidak, disana bahkan jauh lebih ramai, kita harus menerobos kerumunan orang itu, kau tenang saja, aku dengan sengaja membawa Vano untuk menjagamu"


Kali ini sangat berbeda, Vano dengan santai mengangguk tanpa sedikitpun berpikir untuk protes. Ia sendiri lelah menebak tapi justru tebakannya selalu salah.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2