Another Person Life

Another Person Life
Mencari Racun


__ADS_3

"Bagaimana aku memeriksanya, aku tidak memiliki apapun, aku baru ingat jika ponsel Quirin ditahan oleh Zee, Aku harus menjumpai ayah dan meminta ponsel serta laptop baru dan mencari tau siapa mereka" ucap Quirin membalikkan badannya dan keluar dari kamar


Quirin mengetuk pintu Grizo "Ayah, Quirin ingin berbicara" ucap Quirin dari luar sambil mengetuk pintu


"Masuklah" ucap Grizo dari dalam ruangannya


Quirin masuk kedalam dan mendatangi Grizo "Ayah ponselku sudah rusak, aku ingin ponsel dan laptop baru, tapi aku tidak mempunyai uang" ucap Quirin dengan nada manja


"Baiklah, pakailah kartu ini" ucap Grizo sambil mengeluarkan satu kartu gold dan memberikannya pada Quirin


"Baik ayah, terimakasih" ucap Quirin sambil memeluk sang ayah


"Dasar manja, belilah barang yang kau suka dengan kartu itu" ucap Grizo sambil membalas pelukan Quirin


"Aku sedikit merasa nyaman bisa memeluk seorang ayah, kau sedikit mirip dengan ayahku maka itu aku membuka pintu maaf khusus untukmu" batin Quirin tersenyum dalam pelukan Grizo


Quirin melepas pelukannya "Aku pergi dulu, ayah jangan lupa istirahat" ucap Quirin sambil berlari kecil keluar ruangan Grizo


"Baru kali ini aku merasakan pelukannya lagi, maafkan ayah" gumam Grizo sedih sambil mengangkat kedua tangannya dan melihat tangan itu, ia juga mengingat tangan itu juga yang membuat putrinya menderita


Quirin turun dengan gembira, ia menuju bagasi, Saat sampai di bagasi, Quirin melihat mobil-mobil tertata rapi "Wow, ternyata keluarganya lumayan juga, tapi sangat kalah dengan kekayaan keluargaku" ucap Quirin sombong sambil mengambil salah satu kunci mobil yang tergantung didinding


Quirin memasuki mobil hitam berkilat, ia keluar dengan mengendarai mobil itu dan menyusuri jalanan yang sangat ramai.


Quirin melihat toko-toko berbaris rapi, ia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan membeli beberapa peralatan elektronik.


"Aku hanya membeli ponsel dan laptop saja, aku tidak ingin ayah dan monster itu tau jika aku mempunyai keahlian, itu bisa membuat mereka curiga" gumam Quirin sambil berfikir


Setelah membeli keperluan yang di butuhkan, ia ingin kembali ke mobil "Tunggu, aku membutuhkan racun, tapi dimana aku bisa mendapatkan tumbuh-tumbuhan itu" gumam Quirin sambil menoleh ke kanan dan kiri mencari toko bunga


Quirin melihat dalam jajaran toko itu terdapat satu toko bunga, Quirin memasuki toko bunga dan berkeliling "Aku sudah berkeliling tapi tidak menemukan tumbuhan itu, kemana harus mencarinya?" gumam Quirin sambil memang kepalanya yang sudah tidak bisa berfikir sama sekali


"Sudahlah, lebih baik aku pulang dulu, otakku sudah tidak bisa berfikir dengan jernih lagi" gumam Quirin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


Sesampai dirumah Quirin dikejutkan dengan semua keluarganya yang berdiri dibagasi, ia turun dari mobil lalu melihat kearah semua orang yang begitu tercengang melihat dirinya.

__ADS_1


"Ada apa?, mengapa melihatku seperti itu?, apa ada yang salah dnegan pakaianku?" tanya Quirin sambil memutar-mutar tubuhnya


"Tidak ada yang salah, tapi mengapa mereka menatapku seperti itu?" batin Quirin heran


Grizo berdiri didepan mobil Quirin dengan wajah yang sangat sulit ditebak "Sejak kapan kau bisa menaiki mobil?" tanya Grizo dengan datar


"Jangan bilang Quirin tidak bisa menaiki mobil?, Quirin!, jika kita berjumpa aku bersumpah akan membunuhmu untuk yang kedua kalinya!" batin Quirin kesal


"Kenapa?, apa ayah terkejut aku bisa menaiki mobil?, bahkan aku bisa membawa mobil pemadam kebakaran" ucap Quirin dengan nada ketir


Grizo kembali terkejut setelah mendengar ucapan Quirin "bukan seperti itu, ayah hanya bertanya saja" ucap Grizo merubah wajah menjadi sedih


Lura tidak tinggal diam, ia ingin melihat Quirin dimarah oleh Grizo "Ayah, dia menaiki mobilku" ucap Lura dengan sedikit menangis


"Lihatlah, dia yang adikku saja bisa menaiki mobil, tiba giliran Quirin, ayah langsung bertanya padaku, ayah sangat tidak adil" ucap Quirin berpura-pura menangis


"Lura masuk lah kedalam" ucap Grizo sambil mengusir Lura agar tidak memperkeruh suasana


"Tunggu, tadi Lura bilang ini mobilnya?, bukankah ini mobil yang ayah berikan pada saat ulang tahunku?, bahkan semua barang ku sudah diambil oleh adikku" ucap Quirin sambil menangis


"Sial, dia sudah menguasai Grizo, aku harus cepat-cepat menyingkirkannya, jika tidak nyawaku tidak akan tertolong lagi" batin Calis mengeram marah


Sekarang Calis hanya bisa menenangkan Lura yang sudah ingin mengeluarkan kata-kata "Sabar, ibu punya rencana, lebih baik kita masuk saja dulu" bisik Calis pada Lura


"haha... sungguh permainan yang seru" batin Quirin


"Ayah aku masuk kedalam dulu, ayah istirahatlah" ucap Quirin dengan menunduk sedih


"Aku selalu menyinggung perasaannya, Arcy apa yang harus aku lakukan sekarang, aku sangat bersalah dengan masa lalunya" gumam Grizo sedih air mata yang menunduk itu kini tumpah kembali


Quirin menaiki tangga dan kembali ke kamarnya, ia dengan cepat membuka komputernya, ia meretas rekaman Cctv yang terpasang di jalan.


Quirin sangat penasaran dengan kedua orang itu, karena setiap melihat wanita itu hatinya berdetak sangat cepat.


"Sial, reaksi ini lagi" gumam Quirin sambil memegang dadanya

__ADS_1


"Siapa mereka, untuk apa berdiri didepan rumah, kenapa saat melihat dia dadaku berdetak cepat seperti ini" gumam Quirin, ia masih mengikuti mobil itu dengan melihat dari cctv


"Hotel?, benar aku harus meretas cctv hotel juga" gumam Quirin sambil memainkan jarinya dengan lancar di atas laptop


"Mereka bukan suami istri?, Aku ingin mendengar pembicaraan mereka, tapi apa di dalam kamar mereka ada Cctv juga?" gumam Quirin sedikit binggung sambil melihat Cctv itu


Setelah lama mengikuti mereka dada Quirin sudah tidak berdetak seperti pertama kali melihat wanita itu "sudah tidak berdetak cepat lagi, sepertinya karena sudah terbiasa melihat wajahnya" gumam Quirin


Quirin mencoba mencari Cctv didalam kamar itu "Dapat, tapi didalam kamar hotel ada Cctv?, aku harus memberitahukan mereka" gumam Quirin sedikit kesal karena Cctv itu berada didekat sofa


"Tapi sepertinya aku harus mencari informasi mereka terlebih dahulu, baru setelah itu aku memberitahu mereka mengenai Cctv nya"


"Lebih baik aku mematikan kameranya dan mendengarkan pembicaraan mereka saja, aku sudah melihat jika wanita ini pernah memasuki kamar pria itu" gumam Quirin


Quirin mendengar semua pembicaraan itu, ia terkejut ternyata Quirin didalam tubuhnya sudah menemukan dirinya terlebih dahulu, sekarang mereka bahkan sudah di Inggris demi menemui sang ayah.


"Apa-apaan ini, sangat keterlaluan, dia sudah mengetahui semuanya, bahkan dia sudah berada di inggris dan sudah melihatku, tapi dia tidak menemui ku secara langsung!" ucap Quirin kesal karena Quirin asli hanya ingin menemui ayahnya tapi tidak ingin menemui tubuhnya.


"Kau kesini hanya ingin melihat ayahmu?, baiklah Quirin, sepertinya kau ingin bermain-main denganku bukan?, aku ingin lihat seperti apa wajahmu nanti" ucap Quirin sambil tersenyum smirk


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2