
"Kenapa barang-barang kakak ada padanya?, kakak bukan orang yang mudah memberikan barangnya pada orang lain" gumam Cassi sedikit takut
Sedangkan Kai hanya merenung karena melihat Xura di atas panggung "tidak mungkin dia" gumam Kai
Bayang-bayang Xura mulai menghantui pikiran Kai, begitu juga dengan Cassi, ia yang memiliki kehidupan sempurna setelah kakaknya tiada, kini harus dihantui oleh bayang-bayang sang kakak.
"Tidak mungkin dia kakak" gumam Cassi menatap Xura.
"Xura?, nama itu sepertinya sangat mirip dengan putri tertua keluarga Xavier, apa jangan-jangan dia nona Xavier?"
"Itu tidak mungkin, nona Xavier sudah di nyatakan meninggal dunia, jadi sangat tidak mungkin untuk orang mati yang akan hidup kembali"
Para tamu undangan saling berbisik, banyak yang menerka-nerka, tapi itulah kenyataannya.
"Perkenalkan saya Xura, saya baru saja kembali dari luar negeri, aku memahami apa yang kalian pikirkan karena semenjak saya berada disini, orang-orang mengatakan saya sangat mirip dengannya. Tapi sebenarnya kami adalah orang yang berbeda" ucap Xura di atas panggung
Cassi dan Kai merasa lega mendengar perkataan Xura.
Setelah itu Cassi memikirkan hal lain "aku yakin dia mengubah namanya itu!" geram Cassi. Dulu Cassi ingin sekali memakai barang kakaknya namun Xura tidak pernah memberikan miliknya pada Cassi.
"itu tidak mungkin, dia sudah mengatakannya kalau dia adalah teman dari Xura"
"Aku tidak percaya dengan kata-katanya, kakak memiliki reputasi yang sangat bagus, banyak orang yang ingin menggunakan identitasnya, termasuk wanita itu" ucap Cassi sambil menatap tajam Xura yang berada diatas panggung.
"Sialan!, dimana kau menyimpan barang-barang itu kak?, sampai matipun kau adalah orang yang paling aku benci!, baiklah, jika kau tidak memberikannya padaku, maka aku akan merebutnya sendiri dari temanmu ituu !" batin Cassi dengan tangan yang sudah mengenal kuat dibawah meja.
Xura yang berada diatas panggung menoleh kearah Cassi, ia menyunggingkan senyum di bibirnya, Cassi yang melihat itu pun merasa heran "apa maksud dari senyumnya itu?" batin Cassi
Setelah lama berpikir akhirnya Cassi menyadari jika dirinya telah di permainkan oleh Xura "dia mengejekku!" gumam Cassi dengan urat-urat yang menonjol di sela-sela punggung tangannya.
"Kau menginginkannya?, maka kemarilah dan rebut dari ku, benar-benar adik yang tidak tau di untung, mulai dari sekarang, aku akan membuatmu hidup di jalanan" batin Xura
"namaku Xura dan sekarang aku akan tinggal di negara ini, semoga kita bisa menjadi partner yang baik, para tamu silahkan nikmati makanan yang sudah kami sediakan" ucap Xura dengan datar.
__ADS_1
Xura turun dari panggung dan ia berjalan kearah Cassi dan Kai "hai, bagaimana pesta yang sudah aku buat?" tanya Xura
"Dari awal bertemu dengannya kenapa aku memiliki perasaan yang cukup akrab?" batin Cassi
"Kai ayo kita pergi dari sini" ucap Cassi sambil berdiri dari kursinya.
"Kekasihku baru saja menyapa kalian, kenapa kalian pergi dnegan terburu-buru?" ucap seseorang yang langsung memeluk pinggang Xura
Sontak Cassi dan Kai terkejut mendengar perkataan itu, bahkan orang di sekitar mereka langsung menoleh kearah orang itu.
"Tuan Alpha" Cassi dan Kai serempak menyebutkan nama Alpha, mereka tidak ingin
"Aku mendengar perusahaan sedang kacau tapi kalian justru sedang bersantai dengan datang ke acara pesta kekasihku" ucap Alpha
"Bu-bukan begitu tuan" ucap Kai dengan gugup
"Sayang, jangan marah seperti itu, aku yang sudah mengundang mereka"
Alpha melirik kearah Xura dan kembali melihat kearah Cassi dan Kai "baiklah, karena ini perkataanmu maka aku akan mendengarkanmu" ucap Alpha sambil menatap kedua orang itu dengan sorot mata yang tajam
"Tidak bisa seperti ini, walau tuan Alpha adalah pasangannya, aku yakin jika barang-barang yang wanita itu gunakan bukanlah pemberian dari tuan Alpha, karena aku sangat mengenal barang milik kakak. Kakak akan selalu membuat design barang-barang yang di inginkannya, kakak juga akan membuat design itu menjadi nyata, dia juga orang yang sangat menghargai pembuatan pertama dari design nya, karena itulah kakak jarang memakai benda-benda itu karena hanya ada satu di dunia. Bahkan aku sebagai adiknya saja tidak boleh mengikuti design yang dia buat, jika dia mengetahui aku menirunya maka aku mendapat hukuman" batin Cassi
#Flashback On
Cassi masuk kedalam kamar Xura, kamar itu tampak berantakan dengan selembaran kertas yang berada di lantai.
Mata Cassi terkesima melihat satu lembar kertas yang ada di kakinya. Ia menatap dengan lekat, diatas kertas itu terdapat gambar kalung yang sangat menawan "kakak, aku sangat suka dengan design ini, aku akan membuat barang yang sama dengan kakak" ucap Cassi sambil mengambil kertas yang ada dikakinya lalu membawanya mendekati Xura.
Xura langsung menoleh kearah Cassi "tidak bisa Cassi, semua ini hanya milik kakak, dan kakak membuatnya khusus dan pastinya hanya ada satu di dunia ini" ucap Xura menolak dengan halus.
Cassi menatap Xura dengan memegang satu lembar kertas itu, ia pun tidak lupa mengerucutkan bibirnya "aku benar-benar menginginkannya, apa kakak tidak merasa kasihan padaku?" tanya Cassi dengan wajah sedih.
Xura mengerutkan dahinya, wajah Cassi tidak akan mempan pada Xura jika menyangkut design perhiasan "kau sangat manja jadi aku tidak merasa kasihan padamu, ingat untuk tidak menirunya, karena aku akan membuat perhitungan denganmu" ucap Xura cuek.
__ADS_1
Cassi menampilkan wajah kesalnya, ia menghentakkan tangannya dan menaruh kertas yang ada ditangannya di atas meja, lalu Cassi pergi dengan mulut yang sedang ber komat-kamit "aku akan mengatakan hal ini pada papa dan mama" teriak Cassi sambil melenggang pergi.
Xura yang di tinggalkan di dalam kamar sendirian tertawa terbahak-bahak melihat tingkah sang adik yang sangat menggemaskan.
#Flashback Off
"Kenapa setelah melihat dia, aku selalu teringat akan masa lalu?, seolah bayang-bayang kakak selalu menghantuiku" gumam Cassi sambil menatap punggung Xura.
Xura memakai heels, jepitan rambut, anting, gelang, dan kalung. Cassi pernah melihat semua design benda-benda yang di pakai oleh Xura.
Cassi mengeluarkan ponselnya dan dengan segera mengirimi pesan pada seseorang "aku ingin kau mengintai orang ini" tulis Cassi.
Sebuah pesan balasan masuk dengan cepat "baiklah" tulis orang itu.
"Lihat saja, aku akan mendapatkan apa yang aku mau" batin Cassi tersenyum puas.
***
Didalam mobil, Quirin membuka laptopnya, ia mulai bergerak untuk membalaskan dendam Xia, Quirin mulai menyebarkan berita yang di berikan oleh Xeno.
"Aku sudah memberimu kesempatan untuk hidup dengan damai, sekarang waktunya untuk menghancurkan kehidupanmu. aku dengar kau sangat suka ketenaran maka aku dengan berbaik hati akan membuat model sepertimu trending dengan pencarian terpanas di negara ini" gumam Quirin tersenyum tipis.
Setelah melakukan pekerjaan sukarela, Quirin mematikan laptopnya dan melajukan mobilnya ke suatu tempat, ia juga tidak lupa membeli beberapa makanan dan buah-buahan.
Setelah sampai di tempat tujuan, Quirin turun dan langsung berlari memasuki rumah sakit, sesampai di lantai atas, Quirin hanya melihat Staren, Arnius dan Gavin berdiri dengan wajah tertunduk, sedangkan Vano duduk dengan menyandarkan kepalanya ke diding sambil menutup kedua matanya.
"Aku mempunyai firasat buruk" batin Quirin sambil menghela nafas kasar.
Quirin melangkah maju, namu tidak ada seorangpun yang menyadari langkah kaki Quirin.
"Hei, apa aku seperti hantu sehingga kalian tidak menyadarinya?" sapa Quirin.
Ketiga orang itu terkejut serta binggung, karena semenjak terakhir kunjungan Quirin, mereka tidak pernah lagi mendapati Quirin mengunjungi Xia.
__ADS_1
Bersambung ...