Another Person Life

Another Person Life
Baju dan Kalung


__ADS_3

Berbeda dengan Quirin, ia memilih memasuki kamarnya dan tidak memikirkan perkataan keluarga Alister.


Setelah memasuki kamarnya, Quirin pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri, saat air mulai menguyur seluruh tubuh, Quirin mendongakkan kepala sambil memejamkan mata.


Seketika terlintas ucapan terimakasih yang terngiang di dalam kepalanya "Aku masih penasaran siapa yang mengucapkan itu" gumam Quirin dalam guyuran air


"Suara itu terdengar sangat tulus, aku sangat yakin jika didalam ruangan itu hanyalah diriku seorang" gumam Quirin sambil berfikir


Quirin menggelengkan kepalanya "Aku tidak ingin berfikir terlalu banyak, kejadian yang aku alami ini sungguh diluar akal sehatku, tapi semua ini nyata, apa yang harus aku lakukan?"


Fisik serta mentalnya sangatlah lelah, ia ingin bercerita tetapi dirinya tidak memiliki tempat untuk bersandar, rasa lelah itu ia hilangkan dalam guyuran air yang mengalir.


Setelah merasakan dingin di kepala, Quirin menghentikan aktivitasnya, ia keluar kamar dan mencari baju.


Saat dirinya membuka lemari, ia terpaku melihat salah satu baju yang ada didalam lemarinya, mata yang terlihat lelah kini membulat dengan sempurna


"Baju yang aku incar saat itu bagaimana bisa ada disini?" gumam Quirin


Quirin sangat terkejut hingga membuat mulutnya terbuka lebar "Apa ibu yang membelinya?, tapi itu tidak mungkin, lelang itu terjadi pada beberapa tahun yang lalu, dan bertepatan dengan kalung itu, dua benda yang sangat diincar semua orang berada di satu rumah?, aku tidak percaya ini" gumam Quirin sambil menggelengkan kepalanya


Baju itu terlihat seperti baju biasa, namun siapa sangka baju itu terbuat dari bahan yang sangat halus dan juga memiliki beberapa pernak-pernik dari berlian yang sangat mahal, baju itu terlihat sangat polos hingga membuat orang tidak menyukainya tetapi bagi para konglomerat, baju itu adalah kualitas terbaik yang pernah ada.

__ADS_1


Quirin menoleh ke kanan serta melihat kearah tempat tidurnya, ia menutup pintu lemari dan berjalan kearah kasur, karena rasa lelah yang menghantuinya membuat Quirin melupakan baju yang ada di lemari itu.


Ia menutup pintu lemari dan berjalan kearah kasur sambil menjatuhkan tubuhnya.


Quirin menutup matanya sambil berfikir mengenai sang pemilik kalung "Apa kalung itu juga punya ibu?, .... tidak, ibu tidak mempunyai nama belakang, selanjutnya rahasia apalagi yang akan terungkap?, masalah yang lain belum terselesaikan, dan kini satu persatu rahasia mulai bermunculan, aku sudah sangat lelah, kapan semua ini berakhir?" gumam Quirin pelan


Hanya memejamkan mata beberapa menit, mampu membuat Quirin berada di alam mimpi.


Dalam ruangan Grizo


"Grizo, kamu tidak bisa memperlakukan Calis seperti itu" ucap ibu Grizo sambil berdiri didepan meja kerja Grizo


."Ibu, aku hanya tidak ingin mendengar kalian membicarakan tentang Arcy" ucap Grizo sambil menatap sang ibu


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Grizo


Grizo sangat pusing jika sang ibu sudah mengucapkan kata-kata, karena ibunya memiliki penyakit yang sewaktu-waktu bisa kambuh kapan saja, sebagai anak dirinya tidak ingin membuat sang ibu menderita, dengan menuruti sang ibulah baru membuat dirinya tenang


Keesokan harinya ....


Sinar matahari menyinari kamar seorang gadis, namun sinar itu tidak mampu membuat sang gadis terbangun.

__ADS_1


Suara kicauan burung yang begitu nyaring memenuhi halaman balkon hingga mampu membuat sang gadis menggerakkan matanya.


Quirin tidak langsung membuka matanya, ia melakukan olahraga di kedua matanya menggerakkan mata itu kekiri dan kekanan beberapa kali, ketika nyawanya sudah terkumpul sepenuhnya, ia mengerjabkan matanya beberapa kali.


Quirin bangkit dan duduk, ia tidak lupa untuk meregangkan semua ototnya secara perlahan-lahan "Aku tidur tanpa memakai sehelai baju, tidurku juga sangat pulas, bahkan aku tidak memimpikan apapun, termasuk si Quiran, benar juga, sudah beberapa waktu tidak melihatnya, sepertinya dia sangat menyukai aksiku" gumam Quirin sambil tersenyum


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2