
Melihat senyum itu, Cassi merasa bahwa Quirin berbicara dengan serius. Ia pun langsung memundurkan kursi dan memasukkan jari nya kedalam tenggorokan.
Ia mencoba untuk memuntahkan semua makanan yang baru saja masuk ke dalam perut.
Uwekkk
Uwekkk
Para pelanggan yang lain pun langsung menghentikan makan mereka dan melihat kearah Cassi.
Zee yang sedang makan juga langsung meletakkan sendok nya dan ia menatap Cassi dengan tajam.
"Apa kau tidak tau jika ini adalah sebuah restoran?" tanya Zee dengan nada dingin.
Cassi terkejut mendengar suara dingin itu, seketika ia berhenti lalu melihat ke arah Zee, setelah itu Cassi mulai melihat ke sekeliling nya dan ia melihat para pelanggan tengah menatap nya dengan tatapan tajam.
Panik dan malu, itulah yang di rasakan Cassi, ia langsung bangkit dari tempat duduk nya dan mencoba berlari keluar dari restoran.
Cassi bahkan sudah tidak teringat dengan Quirin dan Zee lagi, keringat bahkan mulai bercucuran di dahi Cassi, bahkan salah satu pelanggan sudah terlihat sangat kesal, saat Cassi melewatinya, ia pun meluruskan kaki nya dan membuat Cassi terjatuh.
Argghh
Karena terjatuh, lutut Cassi mengeluarkan banyak darah, ia pun meringis kesakitan dan orang-orang mulai mengelilingi nya.
"Dasar orang miskin, apa kau tidak melihat kami semua sedang menikmati hidangan?, dan kau melakukan hal menjijikkan itu di depan mata kami?" teriak pelanggan itu dengan marah sambil
"Bu-bukan seperti itu" bantah Cassi dengan melupakan rasa sakit di lutut nya sambil mendongak kan wajah.
Pelanggan yang lainnya juga ikut tersulut emosi, bagaimana tidak?, restoran itu adalan restoran yang cukup terkenal, tapi sekarang mereka justru membiarkan orang muntah di hadapan pelanggan lain nya?, hal itu adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal.
__ADS_1
Seorang berpakaian hitam dan putih pun langsung menerobos kerumunan orang "ada apa ini?" tanya orang itu selalu manager restoran.
"Apa restoran ini tidak memiliki keamanan?, bagaimana bisa wanita miskin ini bisa masuk ke dalam restoran?, dia bahkan sudah mengganggu waktu makan kami!" protes salah satu pelanggan.
Cassi yang mendengar itu langsung menunduk, ia benar-benar sangat kesal dan mencoba menahan amarahnya
Manager itu pun terlihat sedikit binggung, namun ia dengan cepat bertindak agar para orang kaya itu tenang dan tetap melanjutkan makan mereka.
"Nona, bisakah kau pergi dari sini?" ucap manager itu dengan lembut.
Cassi ingin sekali berdiri dan keluar sendiri, namun kakinya seolah tak bertenaga lagi, seumur hidup dirinya baru merasakan malu yang sangat luar biasa.
Melihat Cassi tidak bergerak para pelanggan pun mulai mencemooh nya "Benar-benar menjijikkan!" kesal pelanggan lain nya, ia pun ikut bangkit dan berjalan menghampiri Cassi.
"Jika kau tidak bisa menjaga tata krama mu, seharusnya kau tidak makan di tempat yang sama dengan kami" ucap pelanggan lain lalu menumpahkan minuman mereka di atas kepala Cassi.
Cassi sudah tidak tahan menerima hinaan itu, ia pun tertunduk malu dan tidak berani mendongakkan wajah nya lagi, jika orang lain mengenali nya maka perusahaan yang sudah susah payah di pertahankan itu pasti benar-benar hancur.
"Rencana yang cukup bagus" sahut Zee sambil melirik kearah Quirin yang sedang tertawa.
Para pelanggan pun mulai mengambil makanan dan minuman mereka, lalu menumpahkan nya di wajah Cassi.
"Haha ... sudah lama aku menantikan kejadian ini" gumam Quirin sambil tersenyum smirk.
"Ini baru awal dari permainan ku, kau harus merasakan sakit yang luar biasa seperti yang aku alami" batin Quirin sambil menggenggam garpu yang ada di tangannya dengan sangat kuat.
Mereka berdua tidak melanjutkan menyantap hidangan itu lagi karena mereka tengah asik menonton pertunjukan yang di buat oleh Cassi.
Cassi mencoba berdiri dan al hasil ia terjatuh karena lantai yang di pijak nya begitu licin karena tumpahan aneka ragam makanan.
__ADS_1
"Sial!, jika seperti ini bagaimana aku bisa pergi?!" batin Cassi dengan kesal.
"Benar-benar memuakkan!, kau tidak pergi juga?" tanya para pelanggan dengan kesal.
Cassi tidak menjawab namun ia terus berusaha berdiri dan hasilnya sama saja, ia terjatuh lagi dan lagi.
"Arghhh, pergilah dari sini wanita miskin!" teriak para pelanggan sambil memukul kepala Cassi dengan tas mahal nya.
Manager restoran sungguh tidak bisa berbuat apapun, jika dirinya mencoba menghentikan mereka maka dirinya tidak bisa menanggung amarah para orang kaya itu.
"Kenapa hal ini harus terjadi padaku?" batin Cassi
Cassi terjatuh kelantai, ia merasakan sakit di kepalanya, lalu tiba-tiba saja ia teringat dengan Kai, dengan tangan yang sudah susah di gerakkan, Cassi tetap berusaha meraih ponsel nya yang ada di dalam tas.
Enghhh
Dengan susah payah, Cassi langsung menghubungi nomor Kai namun saat itu Kai tidak menjawab panggilannya.
"Kemana dia?" batin Cassi dengan kesal sambil menggenggam ponsel nya.
Cassi pun sudah mulai tak sadarkan diri karena terus menerus mendapat hukuman fisik dari para pelanggan.
Setelah merasa Cassi tidak bergerak lagi, para pelanggan itu berdecih dan mereka langsung meninggalkan tubuh Cassi yang tergeletak di lantai.
Tersisa hanya manager dan para waiters, mereka merasa sedikit kasihan melihat Cassi yang sudah terkapar di lantai.
Saat tangan salah satu waiters ingin menekan nomor ambulan, tiba-tiba saja tangannya di hentikan oleh seseorang "biarkan kami saja yang mengurusnya" ucap Quirin sambil tersenyum.
Mereka semua melihat kearah Quirin, lalu Quirin mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Xeno yang berada di luar restoran.
__ADS_1
"Akan ku hancurkan wajah dan tubuh mu!" batin Quirin sambil tersenyum smirk dengan memperlihatkan gigi nya.
Bersambung ...