
Note : Sebelum membaca chapter ini, mari baca kembali chapter sebelumnya, karena author sedikit khilaf.
Terimakasih untuk readers yang sangat jeli 🌹
...****************...
"Baiklah, tapi apakah aku bisa mendapatkan ponsel dan laptop?, aku ingin menghubungi seseorang" ucap Quirin dengan mata memohon.
Zee yang melihat itu pun langsung menyetujui perkataan Quirin. Walau Zee tidak mengetahui siapa yang akan di hubungi Quirin, tapi ia berniat untuk tidak membuat wanita itu merasa di kekang.
"Ayo ikuti aku" ucap Zee sambil melangkah masuk kedalam.
Sedangkan Quirin terlihat binggung kenapa Zee menyuruh nya masuk, tapi ia tetap mengikuti langkah Zee.
Mereka telah sampai di depan pintu berwarna coklat, ketika Zee membuka pintu itu, Quirin terpana karena di dalam nya terdapat banyak koleksi ponsel dan laptop.
Mata Quirin melihat ke kanan dan ke kiri, disana terpajang laptop dan ponsel dengan tertata rapi "Kau mengoleksi ini semua?" tanya Quirin dengan terkagum-kagum.
Zee menoleh kebelakang dan melihat Quirin, ia cukup senang melihat Quirin tengah terkagum dengan kemewahan yang dirinya punya. "Untuk berjaga-jaga saja" jawab Zee sambil melangkah masuk.
"Bukan kah kau jarang berada disini?," tanya Quirin heran sambil memegang satu persatu laptop dan Ponsel itu.
"Benar" jawab Zee dengan santai.
"Yang benar saja, saat aku menjadi Xura, aku tidak memiliki ruangan yang seperti ini" batin Quirin sambil menggelengkan kepalanya.
"Kau bisa memilih sendiri apapun yang kau suka" ucap Zee sambil melihat kearah Quirin.
Quirin semakin tersenyum senang dan ia pun kembali melihat-lihat, Quirin menemukan ponsel yang berwarna biru dan juga laptop dengan warna yang sama. ia bahkan mengambil ponsel dan laptop yang sangat mahal.
"Sudah selesai" ucap Quirin sambil melangkahkan kakinya keluar.
Quirin bahkan tidak mengucapkan apapun sebelum dia meninggalkan Zee.
Zee hanya menggelengkan kepalanya dan ia merasa sedikit kesal melihat Quirin tengah meninggalkan nya begitu saja "Setelah mendapatkan barang yang dia inginkan, dia bahkan tidak menungguku" gumam Zee sambil ikut naik ke atas.
Quirin yang sudah berada di kamarnya, kini langsung membuka laptop, tangan itu pun menari-nari di atas keyboard dengan sangat lincah.
Quirin langsung mencari keberadaan Xura di dalam mansion milik nya. ia pun memantau dengan seksama, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa Xura berada di sana.
__ADS_1
"Kemana dia?" batin Quirin.
Quirin kembali mengacak-ngacak cctv itu, namun ia tidak melihat Xura di mansion selama beberapa hari.
"Apa mungkin dia tidak tinggal di sini?," batin Quirin.
Lalu ia mencari di mansion Alpha, lagi-lagi Quirin tidak menemukan mereka. "kemana mereka pergi?, tidak mungkin aku mencari mereka ke seluruh kota" gumam Quirin kesal.
Lalu Quirin mencari nomor Alpha, dan saat itu juga ia bisa menemukan nomor tuan muda itu.
Quirin menghubungi melalui ponsel baru nya, ia pun bergegas menghubungi nomor itu.
Setelah panggilan itu tersambung, Quirin tidak membiarkan Alpha berbicara terlebih dahulu, ia bahkan langsung bertanya dengan nada datar.
"Dimana kalian?" tanya Quirin dengan nada datar.
Alpha yang berada di ujung sana seperti terkejut ketika mendengar suara Quirin "No-na" jawab Alpha dengan terbata-bata.
Mendengar jawaban bertele-tele itu membuat Quirin terlihat sangat kesal "Bisakah kau menjawab pertanyaanku saja?" bentak Quirin dengan kesal.
Quirin mendengar bahwa Alpha terlihat sedikit terkejut mendengar bentakan nya "Ka-kami berada di rumah sakit, nona" jawab Alpha di seberang sana.
"Lebih tepatnya dia mengalami kecelakaan" ucap Alpha dengan lirih.
Quirin yang mendengar itu semakin meradang, "Sialan!, kenapa disaat seperti ini dia selalu terkena masalah!" ucap Quirin dengan kesal.
Quirin mendengar Alpha menggeretakkan gigi nya, namun ia membiarkan dan tidak menggubris nya. "Semua ini karena adik mu, nona" balas Alpha yang sedikit tidak terima mendengar perkataan Quirin.
Quirin terkejut dan ia pun mulai mengerutkan dahinya "Apa!? Adikku?, apa yang kau maksud adalah Cassi?" tanya Quirin dengan meninggikan suaranya.
"Ya nona, semua ini salahnya" gumam Alpha di seberang sana.
Quirin bahkan bisa mengira bahwa Alpha tengah marah pada adik tirinya itu, "kenapa mereka bisa bertemu secepat ini?" batin Quirin sambil mengepalkan satu tangannya.
Quirin yang penasaran mencoba bertanya pada alpha "Bagaimana bisa mereka bertemu?" tanya Quirin.
"Aku tidak bisa menjelaskan melalu ponsel nona, karena ini cerita yang cukup panjang" ucap Alpha yang menghela nafas.
Quirin bisa memakluminya, ia bahkan sedikit penasaran ke rumah sakit mana tuan muda itu membawanya "Baik lah, kau berada di rumah sakit mana?" tanya Quirin.
__ADS_1
Alpha sedikit binggung dengan perkataan Quirin, "Kenapa nona bertanya seperti itu?," tanya Alpha yang terlihat bingung.
"Hm ... aku tidak ingin mengulang perkataanku tuan muda, Alpha" ucap Quirin yang sudah terlihat kesal sambil menekan nama nya.
"Dia berbicara seolah-olah dirinya sedang berada di sini" batin Alpha
"Fredneus hospital" ucap Alpha dengan cepat
Tiba-tiba saja, sambungan itu terputus dan hal itu membuat Alpha terkejut.
Quirin bangkit dari tempat tidur nya dan langsung berlari keluar kamar. Ia berlari untuk mencari Zee dan Xeno.
"Zee!, Xeno!" teriak Quirin mencari ke sana dan ke sini.
Zee yang ad di dalam kamar terkejut mendengar teriakan Quirin, sedangkan Xeno yang berada di luar mansion menoleh ke belakang karena merasa dirinya terpanggil.
Ke duanya pun berlari bersamaan, Zee yang keluar kamar dan Xeno masuk ke dalam mansion.
Mereka berdua berlari dengan sangat cepat, bahkan Zee menuruni anak tangga dengan berlari.
Mereka berdua kini menemukan Quirin, keduanya pun tampak menghirup udara dengan rakus. "Ada apa, nona?" tanya Xeno dengan nafas tersengal-sengal.
Quirin terheran melihat keduanya menghirup udara dengan rakus. "Bisakah kita pergi kerumah sakit?," tanya Quirin.
Xeno membelalakkan matanya, ternyata Quirin menanyakan hal yang sangat di takuti nya "Apa kau terluka nona?, di bagian mana " tanya Xeno dengan panik.
Zee bahkan sudah menatap Xeno dengan tajam, pasalnya rumah itu sangat terawat bagaimana mungkin Quirin bisa terluka.
Hal itu membuat Zee marah dan Xeno melirik kearah Zee, dan benar saja, pria posesif itu tengah menatapnya dengan tajam.
"Habislah aku" batin Xeno
Quirin mengerutkan dahinya. "Aku tidak sakit, tapi kenalanku sedang berada di rumah sakit, aku harus pergi kesana sekarang." ucap Quirin dengan menatap Xeno dan Zee secara bergantian.
"Tapi, kenapa kalian terlihat tersengal-sengal?, ada apa dengan kalian?" tanya Quirin yang masih mengerutkan dahi nya.
Xeno yang mendengar itu pun menghela nafas lega, dan ia pun tau kini mata Zee tidak menatapnya dengan tajam.
"Nona, kau pasti tau aku tidak bisa membawamu keluar tanpa se izin Zee" ucap Xeno sambil melihat kearah Quirin.
__ADS_1
Bersambung ...